Langgar PSBB Transisi DKI, 2 Karaoke, 2 Spa dan 4 Restoran Ditutup

News | Rabu, 24 Juni 2020 11:02
Langgar PSBB Transisi DKI, 2 Karaoke, 2 Spa dan 4 Restoran Ditutup

Reporter : Ahmad Baiquni

Tempat usaha tersebut terdiri dari restoran ada DJ-nya, spa dan karaoke.

Dream - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta melakukan tindakan tegas dengan menutup delapan tempat usaha. Sebabnya, delapan tempat itu terbukti melanggar aturan yang berlaku selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

" Yang saya ingat karaoke ada dua, terus ada beberapa restoran, empat kalau nggak salah, terus ada spa dua, semuanya melanggar protokol kesehatan," ujar Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurniawan, dikutip dari Liputan6.com.

Menurut Cucu, empat tempat makan ditutup paksa karena ternyata ada hiburan disjoki atau DJ di dalamnya. Sementara spa dan karaoke juga ditutup karena beroperasi padahal belum diizinkan.

Restoran yang ditutup berada di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Sedangkan spa yang disegel berlokasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan karaoke ada di Jakarta Pusat.

" Kebanyakan Jakut, di PIK. Terus ada juga di selatan satu, spa dua di Pasar Minggu. Kalau restoran melanggar itu yang ada DJ-nya di PIK," kata dia.

 

2 dari 5 halaman

Ditutup Satpol PP

Seluruh tempat usaha itu sudah ditutup oleh Satpol PP DKI Jakarta. Sementara Disparekraf hanya memberikan rekomendasi dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Lebih lanjur, Cucu mengatakan pihaknya tidak langsung merekomendasikan untuk ditutup. Awalnya diberikan teguran dan baru disegel oleh Satpol PP jika membandel.

" Kita awalnya persuasif dulu yang bandel kita tegur, kita lihat lagi besoknya kalau masih bandel minta Satpol PP tindak," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Rinaldo

3 dari 5 halaman

Klaster Liburan, Korsel Resmi Lawan Covid-19 Gelombang Kedua

Dream - Otoritas Kesehatan Korea Selatan untuk pertama kalinya secara resmi menyatakan Negeri Ginseng itu tengah berjuang melawan gelombang kedua Covid-19.

Upaya penanganan akan difokuskan pada populasi di ibu kota, seiring meningkatnya kasus positif akibat liburan pada Mei lalu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KCDC) sebelumnya mengatakan gelombang pertama Covid-19 belum benar-benar berakhir.

Tetapi pada Senin, Direktur KCDC Jeong Eun-kyeong, menyatakan sangat jelas liburan akhir pekan di awal Mei menjadi penanda dimulainya gelombang baru infeksi yang berfokus di wilayah Seoul lebih luas, yang sebelumnya tercatat hanya ada beberapa kasus.

" Di kawasan metropolitan, kami yakin di sanalah gelombang pertama terjadi dari Maret ke April, demikian juga dari Februari ke Maret," kata Jeong.

" Lalu kami mendapati gelombang kedua dipicu oleh liburan bulan Mei sudah terjadi," kata dia melanjutkan.

 

4 dari 5 halaman

Petaka di Awal Mei

Akhir Februari, Korsel melaporkan kenaikan kasus sangat tinggi. Rata-rata per hari mencapai lebih dari 900 kasus, menjadikan negara itu sebagai area terjangkit terluas pertama di luar China.

Pelacakan kontak secara intensif dan kampanye tes bisa mengurangi angka satu digit di akhir April..

Tetapi hanya beberapa saat usai negara itu mengumumkan untuk melonggarkan aturan jaga jarak di awal Mei, kasus baru bermunculan.

Kebanyakan terjadi pada kelompok muda akibat mengunjungi klub malam dan bar di Seoul sepanjang liburan akhir pekan.

 

5 dari 5 halaman

Prediksi Meleset

" Kami awalnya memperkirakan gelombang kedua muncul saat musim gugur atau musim dingin. Perkiraan kami ternyata salah. Selama orang masih punya kontak dekat dengan orang lain, kami yakin infeksi akan berlanjut," kata Jeong.

Pada Minggu tengah malam, Korsel melaporkan 17 kasus baru infeksi Covid-19. Ini pertama kalinya terjadi di hampir sebulan di mana kasus baru turun hingga di bawah 20.

Angka tersebut merupakan penurunan dari dua hari sebelumnya sebanyak 48 dan 67 kasus baru. Sedangkan total kasus Covid-19 di Korsel menapai 12.438 kasus, dengan angka kematian sebesar 280 orang.

Jeong pun menyerukan agar masyarakat terus waspada. Mereka baru boleh melepas masker dalam keadaan tertentu di cuaca panas selama dalam jarak 2 meter dari orang lain.

Sumber: Straits Times

Join Dream.co.id