Pasal Perkosaan RUU KUHP Diperluas, Suami Perkosa Istri Bisa Dipenjara 12 Tahun

News | Selasa, 15 Juni 2021 12:40

Reporter : Ahmad Baiquni

Pasal ini menghapus frasa 'di luar perkawinan'.

Dream - Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP) kembali menuai polemik. Ini karena terdapat sejumlah pasal pada draf yang ternyata masih mengundang penolakan.

Dalam RUU KUHP yang saat ini beredar, terdapat sejumlah kategori pidana yang mengalami perubahan. Salah satunya yaitu perkosaan.

Pada draf RUU tersebut, pidana perkosaan diatur dalam Pasal 479. Pasal tersebut juga mengatur ketentuan pidana untuk perbuatan cabul.

Pasal 479 ayat (1) memuat ketentuan pemaksaan bersetebuhan dengan ancaman kekerasan. Tidak disebutkan adanya frasa 'di luar perkawinan'.

 

Pasal Perkosaan RUU KUHP Diperluas, Suami Perkosa Istri Bisa Dipenjara 12 Tahun
Ilustrasi
2 dari 4 halaman

Isi Pasal Perkosaan di RUU KHUP

(1) Setiap Orang yang dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan memaksa seseorang bersetubuh dengannya dipidana karena melakukan perkosaan, dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.
(2) Termasuk Tindak Pidana perkosaan dan dipidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi perbuatan:
a. persetubuhan dengan seseorang dengan persetujuannya, karena orang tersebut percaya bahwa orang itu merupakan suami/istrinya
yang sah;
b. persetubuhan dengan Anak; atau
c. persetubuhan dengan seseorang, padahal diketahui bahwa orang lain tersebut dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya.
(3) Dianggap juga melakukan Tindak Pidana perkosaan, jika dalam keadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan
perbuatan cabul berupa:
a. memasukkan alat kelamin ke dalam anus atau mulut orang lain;
b. memasukkan alat kelamin orang lain ke dalam anus atau mulutnya
sendiri; atau
c. memasukkan bagian tubuhnya yang bukan alat kelamin atau
suatu benda ke dalam alat kelamin atau anus orang lain.
(4) Dalam hal Korban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) adalah Anak dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.
(5) Dalam hal Korban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Anak dan dipaksa untuk melakukan persetubuhan dengan orang lain dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.
(6) Jika salah satu tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (3) mengakibatkan Luka Berat dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.
(7) Jika salah satu tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (3) mengakibatkan matinya orang, pidana ditambah 1/3 (satu per tiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (6).
(8) Jika Korban sebagaimana dimaksud pada ayat (4) adalah Anak kandung, Anak tiri, atau Anak dibawah perwaliannya, pidana ditambah 1/3 (satu per tiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (4).

 

3 dari 4 halaman

Pasal Perkosaan di KUHP Sebelum Revisi

Sementara pada KUHP sebelum revisi, pidana perkosaan diatur dalam beberapa pasal mulai 285 hingga 288. Sedangkan perbuatan cabul diatur dalam Pasal 289 hingga 291.

Pada Pasal 285, disebutkan pemaksaan bersetubuh dengan wanita di luar pernikahan. Berikut rincian pasalnya.

Pasal 285
Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
Pasal 286
Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
Pasal 287
(1) Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umumya belum lima belas tahun, atau kalau umurnya tidak jelas, bawa belum waktunya untuk dikawin, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
(2) Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan, kecuali jika umur wanita belum sampai dua belas tahun atau jika ada salah satu hal berdasarkan pasal 291 dan pasal 294.
Pasal 288
(1) Barang siapa dalam perkawinan bersetubuh dengan seormig wanita yang diketahuinya atau sepatutnya harus didugunya bahwa yang bersangkutan belum waktunya untuk dikawin, apabila perbuatan mengakibatkan luka-luka diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, dijatuhkan pidana penjara paling lama delapan tahun.
(3) Jika mengakibatkan mati, dijatuhkan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
Pasal 289
Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

 

4 dari 4 halaman

Belum Ada Draf Baru

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, mengatakan draf yang beredar saat ini merupakan naskah terakhir. Dia menegaskan belum ada draf baru mengenai RUU KUHP yang diajukan Pemerintah.

" Draf baru kalau Pemerintah sudah resmi kirim dan ajukan ke DPR, yang beredar itu tidak bisa disebut draf baru," ujar Arsul saat dikonfirmasi.

Draf tersebut seharusnya disahkan pada 2020 namun batal. Sejak saat itu, Arsul mengatakan belum ada lagi draf dari Pemerintah.

" Belum ada draf final," kata Arsul.

Join Dream.co.id