Syarat-Syarat APD yang Sesuai Kualifikasi dan Spesifikasi Bahan

News | Jumat, 10 April 2020 06:00
Syarat-Syarat APD yang Sesuai Kualifikasi dan Spesifikasi Bahan

Reporter : Maulana Kautsar

Kemenkes menerbitkan buku petunjuk teknis standar bahan dan kualifikasi APD,

Dream - Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan sekaligus Ketua Aliansi Telemedis Indonesia, Bambang Wibowo, mengimbau masyarakat dan fasilitas kesehatan yang membuat alat pelindung diri (APD) untuk memperhatikan kualifikasi dan spesifikasi bahan APD.

" Untuk masyarakat dan fasilitas kesehatan yang membuat APD sendiri, juga agar memperhatikan kualifikasi atau spesifikasi bahan yang diperlukan," ujar Bambang di Graha BNPB, Jakarta, Kamis, 9 April 2020.

Saat ini kebutuhan APD diketahui sangat tinggi sementara ketersediannya terbatas. Tetapi, pada saat pandemi Covid-19, APD tidak hanya digunakan dan diperlukan oleh dokter, perawat dan tenaga kesehatan lain, tetapi juga pasien dan masyarakat, sehingga memang diperlukan produksi APD sendiri.

Meski masyarakat bisa membuat sendiri APD, Bambang mengimbau agar proses pembiatanya tetap memperhatikan prinsip-prinsip utama penggunaan APD. Beberapa ketentuan tersebut adalah APD harus bisa memberikan perlindungan terhadap bahaya yang spesifik misalnya percikan, kontak langsung, maupun tidak langsung.

APD, kata Bambang, hendaknya seringan mungkin dan nyaman digunakan, dapat dipakai secara fleksibel, tidak menimbulkan bahaya tambahan, tidak mudah rusak, memenuhi ketentuan dari standar yang ada, pemeliharaan mudah dan tidak membatasi gerak petugas kesehatan

Beberapa jenis APD, antara lain masker, termasuk masker N95, masker bedah dan masker kain, pelindung wajah, pelindung mata, gaun, celemek atau apron, sarung tangan, pelindung kepala dan sepatu pelindung

" Kemenkes telah menerbitkan buku petunjuk teknis di sini sudah lengkap terkait dengan standar seperti apa yang diperlukan oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat dan pasien, dan jenis-jenis apa yang digunakan," ujar dia.

2 dari 6 halaman

Pembuatan APD yang Tepat Guna

Pengunaan APD yang tepat guna, menurut Bambang, akan mampu mencegah transmisi SARS Cov-2. Sementara pembuatan APD mandiri diharapkan dapat membantu tetap terjaganya ketersedaan APD selama masa pandemi.

" Penggunaan APD yang tepat guna akan mampu bertindak sebagai penghalang, antara bahan infeksius sebagai virus dan bakteri, pada kulit mulut hidung atau sleaput lendiri mata bagi tenaga kesehatan maupun pasien," kata Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan APD sebagai penghalang memilki potensi untuk memblokir penularan kontaminan seperti darah, cairan tubuh atau sekresi pernapasan.

Selain itu, Bambang mengingatkan penggunaan APD yang tepat guna juga harus disertai praktik pengendalian infeksi lainnya oleh tenanga kesehatan maupun dokter dan perawat, seperti lima momen cuci tangan, etika batuk dan bersin.

" Serta, penting sekali lagi pemindahan atau pembuangan apd yang telah terkontaminasi atau telah digunakan untuk mencegah terpaparnya pemakai atau orang lain terhadap bahan infeksius," kata dia.

3 dari 6 halaman

Tak Mau Kalah dari Lamborghini, Lego Ikut Produksi APD

Dream – Tak hanya otomotif, industri mainan juga ikut memproduksi alat kesehatan untuk `memerangi` virus corona. Sebut saja Lego.

Dikutip dari Brickfinder, Kamis 9 April 2020, akun Facebook The Region of Southern Denmark mengunggah tulisan bahwa Lego Group diam-diam mengembangkan alat pelindung mata.

Alat ini ditujukan bagi para para petugas medis dan menjadi bagian dari alat pelindung diri (APD).

Googles ini dikembangkan oleh The Odense University Hospital bersama Sygehus Lillebaelt. Kabar baiknya, pengembangan alat ini sukses.

Rencananya, alat pelindung mata itu akan didistribusikan ke semua rumah sakit se-Denmark sesegera mungkin.

4 dari 6 halaman

Lego Tutup Semua Toko di Dunia, Kecuali di China

Dream - Sejak virus corona menjadi pandemik global, perusahaan mainan terkenal Lego akkhirnya memutuskan menutup semua tokonya di dunia. Legi hanya akan membuka satu toko yang beroperasi di Tiongkok.

Penutupan seluruh toko offline Lego ini akan berlangsung sampai 27 Maret 2020.

Pengumuman penutupan toko retail Lego itu disampaikan perusahaan lewat unggahan di akun resmi Instgramnya, pada Rabu, 18 Maret 2020.

" Kesehatan dan keselamatan anak-anak serta komunitas di seluruh dunia adalam prioritas utama kami," tulis Lego dikutip dari akun Instagramnya, @lego.

 

 Lego Tutup Semua Toko di Dunia, Kecuali di China© Dream

 

Meski menutup tokonya di seluruh dunia, Lego memastikan seluruh pegawai yang diliburkan akan tetap menerima gaji dari perusahaan. 

Selain itu, Lego juga akan tetap melayani pembelian dari pelanggan setianya yang dilakukan lewat media online atau situs jual beli milik perusahaan.

Lego juga merasa terinspirasi oleh upaya semua orang di dunia yang berusaha saling melindungi diri dari paparan virus. Salah satu yang menguatkan Lego adalah fakta jika bermain dan belajar bisa kembali menguatkan momen kebersamaan keluarga meski di masa-masa penuh ketidakpastian.

" Kita akan melalui ini bersama-sama. Jadi, tetaplah selamat, tinggal di rumah, dan tetap kuat," tulis Lego.

 Lego© Instagram @lego

5 dari 6 halaman

Pabrik Lego KW Dipaksa Tutup, dari Block Set sampai Kardus Dijiplak

Dream – Produsen mainan asal Tiongkok dipaksa berhenti memproduksi mainan block sets. Produsen ini terbukti telah meniru mainan Lego.

Dikutip dari Shanghaiist, Sabtu 4 Mei 2019, polisi Shanghai menemukan adanya kesamaan produk mainan yang dibuat Lepin dengan Lego pada Oktober 2019. Gudang dan pabrik Lepin di Shenzhen disita.

Dua lokasi ini menghasilkan 630 ribu produk jadi senilai 200 juta yuan (Rp423,62 miliar). Dalam penyelidikannya, polisi setempat menilai produk-produk Lepin sangat mirip dengan Lego. 

 Mainan jiplakan ini disita.© Shanghaiist

Empat orang ditangkap atas kasus peniruan Lego.

6 dari 6 halaman

Jauh Lebih Murah daripada Lego

Di situs perusahaan mereka, Lepin menawarkan sejumlah mainan set blok berbeda yang diiklankan sebagai “ Compatible Lego”. Satu set mainan ini dijual lebih murah daripada Lego asli.

Misalnya, paket Millenium Falcon dijual seharga US$313 (Rp4,46 juta). Lebih murah daripada yang dijual Lego yang seharga US$800 (Rp11,41 juta).

 Harganya jauh lebih murah daripada Lego`© Shanghaiist

Karena harganya yang supermurah, tak heran bila sebagian besar produk Lepin yang terdaftar selalu “ kehabisan stok”.

Di situs webnya, perusahaan mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya berhenti memproduksi sementara mainan blok Lepin. Mereka setop produksi sementara per 1 Mei 2019 atas permintaan pemerintah Tiongkok dan polisi Shanghai.

Terkait
Join Dream.co.id