Tanpa Drama Pagi, Murid Sekolah Ini Selalu Ingin Datang Lebih Pagi, Kok Bisa?

News | Rabu, 12 Juni 2019 17:01
Tanpa Drama Pagi, Murid Sekolah Ini Selalu Ingin Datang Lebih Pagi, Kok Bisa?

Reporter : Ahmad Baiquni

Ternyata, para siswa ini ingin...

Dream - Datang terlambat ke sekolah selalu jadi momok bagi para pelajar. Mereka yang gagal datang tepat waktu, harus bersiap-siap dengan hukuman yang bakal diberikan pengelola sekolah.

Tak mengherankan banyak siswa yang berusaha datang tepat waktu. Bila perlu mereka datang lebih awal dari teman-temannya.

Kebiasaannya inilah yang dilakukan seorang siswa di sebuah sekolah di Penang, Malaysia. Para pelajar di sekolah bernama SJK(T) Sungai Ara ini selalu datang lebih awal tanpa paksaan.

Dengan begitu, mereka punya lebih banyak waktu luang sebelum jam belajar dimulai. Sebagian besar waktu itu dimanfaatkan untuk bermain.

Dikutip dari The Star, sekolah ini menyediakan fasilitas bermain. Contohnya seperti wahana ular tangga raksasa yang bisa dimainkan para siswa.

Konsep ini merupakan gagasan sang kepala sekolah, S. Sangga, 57 tahun. Sekolah ini mulai menerapkan konsep bermain yang menyenangkan sejak Sangga ditugaskan di sana sejak 2011.

2 dari 3 halaman

Malas Bermain, Bisa Internetan atau Baca Buku

Menurut Sangga, para pelajar sering datang lebih awal, yaitu pada pukul 06.40 setiap hari. Sementara jam belajar dimulai pukul 07.40 waktu setempat sehingga ada banyak waktu untuk bermain.

" Jika mereka tidak mau bermain, para pelajar juga bisa membaca buku di pojok baca atau main internet di komputer yang dipajang di luar kelas," kata Sangga.

Bahkan, para pelajar dibolehkan menggunakan komputer sekolah untuk berselancar selama masa liburan. " Tetapi, mereka harus didampingi orangtuanya," kata Sangga.

Tak hanya fasilitas bermain, pola pembelajaran di luar kelas juga diterapkan di sekolah ini. Para guru dapat mengajak murid-muridnya belajar di luar kelas dan membiarkan mereka mengeksplorasi sekitarnya.

" Setiap Jumat, kami mengajak anak-anak berjalan-jalan keliling area. Pada Sabtu, kami ajak mereka mengumpulkan sampah di kawasan terpilih. Mereka jadi pahlawan anti-sampah. Tapi ini adalah pilihan, kami tidak memaksa mereka," kata dia.

3 dari 3 halaman

Berkegiatan Positif yang Menarik

Sangga mengatakan kegiatan yang dikelola sekolah ini diterima dengan sangat baik oleh para siswa. Bahkan tidak sedikit siswa yang marah jika tidak diberitahu mengenai pelaksanaan kegiatan sekolah.

" Beberapa orangtua memberitahu saya bagaimana para siswa mengancam kabur dari rumah jika tidak diizinkan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah," kata dia sembari tertawa.

Tidak ketinggalan, sekolah ini juga menerapkan larangan penggunaan plastik. Para siswa diarahkan untuk menggunakan barang-barang yang bisa didaur ulang.

Selain itu, makanan cepat saji juga tidak boleh dikonsumsi di sekolah ini. Kebijakan ini kemudian berubah menjadi kebiasaan seluruh warga sekolah.

" Makanan cepat saji tidak diizinkan di sini. Ini tidak hanya diterapkan di sekolah tapi para siswa juga mengajarkan orangtua mereka untuk melakukan hal yang sama di rumah," kata dia.(Sah)

Terkait
Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa
Join Dream.co.id