Pandemi Covid-19, PBNU Minta Umat Muslim Salat Tarawih dan Idul Fitri di Rumah

News | Minggu, 5 April 2020 18:30
Pandemi Covid-19, PBNU Minta Umat Muslim Salat Tarawih dan Idul Fitri di Rumah

Reporter : Mutia Nugraheni

Demi mengurangi risiko penularan, salat tarawih hingga Idul Fitri dianjurkan di rumah.

Dream - Sampai saat ini kasus pandemi Covid-19 belum menunjukkan angka penurunan. Setiap hari di Indonesia, jumlah korban jiwa malah terus bertambah. Kondisi ini tentunysa sangat memprihatinkan.

Salah satu dampaknya adalah umat muslim tak bisa ke masjid untuk berjamaah karena bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19 secara lebih masif. Padahal, tidak lama lagi bulan suci Ramadan datang.

Terkait hal ini pihak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau pengurus NU, warga NU, dan masyarakat secara umum untuk tetap menyelenggarakan salat tarawih dan salat idhul fitri di rumah masing-masing.

Imbauan ini disampaikan dalam Surat Instrukti PBNU Nomor 3945/C.I.34/03/2020 tentang Protokol NU Peduli Covid-19 dan Surat Instrukti Nomor 3952/C.I.34/03/2020 pada 3 Maret 2020 atau 9 Sya’ban 1441 H.

“ Imbauan pelaksanaan ibadah Ramadhan di rumah ini disesuaikan dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah masing-masing sebagai ikhtiar NU untuk menahan laju dan memutus mata rantai sebaran Covid-19,” kata Ketua PBNU H Robikin Emhas, dikutip dari NU Online.

2 dari 7 halaman

Tetap Mempererat Silahturahmi

PBNU juga meminta masyarakat untuk melaksanakan ibadah wajib dan meningkatkan ibadah melalui ibadah sunnah, yaitu sedekah, tadarus Al-Qur’an, wirid, mujahadah, itikaf, mendoakan orang-orang terdahulu, dan jenis ibadah lainnya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah terutama pada bulan Ramadan selama darurat Covid-19.

Tak lupa, masyarakat muslim diingatkan untuk terus memperkuat tali silaturrahim, menjaga hubungan sosial antar sesama dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, dan bahu-membahu membangun solidaritas untuk melakukan pencegahan Covid-19.

Semua dilakukan dengan tetap berpegang pada kebijakan pembatasan sosial (social distancing) dan jarak fisik (physical distancing). Mengutip Kitab Al-Minhajul Qawim karya Ibnu Hajar Al-Haitami, LBM PBNU menyebutkan uzur yang dapat menggugurkan kewajiban mengikuti shalat Jumat dan kesunnahan menghadiri salat jamaah termasuk salat tarawih dan salat idhul fitri, yaitu hujan yang dapat membasahi pakaian, salju, cuaca dingin baik siang maupun malam, sakit (berat) yang membuatnya sulit untuk mengikuti salat Jumat dan salat jamaah, dan kekhawatiran atas gangguan keselamatan jiwanya, kehormatan dirinya, atau harta bendanya.

Selengkapnya baca di NU Online

3 dari 7 halaman

Tak Sholat Jumat 3 Kali Saat Wabah Corona Jadi Kafir? Ini Penjelasan Ulama

Dream - Sholat Jumat termasuk salah satu ibadah inti dalam Islam. Ibadah ini berlaku wajib bagi pria muslim, tetapi sunah bagi muslimah. Bisa dibilang, Sholat Jumat mengandung konsekuensi sangat besar untuk orang yang sengaja melalaikannya.

Lazim kita mendengar seorang Muslim yang dengan sengaja meninggalkan Sholat Jumat sebanyak tiga kali tanpa alasan yang dibenarkan, dia bisa dikategorikan sebagai seorang kafir.

Sejak wabah corona melanda di bulan Maret yang lalu, banyak masjid tidak menyelenggarakan Sholat Jumat atas imbaun pemerintah dan ulama di seluruh dunia. Ini dimaksudkan untuk mencegah potensi jemaah tertular wabah virus corona.

 Tak Sholat Jumat 3 Kali Saat Wabah Corona Jadi Kafir? Ini Penjelasan Ulama© Dream

Di Indonesia sendiri, sejumlah masjid diketahui tidak menyelenggarakan ibadah Sholat Jumat minimal dua kali. Jemaah diimbau sholat di rumah dan menggantinya dengan Sholat Zuhur.

Tetapi, masih banyak orang yang ragu dan khawatir menjadi kafir jika meninggalkan Sholat Jumat di tengah virus corona. Apakah benar hukum status kafir berlaku bagi mereka yang meninggalkan Sholat Jumat tiga kali di tengah wabah virus corona seperti sekarang?

 

4 dari 7 halaman

Ini Penjelasannya

Ada baiknya menyimak penjelasan seorang dai, Ustaz Khalid Basalamah. Dia membuat video penjelasan mengenai masalah ini dan diunggah kembali oleh akun Instagram @makassar_iinfo.

Dalam video tersebut. Ustaz Khalid mengatakan ancaman kafir ditetapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW kepada mereka yang tahawun atau bermalas-malasan. Yaitu mereka yang meninggalkan Sholat Jumat tanpa uzur dan hanya karena malas.

" Tapi ini ada uzur, ini lain, insya Allah tidak ada hitungannya," kata Ustaz Khalid.

Sampai lebih dari tiga kali meninggalkan Sholat Jumat karena menghindari virus corona, Ustaz Khalid menilainya tidak ada masalah. Sebab, cara tersebut merupakan bagian dari menerapkan perintah Rasulullah untuk mengindari bahaya.

" Jadi kita tidak boleh menyusahkan orang. Anda kalau masuk ke masjid sementara Anda tidak sadar menyebarkan corona kepada mereka atau Anda tertimpa (terkena virus corona), kan jadi masalah," kata Ustaz Khalid.

Lebih lanjut, Ustaz Khalid meminta umat Islam tidak perlu khawatir.

5 dari 7 halaman

Simak Kata Ustaz Khalid Basalamah

      Lihat postingan ini di Instagram

Apakah menjadi kafir ??? . Video : Keeponsunnah

Sebuah kiriman dibagikan oleh OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) pada

6 dari 7 halaman

Doa Memohon Keselamatan dan Keberkahan Negeri

Dream - Situasi di Indonesia saat ini tidak sedang menghadapi cobaan. Ancaman virus corona covid-19 yang telah menjangkiti ribuan orang membuat masyarakat khawatir.

Semua orang tengah berusaha menjaga kesehatan pribadi atau keluarganya demi mencegah dari penularan virus corona.

Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan situasi akan kembali seperti sedia kala. Banyak yang memprediksi dampak virus ini akan terus terjadi dalam satu dua bulan ke depan.

Tentu, kita berharap virus corona dapat segera lenyap dari negeri ini. Salah satu langkah sederhana adalah dengan melindungi diri agar tidak tertular atau menularkan virus Covid-19 kepada orang lain.

Selain berbagai ikhtiar yang sudah dilakukan, sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk membaca doa di bawah ini agar negeri kita selamat dan terberkahi. Doa ini merupakan doa Nabi Ibrahim AS yang terdapat dalam Surat Al Baqarah ayat 126.

 

7 dari 7 halaman

Doa Keselamatan Negeri

 Doa Keberkahan Negeri© dream.co.id

Rabbij'al hadza baladan aminan warzuq ahlahu minats tsamarati man amana minhum billahi wal yaumil akhir.

Artinya,

" Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian."

Join Dream.co.id