Nekat! Gelar Resepsi Nikah Saat Gunung Taal Meletus

News | Selasa, 14 Januari 2020 19:02
Nekat! Gelar Resepsi Nikah Saat Gunung Taal Meletus

Reporter : Sugiono

Di tengah erupsi Gunung Taal, keduanya tetap melanjutkan acara hingga selesai.

Dream - Siapa pun, pasti menginginkan pesta pernikahan digelar dengan penuh khidmat tanpa gangguan. Namun tidak demikian dengan pasangan pengantin asal Filipina, Chino Vaflor dan Kat Palomar.

Meskipun erupsi gunung berapi terjadi hanya 20 km dari lokasi, Chino dan Kat tetap menggelar pernikahan mereka.

Cerita unik ini bermula ketika fotografer pernikahan Randolf Evan tengah mengambil gambar persiapan pernikahan Chino dan Kat.

Pernikahan Chino dan Kat digelar di Savanna Farm by Solange di Kota Alfonso, Provinsi Cavite. Sebagian wilayah ini terletak di kaki Gunung Taal.

2 dari 7 halaman

Berpikir Aman dari Aktivitas Gunung Berapi

Awalnya Randolf melakukan pemotretan seperti biasa. Namun dia kemudian melihat aktivitas yang tidak biasa dari gunung berapi tersebut.

Namun Randolf memutuskan untuk tetap melanjutkan acara pernikahan Chino dan Kat.

" Kami tetap melanjutkannya, berpikir bahwa aktivitasnya tidak mungkin meningkat," kata Randolf.

Randolf berpikir mereka akan 'aman' dari aktivitas gunung berapi, karena Savanna Farm terletak di dataran tinggi.

Untuk berjaga dari hal yang tak diinginkan, Randolf tetap memantau status Gunung Taal melalui media sosial.

3 dari 7 halaman

Terkena Abu dan Lumpur

Namun, acara resepsi pernikahan Chino dan Kat harus dihentikan ketika abu yang jatuh makin tebal dengan disertai lumpur.

 Kilat di dalam gulungan awan dari letusan Gunung Taal.© Randolf Evan Photography

Meski begitu Chino dan Kat masih sempat bertukar cincin, berdansa dan memberikan sambutan di acara pernikahan mereka.

Seluruh keluarga, kerabat, dan teman-teman yang hadir tetap berada di tempatnya hingga acara pernikahan berakhir.

4 dari 7 halaman

Potret Pernikahan di Tengah Erupsi Gunung Berapi

Randolf bahkan membagikan foto-foto pernikahan Chino dan Kat yang tak akan terlupakan sepanjang hidup mereka.

 Abu dan awan tebal letusan Gunung Taal jadi latar belakang.© Facebook Savanna Farm Tagaytay by Solange

Dalam salah satu foto awal dan abu tebal terlihat di latar belakang saat pasangan itu saling melempar senyuman.

 Pernikahan tetap berjalan di tengah erupsi Gunung Taal.© Randolf Evan Photography

Di foto yang lain memperlihatkan acara resepsi pernikahan berlangsung meriah sementara kilat menyambar di dalam gulungan awan di latar belakang.

 Resepsi pernikahan terpaksa dipersingkat karena abu dan lumpur Gunung Taal.© Facebook Savanna Farm Tagaytay by Solange

Jika diperhatikan, foto-foto pernikahan Chino dan Kat bahkan tampak spektakuler. Latar belakang pernikahan mereka lain daripada yang lain.

5 dari 7 halaman

Foto Prewedding yang Gegerkan Dunia Ini Dibuat di Indonesia

Dream - Saat membuat foto untuk prewedding, pasangan pengantin pasti memilih latar belakang yang terlihat romantis dan indah. Kebun, pantai, atau hutan, kerap menjadi pilihan.

Namun tidak demikian dengan pasangan calon pengantin Danny Ong dan Krystle Tee asal Malaysia ini.

Mereka memutuskan memilih latar yang benar-benar anti-mainstream untuk foto prewedding, yaitu di lereng gunung berapi yang masih aktif.

Sang fotografer, Keow Wee Loong, mengaku mendapat tantangan dari Danny dan Krystle yang ingin membuat foto prewedding yang lain daripada biasanya.

 Pre-Wedding© dream.co.id

Tanpa banyak pertimbangan, Keow menerima tantangan dari pasangan calon pengantin itu dengan antusias.

" Sepasang pengantin bertanya apa aku tahu tempat paling seram untuk latar belakang foto prewedding mereka. Aku langsung bilang 'Sudah, tantangan kalian aku terima'," tulis Keow di akun media sosialnya.

6 dari 7 halaman

Ternyata Dibuat di Gunung Indonesia

Mau tahu lokasi prewedding yang menjadi pilihan Keow? Ternyata cukup mengejutkan. Dia mengarahkan pasangan calon pengantin itu ke puncak Gunung Ijen di Kabupaten Banyuwangi.

 Pre-Wedding© dream.co.id

Pilihan Keow untuk latar belakang prewedding itu memang benar-benar tak terduga, karena selama ini tidak terpikirkan oleh fotografer asal Indonesia.

Seperti kita tahu, puncak Gunung Ijen terkenal dengan pemandangan api birunya yang indah ketika dilihat pada malam hari.

 Pre-Wedding© dream.co.id

Tentu saja lokasi yang akan digunakan untuk pemotretan tidak bisa diakses oleh kendaraan. Karena itu, Danny dan Krystle harus mendaki gunung selama tiga jam.

 Pre-Wedding© dream.co.id

Selain itu, mereka juga harus waspada dengan petugas yang menjaga wilayah lereng Gunung Ijen. Karena kalau sampai ketahuan, acara pemotretan prewedding jadi berantakan.

 

7 dari 7 halaman

Perjuangan Menuju Puncak

Karena harus mendaki lereng yang terjal dan tertutup asap belerang, gaun Krystle sedikit rusak di sana-sini.

Saat melakukan pemotretan, Keow mengaku bisa merasakan hawa panas dari lava gunung yang meletup-letup.

Satu-satunya perlindungan yang mereka gunakan adalah masker gas untuk melindungi pernapasan.

 Pre-Wedding© dream.co.id

" Menghirup gas belerang yang keluar dari gunung berapi sangat berbahaya bagi tubuh manusia," kata Keow.

Akhirnya, proses pemotretan prewedding Danny dan Krystle berlangsung selama lima jam, mulai dari jam 6 sore hingga 11 malam.

Namun jerih payah mereka terbayarkan dengan foto prewedding yang terlihat indah dan menakjubkan.

 Pre-Wedding© dream.co.id

Keow memang dikenal sebagai fotografer yang berani menantang bahaya demi mendapatkan foto yang luar biasa.

Sebelum ini, Keow membuat heboh dunia maya setelah dia menyelinap ke kota Fukushima yang terpapar radioaktif untuk mengambil foto di sana pada Juli 2016.

Dunia juga pernah takjub kepada Keow yang berani naik ke jembatan tertinggi di dunia untuk melamar kekasihnya yang asli Polandia pada Desember 2016 lalu.

(Sumber: worldofbuzz.com)

Join Dream.co.id