Pasien Corona Ikut Konferensi dengan 250 Orang, Semua Panik

News | Minggu, 16 Februari 2020 10:00
Pasien Corona Ikut Konferensi dengan 250 Orang, Semua Panik

Reporter : Maulana Kautsar

Sekitar 800 orang dites.

Dream - Pemerintah Inggris sedang menghubungi seluruh delegasi yang menghadiri konferensi bus di London karena salah satu peserta dinyatakan positif terpapar virus corona, Covid-19.

Pasien perempuan tersebut berada di Konferensi Bus Inggris di QEII Centre London pada 6 Februari 2020. Setiap orang yang menghadiri Konferensi Bus Inggris telah dikirimi surat elektronik berisi peringatan bahwa mereka mungkin telah melakukan kontak dengan warga China di acara tersebut.

Public Health England memberi pemberitahuan mengenai siapa pun yang memiliki gejala terjangkit virus Corona untuk segera diisolasi dan menghubungi saluran bantuan NHS 111.

" Meskipun tingkat interaksi Anda di KTT tampaknya tidak signifikan, kami mengambil pendekatan pencegahan dan memberi tahu Anda," tulis surat elektronik, tulis Metro.co.uk.

Hampir 800 orang di sekujur Inggris telah dites setelah sembilan orang terkonfirmasi positif virus Corona. Di antara mereka, dua petugas kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Lewisham yang saat ini sudah dua minggu diisolasi. Sementara, dua sopir taksi online yang mengantar pasien perempuan tersebut ditangguhkan sampai dinyatakan benar-benar bersihd ari virus Corona.

Dua petugas kesehatan di Rumah Sakit Lewisham telah dimasukkan ke dalam isolasi selama dua pengemudi, sementara pengemudi Uber telah ditangguhkan.

Ada kekhawatiran virus Corona telah menyebar di London Underground dan orang-orang yang menunjukkan gejala terinfeksi didesak untuk tinggal di rumah dan menelepon layanan darurat 111.

2 dari 6 halaman

Proses Penyebaran

Pasien perempuan, yang berusia 20-an atau 30-an, merupakan warga negara China yang tinggal bersama keluarganya di London dan terserang Covid-19 di China.

Dia jatuh sakit setelah tiba di bandara Heathrow akhir pekan lalu. Setelah diuji di Lewisham A&E, pasien itu diperbolehkan pulang selama tiga hari, sebelum akhirnya dites kembali dan dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Dr Robin Thompson dari Universitas Oxford mengatakan, " Secara umum, jika kasus awal berada di daerah berpenduduk padat, maka risiko penularan dari orang ke orang menjadi lebih tinggi. Ini diperburuk oleh fakta bahwa London adalah pusat transportasi, dan bawah tanah dapat menyediakan jaringan untuk menyebarkan virus dengan cepat."

Departemen Kesehatan Inggris mengatakan pada Kamis 13 Februari 2020 bahwa 2.521 orang di Inggris telah diuji. Sebanyak 2.512 dikonfirmasi negatif dan sembilan orang positif.

3 dari 6 halaman

Ahli WHO: Virus Corona Bisa Infeksi Dua Pertiga Populasi Dunia

Dream - Di tengah kabar jumlah kasus virus korona yang melonjak secara drastis di China, seorang ilmuwan penyakit menular memperingatkan kemungkinan yang lebih buruk lagi.

Menurut Profesor Ira Longini, penasihat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengamati penularan virus di China, jumlah korban yang terjangkit bisa mencapai dua pertiga populasi dunia.

Profesor Longini memperkirakan bahwa pada akhirnya akan ada miliaran infeksi virus corona dari hitungan resmi saat ini yang mencapai sekitar 60.000 kasus.

Jika virus benar-benar menyebar dalam tingkat seperti yang diperkirakan, maka itu menunjukkan kegagalan Pemerintah China dalam melakuan isolasi ketat di negaranya, termasuk terhadap wilayah karantina yang dihuni oleh puluhan juta orang.

Pemodelan yang dibuat Profesor Longini didasarkan pada data yang menunjukkan bahwa setiap orang yang terinfeksi biasanya menularkan penyakit kepada dua hingga tiga orang lainnya.

Lambatnya pendeteksian virus dan relatif samarnya infeksi virus pada sebagian orang juga membuat sulit untuk melacak penyebarannya.

4 dari 6 halaman

Bahkan jika ada cara untuk mengurangi penularan hingga setengahnya, tetap saja sekitar sepertiga dari dunia akan terinfeksi.

" Mengisolasi kasus dan mengkarantina orang yang telah melakukan kontak dengan pasien virus Covid-2019 tidak akan menghentikan virus ini," kata Prof Longini.

Bukan hanya Prof Longini saja yang memperingatkan kemungkinan penyebaran yang jauh lebih besar dari virus Covid-2019 ini.

Prof Neil Ferguson, seorang peneliti di Imperial College London, memperkirakan bahwa sebanyak 50.000 orang dapat terinfeksi setiap hari di China.

Profesor Gabriel Leung, seorang profesor kesehatan masyarakat di Universitas Hong Kong, juga mengatakan hampir dua pertiga dari dunia dapat tertular virus jika dibiarkan tidak terkendali.

Perkiraan penyebaran bisa terungkap seiring dengan perkembangan epidemi, kata Prof Alessandro Vespignani, seorang ahli biostatistik di Northeastern University di Boston.

" Beberapa minggu ke depan mungkin memberikan lebih banyak informasi tentang seberapa mudah penyakit ini menyebar ke luar China, terutama jika lebih banyak tindakan dilakukan untuk mengendalikannya," kata Prof Alessandro.

Sumber: The Straits Times

5 dari 6 halaman

Jepang Laporkan Korban Pertama Meninggal Karena Virus Corona

Dream - Pasien wanita 80 tahun terinfeksi virus corona di Jepang dilaporkan meninggal pada Kamis kemarin. Kematian ini menjadi kasus pertama yang telah dikonfirmasi resmi oleh pemerintah.

Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato mengatakan pasien wanita dari Prefektur Kanagawa itu diketahui belum melakukan perjalanan ke luar negeri. Pasien ini baru diketahui terinfeksi virus dengan nama resmi Covid-19 setelah dia meninggal.

Wanita tersebut didiagnosis menderita radang paru-paru atau pneumonia dan menjalani perawatan intensif sejak 1 Februari. Pernapasannya mulai memburuk pada 6 Februari.

Pasien itu merupakan ibu mertua dari sopit taksi di Tokyo yang terkonfirmasi terjangkit virus pada Kamis.

Pejabat Kota Tokyo menjelaskan sopir berusia 70 tahunan itu tidak mengangkut pengunjung asing dalam dua pekan sebelum dia menunjukkan tanda-tanda terjangkit pada 29 Januari.

Otoritas kesehatan hingga saat ini masih melacak penyebab sopir tersebut bisa terpapar corona.

6 dari 6 halaman

Kasus Terjangkit Capai 251 Orang

Jepang kini tengah bergelut dengan penyebaran virus penyebab pneumonia. Pada Kamis kemarin, ada 44 kasus infeksi tambahan berasal dari kapal pesiar Diamond Princess yang merapat di Pelabuhan Yokohama dan terpaksa dikarantina.

Di Prefektur Wakayama, ahli bedah berusia 50 tahunan menjadi dokter pertama di Jepang yang terpapar virus. Tidak diketahui apakah dia memiliki kontak dekat dengan pengunjung asal China atau tidak.

Kasus terkini, seorang pemuda 20 tahunan asal Prefektur Chiba yang diuji dinyatakan positif terjangkit pada Kamis. Sehingga total kasus infeksi yang terkonfirmasi menjadi 251 di seluruh Jepang, dengan jumlah terbesar yaitu 218 kasus berasal dari penumpang dan kru kapal pesiar Diamond Princess.

Virus corona diketahui masuk ke Jepang melalui para turis dari China, khususnya Wuhan. Tetapi, besarnya kasus penduduk lokal yang terjangkit tanpa sebelumnya bepergian ke luar negeri telah meningkatkan kewaspadaan di negara tersebut.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan pemerintah menyiapkan total anggaran mencapai 15,3 miliar yen, setara Rp1,9 triliun, untuk tindakan darurat seperti pengembangan cepat perangkat pengujian. Juga untuk memastikan sebanyak 600 juta masker tersedia dalam sebulan.

Sumber: The Mainichi

Terkait
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam
Join Dream.co.id