Pasien RSD Wisma Atlet Bertambah di 2 Hari, Begini Tren Kasus Covid-19 Jakarta

News | Jumat, 17 September 2021 16:12

Reporter : Ahmad Baiquni

Kasus positif harian di Jakarta justru menunjukkan penurunan.

Dream - Pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran dilaporkan mengalami penambahan dalam dua hari berturut-turut. Sebanyak 11 pasien baru masuk RSD Wisma Atlet pada Kamis dan lima pasien baru pada Jumat pagi ini.

Jika menyimak data perkembangan kasus positif Covid-19 harian di ibukota dalam dua hari terakhir memang terlihat ada lonjakan kasus pada Rabu, 15 September 2021. Mengutip data resmi dari Corona.jakarta.id, dilaporkan kasua positif harian melonjak menjadi 305 kasus.

Angka kenaikan kasus Covid-19 di Jakarta tersebut melonjak signifikan hingga 60 persen dari hari sebelumnya sebanyak 190 kasus. 

Namun, lonjakan kasus positif Covid-19 harian itu hanya berlangsung sesaat. Di hari berikutnya (Kamis, 16 September 2021), Satgas Penanganan Covid-19 di Jakarta melaporkan kasus harian turun sekitar 42 persen menjadi 176 kasus. Bahkan data tersebut menjadi yang terendah dalam sepekan ini.

Jika dilihat secara keseluruhan dalam sepekan ini, kasus positif harian di Jakarta awal pekan ini berada di level 187 kasus, disusul 190 kasus, 305 kasus, dan terakhir berada di kisaran 176 kasus.

Secara keseluruhan, total kasus Covid-19 di DKI Jakarta telah mencapai 855.600 kasus.

Pasien RSD Wisma Atlet Bertambah di 2 Hari, Begini Tren Kasus Covid-19 Jakarta
Petugas Melakukan Tes Swab PCR Lewat Fasilitas Drive Thru (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Kasus Aktif Berkurang

Tak hanya kasus positif harian yang relatif stabil meski sempat mengalami lonjakan di satu hari, perkembangan kasus aktif di Jakarta juga terus menunjukan tren menurun dalam pekan ini. 

Jika di awal pekan kasus aktif masih berada di kisaran 3.941, hingga kemarin jumlah pasien positif aktif dilaporkan sudah berkurang 827 kasus menjadi 3.114. Terakhir, kasus aktif berkurang sebanyak 175 kasus.

Pergerakan relatif stabil juga terjadi pada angka kasus sembuh harian di pusat wabah Covid-19 di Indonesia ini. Dalam rentang 12-16 September 2021, kasus sembuh dilaporkan berkisar antara 331 pada awal pekan ini dan tertinggi di 501 kasus pada Rabu (14 September 2021). 

Sementara dalam dua hari terakhir dilaporkan terjadi penurunan kasus sembuh dari 374 kasus menjadi 342 kasus. Total kasus sembuh di Jakarta hingga saat ini sudah mencapai 839.022 kasus.

Angka kasus meninggal juga relatif tak menunjukan lonjakan tajam. Kemarin, angka kasus meninggal harian turun menjadi 9 orang dari hari sebelumnya sebanyak 10 kasus.

Sementara tingkat kematian di DKI Jakarta kini sebesar 1,6 persen, masih lebih rendah dari darat-rata nasional di angka 3,3 persen.

 Kasus Covid-19 Jakarta© corona.jakarta.go.id

(Grafik Kasus COvid-19 di Jakarta/Sumber: corona.jakarta.go.id)

3 dari 6 halaman

Dua Hari Berturut-turut, Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Bertambah

Dream - Sempat berkurang, pasien Covid-19 masuk Rumah Sakit Darurat bertambah dalam dua hari berturut-turut. Penambahan terjadi pada sejak Kamis hingga Jumat pagi, 16-17 September 2021.

Kepala Penerangan Kogabwilhan-I, Kolonel Marinir Aris Mudian, mengungkapkan sebanyak 11 pasien baru dirawat di RSD Wisma Atlet pada Kamis dan lima pasien baru pada Jumat. Total pasien yang menjalani perawatan di RSD Wisma Atlet kini menjadi 548 orang.

" Jumlah pasien rawat inap terdiri dari 252 pria, 296 wanita," ujar Aris.

Sejak mulai beroperasi pada 23 Maret 2020, RSD Wisma Atlet telah merawat 127.744 pasien. Dari jumlah tersebut, 127.196 pasien telah keluar dari Wisma Atlet baik karena sembuh maupun dirujuk ke rumah sakit lain.

Jumlah pasien sembuh setelah menjalani perawatan Wisma Atlet sebanyak 125.575 orang. Sementara, 1.027 pasien dirujuk ke rumah sakit lain dan 594 pasien meninggal dunia.

 

4 dari 6 halaman

Data RSKI Pulau Galang

Aris turut melaporkan data penanganan Covid-19 di RSKI Pulau Galang. Hingga Jumat pukul 08.00 WIB, 273 pasien menjalani rawat inap dengan rincian 180 pasien pria dan 93 pasien wanita.

Dibandingkan Kamis, jumlah pasien yang dirawat berkurang lima orang. Sehingga hari ini pasien Covid-19 di RSKI Pulau Galang tercatat sebanyak 278 orang.

Sementara sejak beroperasi pada 12 April 2020 hingga hari ini, total pasien yang dirawat di RSKI Pulau Galang mencapai 16.337 orang. Dari jumlah tersebut, 16.064 pasien sudah keluar.

" Rincian pasien keluar rujuk ke rumah sakit lain 42 orang, sudah sembuh atau membaik 8.724 orang, suspek selesai perawatan 7.297 orang dan meninggal 1 orang," kata Aris, dikutip dari Merdeka.com.

5 dari 6 halaman

Penanganan Covid-19 di Indonesia Dipuji Sebagai Salah Satu Terbaik Dunia

Dream - Indonesia diklaim masuk dalam jajaran negara dengan penanganan Covid-19 terbaik dunia. Ini dilihat dari kemampuan Indonesia menurunkan kasus terkonfirmasi Covid-19 hingga 58 persen dalam waktu dua pekan.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan apresiasi tersebut diperoleh dari publikasi situs Ourworldindata.org, John Hopkins University CSSE Covid-19.

" Data yang terakhir diupdate pada 12 September kemarin menyatakan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia diapresiasi sebagai salah satu yang terbaik di dunia karena mampu menurunkan angka kasus hingga 58 persen dalam kurun waktu dua minggu," ujar 

Meski demikian, Nadia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada sebab potensi lonjakan kasus Covid-18 belum hilang. Terlebih varian COvid-19 terus bermunculnya sehingga meningkatkan risiko.

Nadia mengatakan tren positif dalam penanganan Covid-19 terus dipertahankan Indonesia. Indikator ini terlihat dari kecilnya angka kasus harian sejak empat bulan terakhir, yang sampai mencapai angka terendah 2.577 kasus pada awal pekan ini.

" Tren positif di hampir seluruh indikator merupakan salah satu bukti keseriusan kita semua untuk dapat mengendalikan pandemi Covid-19 di negara kita," kata dia.

6 dari 6 halaman

Dorong Masyarakat Ikut Vaksinasi

Tetapi, Nadia mengingatkan upaya terberat adalah mempertahankan tren positif tersebut. Dia pun mengajak masyarakat untuk terlibat dalam vaksinasi, dengan mengikutinya bagi yang belum mendapatkan vaksin.

Pemerintah menjamin vaksin terus tersedia dan didistribusikan ke seluruh daerah. Sehingga vaksin bisa langsung digunakan untuk masyarakat.

Percepatan vaksinasi menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan kesiapan daerah menuju masa transisi. Vaksinasi lanjut usia juga terus ditingkatkan mengingat angka kematian kelompok ini masih tinggi.

" Kami berharap stakeholder terkait, terutama di daerah, untuk menyusun kembali strategi dalam menjangkau populasi rentan seperti lansia, sesuai dengan keunikan masalah di masing-masing wilayah," kata Nadia, dikutip dari Merdeka.com.

Join Dream.co.id