Otak Penyekapan Karyawan EO di Pulomas Menyerahkan Diri

News | Kamis, 16 Januari 2020 18:30
Otak Penyekapan Karyawan EO di Pulomas Menyerahkan Diri

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Pelaku menyerahkan diri pagi tadi

Dream - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, otak penyekapan MS, karyawan event organizer (EO), di sebuah rumah di Jalan Pulo Mas Barat 4, Pulogadung, Jakarta Timur, menyerahkan diri.

" Pagi tadi pria inisial A menyerahkan diri, jadi sudah empat tersangka yang diamankan," ujar Yusri dikutip dari Liputan6.com, Kamis 16 Januari 2020.

Selain sebagai otak penyekapan, A merupakan pemilik perusahaan tempat korban bekerja. A memerintahkan AP, JC, dn AJ untuk menculik korban di rumahnya. Setelah itu, korban dibawa ke sebuah rumah di Pulomas, Jakarta Timur.

" Atas perintah dari pemilik perusahaan inisial A yang menjadi DPO, kemudian korban dijemput di kediamannya dan dilakukan penyekapan," ucap dia.

A memerintahkan tiga pelaku lainnya karena korban telah menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp21 juta. Korban juga telah mengakui kalau dia telah menggelapkan uang tersebut.

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam Pasal 333 dan Pasal 352 KUHP, tentang tindak pidana merampas kemerdekaan dan atau penganiayaan. " Ancaman hukuman sekitar 8 tahun," kata Yusri.

(Sumber: Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

2 dari 8 halaman

Korban Penyekapan di Pulomas Sempat Dianiaya

Dream - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, MS korban penyekapan di sebuah rumah di Jalan Pulo Mas Barat 4, Pulogadung, Jakarta Timur sempat mengalami penganiayaan.

" Memang dilakukan penganiayaan ke korban, disundut rokok dan dipukul," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.

Meski demikian, korban selama disekap hampir delapan hari itu selalu diberi makan oleh pelaku.

" Setiap hari dikasih makan. Hasil keterangan awal korban, dikasih makan satu hari satu kali," ucap dia.

 

3 dari 8 halaman

Kesal dengan Korban

Otak pelaku penyekapan tak lain pemilik perusahaan yang menjadi tempat korban bekerja. Pelaku merasa kesal dengan korban yang menggelapkan uang perusahaan senilai Rp21 juta.

Dari pemeriksaan polisi, korban juga mengakui telah menggelapkan uang perusahaan untuk kebutuhan sehari-hari.

" Memang tindakan si pemilik perusahaan ini seharusnya melaporkan (penggelapan uang), tapi dia melakukan tindakan sendiri," ujar Yusri.

Hingga kini, polisi telah menangkap tiga orang pelaku yang bertugas untuk menjaga korban selama disekap. Sementara, otak pelaku yang juga pemilik perusahaan berinisial A hingga kini masih buron.

4 dari 8 halaman

Kronologi Penyekapan Karyawan EO di Pulomas

Dream - Aparat Polda Metro Jaya mengugkap kasus penyekapan dan penculikan dengan korban berinisial MS di sebuah rumah di Jalan Pulo Mas Barat 4, Pulogadung, Jakarta Timur pada Rabu, 15 Januari 2020. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, MS merupakan karyawan perusahaan event organizer (EO) berinisial PT OHP.

" Penggerebekan terhadap satu rumah di PT OHP berdasarkan informasi dari istri korban yang melaporkan ke Polda Metro Jaya, bahwa suaminya disekap lebih kurang 8 hari, sejak 8 Januari 2020," ujar Yusri di kantornya, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.

Mendapat laporan tersebut, polisi kemudian mendatangi lokasi dan menemukan tiga pelaku yang bertugas untuk menjaga korban agar tidak kabur.

5 dari 8 halaman

Alasan Penyekapan

Dari keterangan korban yang sudah diamankan, modus penyekapan terjadi karena pelaku menganggap korban telah menggelapkan uang perusahaan.

" Korban adalah salah satu manager dari PT OHP, selama kurun lebih November sampai dengan Desember ini, hasil audit ada uang perusahaan yang digelapkan sekitar Rp21 juta lebih yang dilakukan si korban," ucap dia.

Pemilik perusahaan, berinisial A, kini masih buron. Diduga dia memerintahkan tiga orang pelaku untuk menjemput korban di rumahnya. Setelah itu, korban dibawa ke Pulomas.

" Ini sementara masih kita dalami semuanya, karena ada tiga tersangka yang kita amankan," kata dia.

6 dari 8 halaman

Inikah Aksi Perampokan Terbodoh di Dunia?

Dream - Aksi perampokan pasti jadi pengalaman paling menakutkan dan tidak pernah diharapkan oleh kita semua. Selain menggasak barang, perampok yang kalap terkadang bisa bertindak berlebihan.

Akan tetapi, bagaimana jadinya jika sekumpulan perampok malah melakukan aksi yang terbilang 'bodoh'.

Hasilnya bisa dilihat dalam aksi perampokan sebuah toko rokok elektronik di Charleroi, Brussels di Belgia ini.

Melansir BBC, sekawanan perampok berjumlah enam orang menyantroni toko perlengkapan rokok elektronik milik Didier pada siang hari bolong.

Usai diancam, Didier yang gugup menyarankan kawanan perampok itu untuk pulang dulu saja, kemudian kembali lagi pada sore hari saat tokonya sudah laris dan ia memiliki banyak uang.

7 dari 8 halaman

Perampok pun Percaya

Didier mengatakan, selama 14 menit ia mencoba bernegosiasi dan bersikap ramah dengan kawanan perampok tersebut.

" Memang ada sedikit kejadian dorong-dorongan, dan pergulatan" kata Didier.

" Saya saat itu tidak memberikan apa pun kepada mereka, tetapi mengatakan jika mereka kembali lagi ke toko saya nanti, uang yang terkumpul di toko saya mungkin akan sekitar 2.000 sampai 3.000 euro (sekitar Rp34 juta hingga 54 juta)" lanjutnya.

Lucunya, kawanan perampok itu percaya. Mereka kemudian hengkang untuk datang lagi pada sore hari.

" Saya lalu menelepon polisi, dan polisi yakin bahwa kawanan itu tidak akan kembali."

8 dari 8 halaman

Mereka Kembali

Namun benar saja, apa yang ditakutkan Didier pun terjadi. Tepat pukul 17.30, satu jam sebelum toko itu tutup, kawan perampok itu datang kembali.

Namun Didier masih saja membuat alasan kepada mereka bahwa uang yang terkumpul masih belum banyak.

Gerombolan itu pun masih percaya, mereka pergi lagi dan kembali satu jam kemudian. Apes, kali ini polisi sudah siap di belakang toko untuk menangkap mereka.

Para perampok amatir itu pun ditangkap, salah satunya adalah seorang anak di bawah umur.

" Ini seperti komedi," kata Didier, sang pemilik toko kepada BBC melalui telepon. " Mereka kini dijuluki maling paling goblok di Belgia."

(Sumber: bbc.com)

Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak
Join Dream.co.id