Aulia Kesuma, Istri Muda yang Bakar Suami dan Anak Tiri Dituntut Hukuman Mati

News | Jumat, 5 Juni 2020 11:30
Aulia Kesuma, Istri Muda yang Bakar Suami dan Anak Tiri Dituntut Hukuman Mati

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Aulia membunuh dengan cara meracuni keduanya, kemudian dimasukkan ke dalam mobil dengan maksud dibuang dan dibakar sebelum diterjunkan ke jurang di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Dream - Masih ingat dengan kasus Aulia Kesuma, seorang istri di Sukabumi yang tega membunuh suami dan anak tirinya dengan cara diracun dan dibakar dalam mobil? Kini pelaku dan anaknya, Geovanni Kelvin Oktavianus harus mendapat ganjaran akibat perbuatan kejinya. 

Jaksa Penuntut Umum Sigit Hendardi dalam Persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang digelar secara online, pada Kamis 4 Juni 2020 menuntut vonis hukuman mati kepada Aulia Kesuma dan Geovanni. Keduanya diduga kuat telah merencanakan pembunuhan dan membakar suami dan anak tirinya.

" Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa satu Aulia Kesuma dengan pidana mati. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dua, Geovanni Kelvin Oktavianus Robert dengan pidana mati," kata JPU Sigit Hendardi dalam persidangan online di PN Jakarta Selatan, Kamis 4 Juni 2020.

Menurut Sigit, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas tindak pindana pembunuhan berencana. Tindak pidana ini sebagai mana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP sesuai dakwaan primair dari penuntut umum.

Dalam tuntutannya, JPU menilai tidak ada hal yang bisa meringankan aksi terdakwa. Sebaliknya, terdakwa justru melakukan berbagai hal-hal yang memberatkan dakwaannya seperti perbuatan menghilangkan banyak nyawa yakni nyawa korban Edi Candra Purnama dan Muhammad Adi Pradana.

" Perbuatan terdakwa dilakukan secara sadis, perbuatan para terdakwa menarik perhatian masyarakat dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat," kata Sigit sebagaimana dikutip Liputan6.com dari laman Antara.

JPU juga menggunakan keterangan saksi-saksi yang berjumlah 18 orang, serta hasil visum terhadap korban dan berita acara sebagai petunjuk yang diuraikan dalam fakta-fakta yuridis yang dipaparkan di persidangan.

 

2 dari 4 halaman

Fakta-Fakta Aksi Keji Aulia Kesuma

Berdasarkan uraian fakta-fakta yang dimiliki, JPU menilai perbuatan terdakwa telah jelas dan terang memperliatkan adanya peristiwa pidana yang dilakukan oleh Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin sesuai surat dakwaan dari Penuntut Umum.

Berbekal fakta tersebut, JPU menyakini terdapat petunjuk bahwa terdakwa melakukan aksi kejinya pada hari Jumat tanggal 23 Agustus 2019 sekira pukul 23.30 WIB dan pada hari Sabtu tanggal 24 Agustus 2019 sekira pukul 04.30 WIB di tempat tinggal terdakwa dan korban di Lebak Bulus I KAV 129 B/U 15 RT 003, RW 005 Kelurahan Lebak Bulus Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan. Korbannya adalah Edi Candra Purnama dan Muhammad Adi Pradana.

" Dengan demikian, alat bukti petunjuk ini dapat digunakan dalam pembuktian perkara berdasarkan Pasal 188 KUHAP," kata Sigit.

JPU juga memaparkan analisis yuridis tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan kedua terdakwa dengan berpedoman kepada putusan-putusan hakim terdahulu seperti Arrest Hoge Raad tanggal 23 Juli 1937 dan Arrest Hoge Raad tanggal 16 Juli 1894.

Dengan demikian, unsur sebagai yang melakukan dan yang turut serta melakukan telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum sesuai hasil analisa yuridis yang meliputi pembuktian alat-alat bukti yang sah terhadap unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan dalam dakwaan primair melanggar Pasal 340 jo. 55 ayat (1) ke-1 KUHP tersebut di atas.

" Dengan mendasarkan pada ketentuan Pasal 183 jo. 184 ayat (1) KUHAP kami berpendapat bahwa seluruh unsur tindak pidana yang didakwakan dalam dakwaan primair telah dapat kami buktikan. Oleh karena dakwaan primair telah terpenuhi dan terbukti secara sah dan meyakinkan, maka kami tidak perlu lagi membuktikan dakwaan subsidair dan selebihnya," kata Sigit.

 

 

 

3 dari 4 halaman

Kasus pembunuhan berencana terhadap Edi Candra Purnama, 54 tahun, alias Pupung Sadili dan anaknya Muhammad Adi Pradana, 24 tahun, terjadi akhir Agustus 2019. Kala itu tersangka Aulia terdesak utang kepada pihak bank yang akhirnya mendorong wanita tersebut untuk menghabisi Pupung dan anak tirinya.

Aulia membunuh dengan cara meracuni keduanya. Jasad korban selanjutnya dimasukkan ke dalam mobil untuk dibuang dan dibakar sebelum diterjunkan ke jurang di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam aksi sadisnya, Aulia dibantu oleh putranya Geovanni Kelvin Oktavianus, serta dua orang eksekutor Kusmanto dan Muhammad Nursaid yang dibayar untuk menghabisi nyawa suami beserta anak tirinya itu.

Selain itu, juga ada tersangka lainnya Karsini, Rody Saputra Jaya, dan Suprianto yang ikut membantu Aulia merencanakan pembunuhan.

 

4 dari 4 halaman

Diberi Kesempatan Pernyataan Pembelaan

Usai pembacaan putusan majelis hakim memberikan kesempatan kepada Aulia Kesuma yang berada di Lapas Pondok Bambu serta Geovanni Kelvin yang berada di Lapas Cipinang untuk menyampaikan tanggapannya.

Hakim menanyakan apakah para terdakwa akan menyampaikan pembelaan sendiri atau melalui pengacaranya. Kedua terdakwa memutuskan untuk menyampaikan pembelaan bersama kuasa hukumnya.

Hakim lalu menunda sidang dengan agenda pembelaan terdakwa (pledoi) yang akan digelar pada Senin 8 Juni mendatang.

(Sah, Liputan6.com)

 

Join Dream.co.id