Oknum Anggota TNI yang Diduga Bantu Rachel Vennya Kabur Karantina Dinonaktifkan

News | Jumat, 15 Oktober 2021 14:30

Reporter : Ahmad Baiquni

Penonaktifan efektif berlaku sejak Kamis kemarin.

Dream - Kapendam Jaya, Kolonel Arh Herwin BS, menyatakan pihaknya telah menonaktifkan anggota TNI berinisial FS, karena diduga memfasilitasi kaburnya selebgram Rachel Vennya dari karantina. Penonaktifan berlaku efektif sejak Kamis kemarin (14 Oktober 2021).

" Sudah dinonaktifkan, artinya dari kemarin setelah Panglima acara di Serpong, yang bersangkutan sudah dinonaktifkan untuk dikembalikan ke kesatuan," ujar Herwin.

Dia mengungkapkan pemeriksaan terus dikembangkan untuk melacak ada tidaknya anggota TNI lain yang juga terlibat. Pemeriksaan dijalankan baik di bandara maupun di RSDC Wisma Atlet Pademangan, lokasi karantina Rachel hingga akhirnya kabur.

" Jadi yang dipanggil inikan Satgas, ada Satgas Bandara, Satgas Pademangan, ini yang kami sampaikan kemarin, pemeriksaan dari hulu ke hilir," kata dia.

 

Oknum Anggota TNI yang Diduga Bantu Rachel Vennya Kabur Karantina Dinonaktifkan
Rachel Vennya
2 dari 7 halaman

Ngaku Tak Terima Imbalan

Dia juga menegaskan pemeriksaan dijalankan ke setiap personel yang diduga terlibat. Sementara FS sendiri sudah menjalani pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan, kata Herwin, FS mengaku tidak menerima imbalan. Sedangkan motif FS masih dalam pendalaman.

" Untuk motif apa dan bagaimana ini masih dalam pemeriksaan Sat Intel," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 7 halaman

Rachel Vennya Minta Maaf, Nikita Mirzani: Gak Bisa Minta Maaf Doang!

Dream - Nikita Mirzani kembali memberikan komentar pedas tentang pelanggaran yang dilakukan Rachel Vennya saat karantina.

Menurut Nikita, kasus Rachel Vennya tidak cukup dengan permintaan maaf di sosial media. Menurutnya, kasus Rachel diusut tuntas dan harus dipertanggung jawabkan.

Seandainya kasus ini selesai dengan permintaan maaf, maka penjara akan sepi jika pelanggaran hukum selesai hanya dengan minta maaf.

 Komentar pedas Nikita ke kasus Rachel Vennya© Komentar pedas Nikita ke kasus Rachel Vennya

" Gak bisa minta maaf doang. Kalau minta maaf gampang banget, gak usah ada pak polisi. Penjara sepi," tulis Nikita Mirzani dikutip Dream dari akun instagramnya, Jumat 15 Oktober 2021.

" Terus kalau sudah minta maaf, orang-orang yang lagi karantina sekarang boleh dikeluarin nggak? Harus fair biar sama kayak elo cuma 3 hari di karantina..!"  imbuh Nikita Mirzani.

4 dari 7 halaman

Peringatan Tegas Nikita

 Komentar pedas Nikita ke kasus Rachel Vennya© Komentar pedas Nikita ke kasus Rachel Vennya

Mantan istri Dipo Latief ini memberikan peringatan keras terhadap pemerintah atas kasus yang dilakukan Rachel Vennya.

Menurut dia kalau kasus Rachel dibiarkan begitu saja maka Indonesia sebaiknya tidak usah ada lagi karantina. Sebab, jika Rachel lolos maka pemerintah tidak adil memperlakukan warganya.

"  Kalau @rachelvennya ga diusut, ga usah lagi ada karantina di Indonesia. Apa-apa ga pernah fair heran deh ini negara. Saya minta di wisma atlet sama tim nggak dikasih. malahan saya dikatain gempel sama nerizen dibilang ga mampu bayar hotel,"  kata Nikita.

Selain itu, Nikita menganggap perlakukan Rachel dengannya berbeda. Ia tidak bisa memilih wisma atlet sebagai tempat karantina dan harus di hotel mahal dengan fasilitas yang kurang memuaskan.

Ibu tiga anak ini dengan tegas meminta uangnya dikembalikan saat karantina di hotel kalau kasus Rachel Vennya dibiarkan begitu saja.

" Lah ini yang duitnya banyak lagi kenapa bisa ditarus di wisma atlet sih. Cuman 3 hari terus bisa holiday di Bali. kenapa ga ditawar in hotel mahal buat karantina. kembalikan duit saya deh kalau kaya gini judulnya maaah,"  tuturnya.

5 dari 7 halaman

Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Menkes: Dia Harusnya Dihukum

Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan selebgram Rachel Vannya seharusnya segera masuk karantina. Dia menilai kaburnya Rachel merupakan pelanggaran aturan karantina.

" Dia harusnya masuk karantina lagi dan dihukum supaya jangan melanggar lagi," ujar Budi.

Aturan karantina, tambah Budi, ditetapkan bukan semata untuk kepentingan satu dua orang, tetapi untuk menyelamatkan banyak orang.

Sementara pelanggaran aturan karantina bukan semata urusan pribadi pelakunya. Sebab, pelanggaran itu justru mendatangkan risiko yang besar bagi masyarakat.

" Kalau dia melanggar itu, dia memberikan risiko ke publik, ke masyarakat," kata Budi, dikutip dari Merdeka.com.

6 dari 7 halaman

Proses Hukum Berjalan

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menyatakan, proses hukum terhadap pelanggaran karantina berjalan. Dia menegaskan aturan yang berlaku ditegakkan demi keselamatan bersama.

" Terkait kasus WNI yang meninggalkan masa karantina di Wisma Atlet sebelum waktunya, maka Pemerintah memastikan proses hukum sedang berjalan," kata Wiku dalam konferensi pers virtual.

Dia mengingatkan seluruh pelaku perjalanan internasional untuk taat aturan. Jika terjadi pelanggaran, maka akan ada sanksi tegas.

" Jangan melanggar karena akan dikenakan sanksi yang tegas," kata Wiku.

7 dari 7 halaman

Oknum TNI Bantu Rachel Diperiksa Satgas Covid-19

Sementara, Kapendam Jaya, Kolonel Artileri Pertahanan Udara (Arh) Herwin BS mengungkapkan oknum anggota TNI yang diduga membantu kaburnya Rachel diperiksa oleh Satgas Covid-19. Demikian pula dengan tenaga kesehatan, tenaga pengamanan, serta beberapa pihak yang diduga terlibat.

" Pemeriksaan terkait dari tenaga atau orang yang mengatur secara prosedur tentang mekanisme di lapangan untuk didapatkan kebenaran datanya," kata Herwin.

Terkait sanksi, Herwin belum bisa memberikan keterangan. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan di Satgas Covid-19.

" Ini masih menunggu," kata dia.

Join Dream.co.id