Ditangkap Semalam, Musisi Ananda Badudu Dilepas Pagi Ini?

News | Jumat, 27 September 2019 10:41

Reporter : Maulana Kautsar

Diamankan polisi karena dana aksi kemanusiaan bagi korban demo.

Dream - Musisi dan jurnalis Vice Indonesia, Ananda Wardhana Badudu diamankan Polda Metro Jaya. Ananda diamankan di rumah kontrakannya Gedung Sarana Jaya, Jalan Tebet Barat IV Raya, Jakarta Selatan, pukul 04.28 WIB.

Sebelum diamankan Polda Metro Jaya, sempat menuliskan pesan terakhir di Twitter-nya.

" Saya dijemput polda karena mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa," tulis Ananda, Jumat, 27 September 2019.

Ananda juga sempat mengunggah foto aparat keamanan yang membawa surat penangkapannya.

 

Informasi menyebut, pagi ini Ananda Badudu dilepaskan kepolisian. Tetapi hingga kini belum ada konfirmasi resmi. 

 

Ditangkap Semalam, Musisi Ananda Badudu Dilepas Pagi Ini?
Musisi Dan Jurnalis Ananda Badudu (Foto: Instagram @anandabadudu)
2 dari 6 halaman

Rekam Penangkapan, Ditegur Polisi

Di Instagram pribadinya, Ananda sempat merekam penangkapannya. Dia sempat adu mulut dengan polisi.

" Dari mana Pak?" tanya mantan vokalis band Banda Neira ini. 

 Polisi membawa surat penangkap (Foto: Instagram Ananda Badudu)an
© Instagram Ananda Badudu

 

Polisi membawa surat perintah penangkapan (Foto: Instagram Ananda Badudu)

 

" Dari Polda, ini mau ngapain? Matiin dulu lah," jawab salah satu polisi.

Ananda Badudu sempat memeriksa kelengkapan tanda pengenal milik anggota polisi.

Saat Ananda ingin melihat dan memfoto surat perintah penangkapan, dia mendapat perlawanan. Tak berselang, Ananda mengunggah cuitan di akun twitternya.

 

3 dari 6 halaman

Dukungan

Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyebut Ananda menggalang dana untuk aksi kemanusiaan.

" Ananda menggalang dana bersama yang digunakan untuk keperluan kemanusiaan. Ia selalu menyampaikan perkembangan penggunaan dananya kepada publik. Penangkapan terhadapnya adalah pelanggaran atas demokrasi! #BebaskannandaBadudu," tulis Kontras di Twitter resminya.

Sementara itu, Vice Indonesia akan mendukung terus Ananda dan menegaskan integritasnya sebagai jurnalis.

" Selama menjadi jurnalis VICE Indonesia (2018-2019), 
@anandabadudu konsisten menjaga integritas, profesionalitas, dan selalu berpihak pada kemanusiaan. Redaksi menilai dukungannya bagi aksi mahasiswa meneguhkan komitmen pribadi yang sudah teruji itu," tulis Vice Indonesia.

4 dari 6 halaman

1 Mahasiwa Kendari Tewas Saat Demonstrasi, 1 Kritis

Dream - Satu orang mahasiswa Universitas Halu Oleo tewas saat berunjuk rasa. Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2016, meninggal.

Randi diduga tewas akibat luka tembak di bagian dada sebelah kanan. Satu mahasiswa lainnya dilaporkan kritis. 

Muhammad Yusuf Kardwi, mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2018. Dilaporkan Inikata Sultra, Yusuf kritis akibat luka di bagian kepala.

Kepala Penerangan Korem 143/HO, Mayor Arm Sumarsono. Dia meninggal pukul 18.15 Wita.

" Benar. Satu korban kritis yang sempat ditangani RS TNI dan dirujuk ke RSUD Bahteramas sudah meninggal dunia," ujar Sumarsono.

Sesaat sebelum insiden, terjadi kericuhan antara mahasiswa dan polisi di depan Kantor DPRD Povinsi Sulawesi Tenggara sekitar pukul 16.40 Wita.

Saat itu, massa demo mahasiswa berusaha masuk ke depan gedung sekretariat DPRD sejak aksi mulai digelar pukul 13.00 Wita.

Polisi kemudian melepaskan ratusan tembakan gas air mata dan peringatan.

5 dari 6 halaman

Wiranto: Demo Mahasiswa Dibajak Kelompok yang Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden

Dream - Menteri koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, mengatakan, aksi demonstrasi mahasiswa pada Selasa 24 September 2019 telah diambil alih kelompok tak bertanggung jawab.

" Saya kira yang dihadapi atau dengan lain kelompok yang mengambil alih demonstrasi mahasiswa itu, bukan murni lagi untuk mengoreksi kebijakan pemerintah tapi telah cukup bukti bahwa mereka ingin menduduki DPR dan MPR agar DPR tidak dapat melaksanakan tugasnya, dalam arti DPR tidak dapat dilantik," kata Wiranto, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 26 September 2019.

Wiranto mengatakan, para perusuh melawan aparat polisi menggunakan batu, kembang api, dan panah. Para perusuh itu bergerak pada malam hari dan berusaha menimbulkan korban.

Dia menyebut, kelompok perusuh itu ingin menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019.

6 dari 6 halaman

Ada Seorang Korban

Sementara itu, Kapolri, Jenderal Tito Karnavian mengatakan, tidak ada pendemo yang tewas akibat luka tembak. Dia membantah kabar yang beredar di media sosial bahwa ada mahasiswa tewas dan dirawat di RS Bhayangkara.

" Ada infonya (pendemo) pingsan dan kemudian dibawa ke RS Polri. Dan info sementara yang bersangkutan meninggal dunia bukan pelajar, bukan mahasiwa, tapi kelompok perusuh," ujar Tito.

Tito menyebut, kemungkinan massa yang tewas karena kekurangan oksigen. Sebab, dia memastikan, tidak ada anggota yang tidak dibekali dengan senjata.

" Sehingga diduga kemungkinan besar yang bersangkutan meninggal karena kekurangan oksigen. Karena di sana saat demo kan panas itu atau mungkin kondisi fisiknya sedang drop karena kita kan enggak tahu bagaimana kondisi fisik seseorang," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Putu Merta Surya

Join Dream.co.id