Haji 2020 Ditunda, Begini Nasib Perlengkapan Ibadan Calon Jemaah

News | Senin, 6 Juli 2020 15:01
Haji 2020 Ditunda, Begini Nasib Perlengkapan Ibadan Calon Jemaah

Reporter : Ahmad Baiquni

Jemaah haji yang sudah melakukan pelunasan akan mendapatkan perlengkapan berupa kain ihram, mukena dan kain batik haji.

Dream - Pemerintah telah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji untuk tahun ini dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan. Di sisi lain, Kementerian Agama sebetulnya sudah menyiapkan perlengkapan untuk para jemaah haji 1441 H/2020 M.

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nasrullah Jasam, perlengkapan haji musim ini, termasuk souvenir, sudah disiapkan untuk jemaah yang melakukan pelunasan.

Bagi jemaah yang sudah mendapatkan perlengkapan dan souvenir haji dari Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji, maka tahun depan tidak akan mendapat lagi. Perlengkapan dan souvenir tersebut berisi antara lain kain ihram, mukena, serta kain baik haji.

" Kami berkoordinasi dengan pihak BPS BIPIH, sesuai KMA (Keputusan Menteri Agama) 494 Tahun 2020, jemaah yang sudah mendapatkan perlengkapan haji tahun ini tidak akan mendapatkan lagi di tahun berikutnya," ujar Nasrullah, dikutip dari Kemenag.

 

2 dari 5 halaman

Untuk jemaah meninggal yang porsinya dilimpahkan kepada ahli waris yang berbeda jenis kelamin, maka perlengkapannya menjadi berbeda. Menurut Nasrullah, sesuai kesepakatan dengan BPS, maka perlengkapan yang sudah diterima dapat diganti

" Misalkan jemaah haji meninggal dunia adalah laki-laki dan ahli waris penggantinya berjenis kelamin perempuan, maka disepakati kain ihramnya diambil dan diganti dengan mukena," kata dia.

Sedangkan untuk gelang jemaah, Nasrullah menyebut semuanya sudah jadi. Tinggal penulisan nama, kloter, dan tahun keberangkatan.

" Itupun tergantung dengan Nota Kesepahaman (MoU) penetapan kuota jemaah haji oleh Arab Saudi. Tergantung situasi apakah kuota masih 221 ribu atau bertambah atau juga bisa jadi berkurang," ucap dia.

 

3 dari 5 halaman

Terkait dokumen perjalanan haji, Kemenag tengah menyiapkan video tutorial yang menjelaskan alur penyelesaian dokumen dengan e-visa. Video akan dibagikan kepada seluruh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan Kankemenag kabupaten kota.

" Karena alur penyelesaian dokumen haji akan di-Kanwilkan dan di-Kankemenagkan, karena itu kita tidak mungkin melakukan sosialisasi sampai dengan Kankemenag yang jumlahnya 500-an. Maka kita buat semacam video tutorial juknis (petunjuk teknis) penyelesaian alur dokumen dengan e-visa," kata Nasrullah.

4 dari 5 halaman

Kemenag Siapkan Sistem Pendaftaran Haji Online dan Mobile

Dream - Kementerian Agama tengah menyiapkan sistem yang akan memudahkan umat Islam melakukan pendaftaran haji. Sistem tersebut nantinya dapat diakses secara online maupun mobile.

" Kita siapkan dua inovasi untuk memudahkan calon jemaah haji Indonesia yang ingin mendaftar haji, yakni melalui layanan mobile dan layanan online," ujar Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Muhajirin Yanis, dikutip dari Kemenag.

Muhajirin mengatakan inovasi tersebut merupakan pengembangan dari layanan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji yang sudah online sejak dua tahun lalu. Ketika itu, pendaftaran belum dapat dijalankan secara online karena belum ada regulasinya.

Kebutuhan hadirnya layanan pendaftaran haji online dinilai cukup mendesak ketika pandemi Covid-19 terjadi. Sebab, pendaftaran haji yang masih manual sangat terbatas dan hanya bisa diakses lima orang calon jemaah sehari.

" Rancangan Peraturan Menteri Agama atau RPMA terkait ini sudah dibahas sejak tahun lalu. Regulasi ini antara lain menjelaskan makna diktum pendaftaran haji di kantor Kemenag yang ada dalam UU No 8 tahun 2019," ucap Muhajirin.

5 dari 5 halaman

Rancangan regulasi tersebut memberikan perluasan makna kantor tidak sebatas bangunan fisik. Lebih dari itu, kantor dimaknai dengan layanan virtual.

Jika regulasi tersebut terbit, kata Muhajirin, pendaftaran haji bisa dilakukan lebih mudah dan fleksibel. Calon jemaah bisa mendaftar lewat layanan web online atau mobile yang ditempatkan di sejumlah titik sehingga tidak harus datang ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

" Jadi pendaftaran bisa dari mana saja. Misal calon jemaah sedang berada di luar kota atau bahkan luar negeri, tapi KTP-nya Gorontalo, maka dia bisa mendaftar haji dari kota atau negara tersebut untuk kuota Gorontalo melalui layanan online yang disiapkan," ucap dia.

Saat ini, format layanan tersebut sudah selesai disusun. Kini persiapan tinggal mengenai server dan pengamanan.

" Kita tidak perlu lagi kesulitan harus ada lembar pendaftaran, semua sudah berbasis digital," tutup Muhajirin.

Terkait
Join Dream.co.id