Najwa Shihab Sedih Lihat Foto Ini, Bikin Hati Bergetar

News | Rabu, 20 Mei 2020 15:01
Najwa Shihab Sedih Lihat Foto Ini, Bikin Hati Bergetar

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Foto tersebut menunjukkan kisah sedih petugas berpakaian APD akan memakamkan jenazah bayi.

Dream - Pandemi virus corona yang sedang dihadapi Indonesia menimbulkan banyak luka dan tangis. Sementara para garda terdepan pandemi Covid-19 terus berjuang membantu pasien dengan lapang dada dan ikhlas.

Berbagai dukungan juga mengalir kepada berbagai pihak yang saat ini ada di ujung tombak melawan wabah Covid-19, baik paramedis, kepolisian, tim pemulasaran jenazah, petugas kebersihan dan banyak profesi lainnya.

Tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, virus corona lama kelamaan mengubah kebiasaan masyarakat salah satunya prosesi pemakaman. Sebelum wabah datang, pemakaman jenazah biasanya dilakukan sesuai ketentuan masing-masing agama. Namun untuk mencegah penulara, pemakaman banyak dilakukan dengan prosedur kesehatan yang dibuat tim gugus tugas.

Belum lama ini, presenter Najwa Shihab mengunggah sebuah gambar yang menunjukan prosesi pemulasan jenazah beserta tim yang mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat dan face shield.

Dalam foto tersebut, nampak terlihat sebuah peti bertuliskan  mati seukuran bayi sedang dipersiapkan untuk dikebumikan.

" Foto ini bikin hati amblas..
Reposted from @ussfeeds
'The smallest coffins are the heaviest..' indeed. @pmi_bantul
@pusdalopsbantul @hafizh_tama," tulis Najwa dalam unggahannya tersebut.

2 dari 6 halaman

Baru Berusia 10 Hari

Menurut informasi, jenazah bayi dimakamkan oleh PMI Bantul dan BPBD DIY yang meninggal saat berusia 10 hari.

Dalam foto yang di unggah tersebut, terlihat salah satu petugas yang mengenakan baju hazmat bertuliskan, " Surga menantimu dek bayi."

Berbagai komentar pilu memenuhi unggahan Najwa Shihab tersebut. Sebagian besar netizen mengucapkan belasungkawa dan mendoakan sang bayi.

3 dari 6 halaman

Ini Unggahannya

      Lihat postingan ini di Instagram

Foto ini bikin hati amblas...Reposted from @ussfeeds “The smallest coffins are the heaviest..” indeed. @pmi_bantul @pusdalopsbantul @hafizh_tama #USSFeed - #regrann

Sebuah kiriman dibagikan oleh Najwa Shihab (@najwashihab) pada

4 dari 6 halaman

Kisah Prihatin Perawat Covid-19: Disemprot Disinfektan dan Diteriaki Virus

Dream - Pandemi Covid-19 telah memicu kecemasan bahkan kepanikan bagi segelintir orang. Di tengah kondisi seperti saat ini, para tenaga medis tetap berupaya merawat para pasien positif Corona meski menyadari nyawa adalah taruhan mereka. 

Pengorbanan para dokter, perawat, dan tenaga rumah sakit ini diapresiasi banyak orang di berbagai negara dengan cara berbeda. Namun sayangnya, masih ada saja masyarakat yang tidak menghargai pengorbanan yang telah dilakukan para tenaga medis tersebut.

Dilansir dari World of Buzz, seorang perawat di Singapura mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di lingkungan tempat tinggalnya. Para tetangga kerap menjauhi dan melecehkannya setelah mereka mengetahui perawat tersebut bekerja untuk menangani pasien Covid-19.

Kejadian tersebut diungkapkan melalui video singkat yang diunggah oleh akun Facebook The Online Citizen Asia pada 17 Mei 2020. Unggahan tersebut kemudian menjadi viral.

5 dari 6 halaman

Diteriaki Virus dan Disemprot Disinfektan

Dalam video berdurasi 1 menit tersebut, terlihat para tetangga yang dikenalnya selama lima tahun terakhir terus mengejek, menghina bahkan menyemprotkan cairan yang diduga disinfektan ke tubuh si perawat dan anaknya.

Sambil menyemprotkan cairan dari balik pintu besi yang terkunci, para tetangga yang seperti tak punya hati nurani itu meneriakkan 'Virus, virus, virus' berulang kali kepada sang perawat yang tak disebutkan namanya tersebut. Untungnya, cairan tersebut tidak mengenai mata sang anak.

" Ini adalah situasi saat saya pulang ke rumah sekarang. Saya ragu itu akan berhenti selema kita masih bertetangga dan saya bekerja sebagai perawat," tulis perawat proa dalam video tersebut.

" Apa yang terjadi pada 'tepuk tangan untuk garda depan' dan lagu 'home'?! Ini ada kenyataan yang garda depan alami saat ini," tambahnya.

 

6 dari 6 halaman

Laporan Tak Digubris Polisi

Perawat tersebut kemudian mengajukan laporan kepada pihak berwenang atas insiden tersebut. Namun sang perawat masih sangat menyayangkan karena ternyata dirinya masih tetap menghadapi pelecehan walaupun sudah melaporkan.

Hingga saat ini belum ada kejelasan yang diambil otoritas Singapura. Namun banyak warga Singapura yang memberikan dukungan dan semangat kepada perawat pria dan anaknya tersebut.

Patut diingat bahwa selama masa-masa sulit ini, diskriminasi pekerjaan tidak dapat diterima di masyarakat. Kita semua sebagai makhluk sosial harus menghargai dan menghormati frontliner yang terus mempertaruhkan hidup mereka untuk orang lain.

(Sah, Sumber: Worldofbuzz.com)

Join Dream.co.id