Pembelaan Rizieq Soal Imam Besar Isapan Jempol: Saya Khawatir Massa Datang

News | Kamis, 17 Juni 2021 14:24

Reporter : Ahmad Baiquni

Rizieq mengatakan sebutan imam besar adalah pemberian masyarakat.

Dream - Terdakwa kasus berita bohong soal hasil swab RS Ummi, Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq Shihab mengajukan nota duplik pada persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Timur hari ini. Dia sempat menyinggung sindiran jaksa dalam replik pada sidang pekan lalu yang menyebut gelar Imam Besar hanya isapan jempol.

" Saya sesalkan replik JPU dibuka dengan masalah yang sepele tetapi tidak sepele tersebut, sehingga seluruh replik JPU diisi dan dipenuhi dengan gelora emosi dari persoalan sepele tetapi tidak sepele tersebut," ujar Rizieq membacakan nota dupliknya di persidangan.

Rizieq pun menyesalkan sindiran jaksa tersebut akhirnya terbesar. Dia menuding sindiran tersebut sengaja disebarkan untuk membuat panas masyarakat.

" Kemudian kalimat pembuka tersebut, entah oleh siapa dan dengan maksud apa, difoto dari replik JPU dan disebarluaskan via medsos ke para pejabat tinggi negara serta tokoh nasional, hingga akhirnya viral dan sampai ke umat Islam di mana-mana," kata dia.

Dia menegaskan gelar imam besar yang disematkan padanya berasal dari masyarakat sendiri. Sehingga, Rizieq mengaku khawatir ucapan jaksa dapat mengundang kemarahan masyarakat.

" Sebutan imam besar untuk saya datang dari umat Islam yang lugu dan polos serta tulus di berbagai daerah di Indonesia," terang Rizieq.

 

Pembelaan Rizieq Soal Imam Besar Isapan Jempol: Saya Khawatir Massa Datang
Terdakwa Kasus Berita Bohong Hasil Swab RS Ummi, Muhammad Rizieq Shihab
2 dari 6 halaman

Merasa Berlebihan, Tapi...

Dia juga merasa sebenarnya sebutan itu agar berlebihan. Tetapi, Rizieq mengaku memahami gelar tersebut disematkan masyarakat sebagai tanda cinta.

" Ini adalah Ramzul Mahabbay, yaitu tanda cinta dari mereka terhadap orang yang mereka cintai," kata Rizieq.

Atas sindiran jaksa, Rizieq mengatakan tidak merasa terhina. Dia menilai sindiran tersebut memang bukan hinaan yang ditujukan kepadanya mengingat gelar imam besar berasal dari pengikutnya.

" Saya tidak akan pernah merasa terhina atau merasa tersinggung apalagi marah, akan tetapi saya khawatir hinaan tersebut akan diartikan oleh umat Islam Indonesia sebagai hinaan terhadap cinta dan kasih sayang mereka," ucap dia.

Karena itu, Rizieq meminta jaksa berhati-hati. Dia merasa khawatir jika perkataan jaksa disalahtafsirkan menjadi semacam tantangan bagi pendukungnya sehingga mereka terdorong datang ke sidang vonis.

" Nasihat saya kepada JPU agar hati-hati, jangan menantang para pecinta karena cinta itu punya kekuatan dahsyat yang tak akan pernah takut akan tantangan dan ancaman," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 6 halaman

Jaksa: Gelar Imam Besar Habib Rizieq Hanya Isapan Jempol Belaka

Dream - Dalam replik, atau tanggapan atas pembelaan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum menyinggung status Habib Rizieq Shihab sebagai Imam Besar Umat Islam. Jaksa menilai gelar itu tidak sesuai dengan kepribadian terdakwa kasus tes swab RS Ummi tersebut.

" Ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana imam besar hanya isapan jempol belaka," ujar Jaksa membacakan nota replik dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dikutip dari Merdeka.com, Senin 14 Juni 2021.

Jaksa menilai isi nota pembelaan Habib Rizieq pada persidangan sebelumnya tidak sesuai dengan norma bangsa. Sebab dalam pledoinya, Habib Rizieq banyak menyampaikan kata-kata kasar yang dinilai tidak pantas diungkapkan dalam persidangan.

" Tidak perlu mengajukan pembelaan dengan perkataan yang melanggar norma bangsa dengan kata-kata yang tidak sehat, yang mengedepankan emosional apalagi menghujat," kata Jaksa.

Jaksa juga menyatakan selama persidangan, Habib Rizieq banyak mengeluarkan tudingan, mulai dari berotak penghasut, tidak ada rasa malu, culas, licik. Jaksa pun membalik omongan tersebut.

" Sudah biasa berbohong, manuver jahat, ngotot, keras kepala, iblis mana yang merasuki, sangat jahat dan meresahkan sebagaimana pleidoi," tegas Jaksa.

4 dari 6 halaman

"Tidak Seharusnya Diucapkan"

Tak hanya itu, Jaksa juga menyinggung pernyataan Habib Rizieq yang menuding penuntut hanya dijadikan alat oligarki. Lagi-lagi, jaksa menyatakan ucapan tersebut tidak pantas dilontarkan di pengadilan.

" Tanpa filter, kalimat-kalimat seperti inilah yang dilontarkan terdakwa dan tidak seharusnya diucapkan yang mengaku dirinya berakhlakul karimah tetapi dengan mudahnya terdakwa menggunakan kata-kata kasar sebagaimana di atas," ucap Jaksa.

Habib Rizieq menghadapi tuntutan pidana penjara 6 tahun atas kasus RS Ummi. Rizieq dinilai telah menyebarkan berita bohong mengenai kondisi kesehatannya dengan mengaku dalam kondisi sehat padahal hasil tes Covid-19 dinyatakan positif.

5 dari 6 halaman

Kasus Swab RS Ummi, Rizieq Shihab Dituntut 6 Tahun Penjara

Dream - Eks pimpinan FPI, Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq Shihab dituntut hukuman penjara selama 6 tahun. Rizieq dianggap membuat kebohongan mengenai kondisinya saat menjalani perawatan di RS Ummi Kota Bogor, Jawa Barat.

Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jaksa menilai Rizieq terbukti secara sah dan meyakinkan menyebarkan berita bohong sebagaimana diatur dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

" Memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan putusan terhadap Muhammad Rizieq bin Husein Shihab berupa pidana penjara selama 6 tahun berdasarkan barang bukti 1 sampai 26 keseluruhan," ujar Jaksa Penuntut Umum pada sidang di PN Jaktim, dikutip dari Merdeka.com.

Dalam pertimbangan, Jaksa menilai terdapat sejumlah hal yang memberatkan. Seperti Rizieq telah dipidana sebanyak dua kali pada 2003 dan 2008, serta tidak mendukung program Pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 juga mengganggu ketertiban umum.

" Terdakwa selama persidangan tidak menjaga sopan santunnya," kata jaksa.

 

6 dari 6 halaman

Jaksa Memohon Tuntutan Penjara 6 Tahun Dikabulkan

Untuk hal meringankan, Jaksa menilai Rizieq melakukan perbaikan sikap di kemudian hari. Yaitu selama menjalani masa penahanan.

Atas pertimbangan tersebut, Jaksa memohon kepada Majelis Hakim untuk mengabulkan tuntutan dengan menjatuhkan vonis kepada Rizieq dengan pidana penjara selama 6 tahun.

Diketahui, Rizieq sempat membuat video saat menjalani perawatan di RS Ummi Kota Bogor. Dalam video tersebut, Rizieq mengaku dalam keadaan sehat.

Padahal, hasil tes Covid-19 belum keluar. Begitu keluar, ternyata Rizieq dinyatakan positif Covid-19.

Join Dream.co.id