Novel Baswedan dan 74 Pegawai Dinonaktifkan KPK

News | Selasa, 11 Mei 2021 19:53
Novel Baswedan dan 74 Pegawai Dinonaktifkan KPK

Reporter : Ahmad Baiquni

Novel menyatakan akan melakukan perlawanan.

Dream - Komisi Pemberantasan Korupsi menonaktifkan Novel Baswedan dan 74 pegawai lain yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan. Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021 pada 7 Mei 2021, ditandatangani Ketua KPK Firli Bahuri.

Surat edaran tersebut membuat poin penting yaitu daftar nama pegawai yang tidak memenuhi syarat dalam proses pengalihan status pegawai KPK menjadi pegawai Aparatur Sipil Negara. Kemudian, tugas 75 pegawai tersebut diserahkan kepada atasan.

Terkait keputusan ini, Novel Baswedan menyatakan sikap tegas akan melakukan perlawanan. Dia akan segera berkoordinasi dengan koalisi masyarakat sipil anti-korupsi.

" Maka sikap kami jelas, kami akan melawan," ujar Novel.

Novel menyatakan segera berkoordinasi dengan kuasa hukum dan koalisi masyarakat sipil anti-korupsi. Dia menilai ada kejanggalan pada SK penonaktifan tersebut.

" Nanti ada tim kuasa hukum dari koalisi sipil yang ingin melihat itu karena agak lucu juga, SK-nya kan SK pemberitahuan hasil assesmen, tapi kok di dalamnya menyebut menyerahkan tugas dan tanggung jawab, bukan pemberhentian lho," kata Novel.

Sumber: Merdeka.com

2 dari 4 halaman

Edhy Prabowo Ditangkap Tim Penindakan KPK, Dipimpin Novel Baswedan

Dream - Tim penindakan KPK menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu dini hari, 25 November 2020. Kabarnya, Novel Baswedan memimpin pergerakan tim tersebut.

" Novel Baswedan penyidik senior KPK salah satu yang memimpin kegiatan itu," ujar sumber dalam KPK dikutip dari Liputan6.com.

Wakil Ketua KPK, Ali Gufron, mengatakan Edhy tidak ditangkap sendirian. KPK juga mengamankan keluarga Edhy dan pegawai KKP.

" Ada beberapa dari KKP dan keluarga yang bersangkutan," kata Gufron.

Menurut Ghufron, Edhy ditangkap terkait dugaan korupsi ekspor benih lobster.

Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie

3 dari 4 halaman

Potret Menteri KKP Edhy Prabowo Sebelum Ditangkap KPK

Dream - Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap KPK. Ia dijemput lembaga antikorupsi itu saat baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

Edhy diciduk sekitar pukul 01.23 WIB, Rabu 25 November 2020, ketika baru pulang dari luar negeri. Penangkapan terkait kasus ekspor benih lobster.

Sebelum ditangkap, Edhy Prabowo sempat membagikan postingan kunjungannya di Amerika Serikat.

Ada berbagai kegiatan, berikut ulasannya:

4 dari 4 halaman

Berkunjung ke Hawaii

Menteri pengganti Susi Pudjiastuti itu baru saja berkunjung ke Amerika Serikat. Ia sempat mengunjungi Hawaii untuk memantau budidaya udang.

Edhy Prabowo juga menandatangani kesepakatan dengan Oceanic Institute of Hawaii Pacific University.

"Kerjasama ini mencakup transfer teknologi dan pengetahuan terkait produksi induk udang unggul melalui pembangunan Broodstock Center Udang di Indonesia," ujar Edhy Prabowo melalui Instagram.

      View this post on Instagram      

A post shared by Edhy Prabowo (@edhy.prabowo)

"Bila kita mampu menghasilkan indukan udang vaname sendiri, target produksi udang nasional 1,5 juta ton per tahun pada 2024 Insya Allah terpenuhi. Tentunya dibarengi dengan langkah strategis lain seperti penyederhanaan izin operasional budidaya, kemudahan pinjaman modal, hingga perbaikan sarana dan prasana tambak yang saat ini sudah berjalan, lanjut Edhy Prabowo.

Join Dream.co.id