Negara Arab Dicekam Topan Shaheen, UEA dan Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya Banjir

News | Selasa, 5 Oktober 2021 15:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Oman sudah diterjang topan Shaheen yang menyebabkan banjir parah dan dilaporkan 12 warganya tewas akibat bencana ini.

Dream - Oman dilanda banjir parah setelah dihantam Topan Shaheen. Sedikitnya 12 orang tewas akibat padai tersebut.

Bencana ini membuat tiga negara tetangga Oman yaitu Uni Emirat Arab dan Arab Saudi mengeluarkan peringatan bahaya untuk warganya. Otoritas dua negara tersebut meminta masyarakat berhati-hati ketika keluar rumah saat hujan lebat.

Polisi di UEA berpatroli di dekat pantai dan lembah memantau pergerakan air. Hujan lebat dianggap berpotensi menimbulkan gangguan pada keamanan dan keselamatan masyarakat.

Pegawai pemerintah dan swasta di Al Ain yang berbatasan dengan Oman diminta bekerja dari rumah mulai Senin. Otoritas juga meminta penduduk tidak meninggalkan rumah kecuali untuk urusan darurat.

" Pihak berwenang bekerja secara proaktif sepanjang waktu untuk mengevaluasi unit perumahan di daerah yang diperkirakan terkena dampak dan mengevakuasi keluarga ke lokasi yang aman sampai keadaan membaik," demikian pernyataan Kantor Media Pemerintah Abu Dhabi.

Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi menyerukan kewaspadaan di sejumlah wilayah mulai Senin hingga Jumat nanti. Diperkirakan, angin kencang dan banjir melanda sejumlah kawasan, demikian pengumuman Kantor Berita Kerajaan Saudi.

Negara Arab Dicekam Topan Shaheen, UEA dan Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya Banjir
Banjir Di Muscat, Oman (Aljazeera)
2 dari 4 halaman

Picu Angin Kecepatan 120-150 Km/jam

Topan Shaheen menghantam Oman pada Minggu dengan angin kencang dan hujan lebat dan membanjiri jalan-jalan. Bencana tersebut mendorong evakuasi dari daerah pesisir dan beberapa penerbangan dari dan menuju ibu kota Muscat ditangguhkan.

Televisi Pemerintah Oman menyiarkan kondisi jalan raya dan lembah yang tergenang saat badai terjadi. Dampaknya turunannya bahkan sampai melanda UEA.

Ketika melintasi daratan, topan itu memicu angin dengan kecepatan antara 120 dan 150 km/jam, kata pihak berwenang Oman. Itu memicu terjadinya gelombang laut hingga 10 meter.

Rekaman video dari penyiar Oman menunjukkan kendaraan terendam ketika orang-orang mencoba melewati banjir dengan air berwarna coklat dan berlumpur. Hujan dengan curah hingga hingga 500cm diperkirakan turun di beberapa daerah, meningkatkan risiko banjir bandang.

 

3 dari 4 halaman

12 Warga Tewas

Komite Nasional untuk Manajemen Darurat Oman mengumumkan pada Senin sore tujuh kematian tambahan akibat badai. Sehingga total korban tewas menjadi 12.

Topan yang sama juga melanda Iran. Televisi Pemerintah Iran mengabarkan tim penyelamat menemukan mayat satu dari lima nelayan yang hilang di Pasabandar, sebuah desa nelayan dekat perbatasan Republik Islam dengan Pakistan.

Sebelumnya pada Minggu, Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad mengaku khawatir dengan adanya enam nelayan tewas karena topan.

 

4 dari 4 halaman

Topan Mulai Mereda

Departemen Meteorologi India, lembaga peramal cuaca terbaik untuk topan yang menyapu Samudra Hindia, mengatakan angin dari Shaheen sekarang berhembus hingga 90 kph dan akan terus melemah. Lembaga tersebut memperkirakan badai akan melemah menjadi depresi tropis dalam beberapa jam mendatang.

Komite darurat nasional Oman mengatakan pasokan listrik akan diputus di Al Qurm, timur ibu kota, untuk menghindari kecelakaan. Badan-badan bantuan mengevakuasi lebih dari 2.700 orang ke tempat penampungan darurat.

Sebagian besar dari 5 juta penduduk negara pengekspor minyak itu tinggal di Muscat dan sekitarnya. Pihak berwenang mengatakan jalan-jalan di ibu kota hanya akan dibuka untuk kendaraan dalam keadaan darurat dan pekerjaan kemanusiaan sampai badai mereda, dikutip dari Aljazeera.

Join Dream.co.id