Pelatih Voli Tega Berbuat Cabul ke 13 Pelajar Putri

News | Rabu, 20 Oktober 2021 10:26

Reporter : Ahmad Baiquni

Seluruh korban adalah anak didiknya dalam olahraga voli.

Dream - Pelatih voli berinisial LK, 39 tahun, harus mendekam dalam sel tahanan Polres Demak. Warga Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen itu ditetapkan sebagai tersangka perbuatan cabul terhadap 13 pelajar putri di bawah umur.

Kapolres Demak, Ajun Komisaris Besar Budi Adhy Buono, mengatakan penangkapan LK merupakan tindak lanjut dari laporan orangtua salah satu korban. Mereka mengaku curiga dengan perubahan fisik yang terjadi pada tubuh anaknya.

Sebelum membuat laporan, pihak orangtua memeriksakan korban ke tenaga medis. Barulah terungkap korban sudah mengandung selama 8 bulan.

" Atas laporan tersebut, Resmob Satreskrim Polres Demak langsung menindaklanjuti dan menangkap pelaku," ujar Budi.

 

Pelatih Voli Tega Berbuat Cabul ke 13 Pelajar Putri
Ilustrasi Kekerasan Anak (Shutterstock.com)
2 dari 7 halaman

Lebih dari Sekali

Saat diperiksa, tersangka mengakui perbuatannya kepada salah satu korban dilakukan sejak Januari 2021. Saat itu, tersangka mengajak korban ke rumahnya untuk membahas rencana mengikuti perlombaan voli.

Sesampai di rumahnya, pelaku merayu korban agar membuka pakaian. Kepada korban, pelaku menjanjikan sejumlah uang dan bakal membelikan perlengkapan voli.

Pelaku kemudian memaksakan berhubungan badan dengan korban. Aksi tersebut tidak hanya sekali namun sebanyak lima kali hingga April 2021.

Korban sampai hamil dan sempat mengatakan kondisi tersebut ke pelaku. Pelaku malah mengancam agar kejadian tersebut tidak diungkapkan ke orangtua maupun teman-teman korban.

 

3 dari 7 halaman

Ada 12 Korban Lain

Selain itu, pelaku memaksa korban untuk menggugurkan kandungan. Mulai dengan menggunakan obat-obatan hingga dukun namun gagal.

Dari hasil penyelidikan, terungkap korban LK tidak hanya satu. Ada 12 pelajar putri lain yang jadi korban aksi bejat LK.

" Sampai saat ini laporan yang masuk ke Polres Demak sudah ada 13 korban pencabulan yang dilakukan oleh tersangka," kata dia.

Perbuatan cabul ternyata sudah dilakukan LK sejak 2018. Kebanyakan terjadi usai latihan voli.

Modus yang dipakai LK hampir sama yaitu dengan menjanjikan hadiah. Mulai dari peralatan olahraga sampai sepeda motor, dikutip dari Merdeka.com.

© Dream
4 dari 7 halaman

Fakta Terbaru Dugaan Pencabulan 3 Anak di Luwu Timur

Dream - Tim asistensi Polri mendapat temuan baru terkait kasus dugaan pencabulan ayah kepada tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ditemukan fakta terjadinya peradangan pada alat vital korban.

" Tim melakukan interview pada tanggal 11 Oktober 2021 dan didapati keterangan bahwa terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur, sehingga ketika dilihat ada peradangan pada vagina dan dubur, diberikan antibiotik dan parasetamol obat nyeri," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono.

Rusdi menerangkan, interview dijalankan berdasar informasi yang diterima yaitu ketiga terduga korban sempat menjalani pemeriksaan medis di RS Vale Sorowako pada 31 Oktober 2019, ditangani dokter spesialis anak, Imelda. Tim kemudian melakukan interview kepada dokter yang bersangkutan.

Selain temuan peradangan, Rusdi mengatakan, dokter Imelda sempat menyarankan agar ketiga anak tersebut bersama tim supervisi diperiksakan ke spesialis kandungan. Ini untuk mengetahui ada tidaknya dugaan perbuatan cabul yang dialami ketiga korban.

" Ini juga menindaklanjuti saran dari dokter Imelda, maka tim supervisi minta para korban untuk melakukan pemeriksaan di dokter spesialis kandungan," kata Rusdi.

5 dari 7 halaman

Sempat Sepakat, Tapi Batal

Tentunya, kata Rusdi, pemeriksaan akan dijalankan dengan pendampingan dari ibu korban serta pengacara dari LBH Makassar. Ibu korban awalnya sepakat untuk pemeriksaan yang dijadwalkan Selasa, 12 Oktober 2021 dan memilih RS Vale Sorowako untuk tempatnya.

Secara tiba-tiba, ibu korban memutuskan membatalkan pemeriksaan tersebut. Demikian pula dengan pengacara korban.

" Dengan alasan anak takut trauma," kata dia.

 

© Dream
6 dari 7 halaman

Bukan Laporan Perkosaan

Rusdi juga mengatakan ditemukan fakta lain terkait kasus ini. Salah satunya, mengenai dugaan tindak pidana yang dilaporkan bukan perkosaan tetapi pencabulan.

" Penyidik menerima surat pengaduan dari saudari RS pada tanggal 9 Oktober 2019. Isi surat pengaduan ini, yang bersangkutan melaporkan bahwa diduga telah terjadi peristiwa pidana yaitu perbuatan cabul," kata Rusdi.

Rusdi kembali menegaskan laporan yang dibuat RS selaku ibu dari tiga korban adalah dugaan pencabulan. " Jadi bukan perbuatan tindak pidana perkosaan seperti yang viral di medsos dan juga menjadi perbincangan publik," kata dia.

Selain itu, terang Rusdi, tim juga mendapat informasi pada 9 Oktober 2019 penyidik melakukan pemeriksaan dan meminta hasil visum kepada Puskesmas Malili. Hasil tersebut diterima pada 15 Oktober 2019, ditandatangani dokter Nurul.

 

7 dari 7 halaman

Dapat Fakta Berbeda

Dari informasi tersebut, tim asistensi Polri melakukan interview dengan dokter yang bersangkutan. Interview dijalankan pada 11 Oktober 2021.

" Hasil interview tersebut, dokter Nurul menyampaikan bahwa hasil pemeriksaannya tidak ada kelainan pada organ kelamin dan dubur korban," kata dia.

Tim juga mendapatkan temuan lain yaitu pada 24 Oktober 2019, penyidik juga meminta hasil visum dari RS Bhayangkara Makassar. Hasil diterima pada 15 November 2019, ditandatangani dokter Deni Mathius.

" Hasilnya adalah yang pertama, tidak ada kelainan pada alat kelamin dan dubur, yang kedua, perlukaan pada tubuh lain tidak diketemukan," ucap Rusdi, dikutip dari Liputan6.com.

© Dream
Join Dream.co.id