Mekah Bersiap Umroh, Masjidil Haram Disiram 70 Ribu Liter Disinfektan Tiap Hari

News | Selasa, 27 Juli 2021 08:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Seluruh situs haji dibersihkan untuk menjamin kesehatan jemaah.

Dream - Musim haji 1442 H yang berlangsung di tengah kasus baru Covid-19 dunia yang kembali meningkat telah berakhir. Seluruh jemaah haji telah meninggalkan Mekah sepenuhnya.

Dengan berakhirnya musim haji, Pemerintah Kota Mekah mengerahkan 4.000 petugas untuk membersihkan Kabah dan area thawaf. Langkah ini dijalankan sebelum Otoritas Arab Saudi bersiap menyambut jemaah umroh pada 1 Muharram 1443 H.

Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci mengatakan mereka menggunakan lebih dari 70 ribu liter disinfektan ramah lingkungan setiap hari untuk membersihkan Masjidil Haram. Ini untuk mencegah jemaah dari potensi penularan Covid-19.

Proses pembersihan pun dilakukan secara intensif. Dalam sehari, seluruh petugas diharuskan membersihkan Kabah hingga 10 kali.

Pemerintah Kota Mekah juga turut melaksanakan pembersihan di sejumlah situs suci haji. Pekerjaan sanitasi dijalankan hingga kolam-kolam besar pemasok air untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Pekerjaan tersebut dilakukan di bawah pengawasan dan tindak lanjut dari Badan Layanan yang diwakili oleh Administrasi Umum Penyehatan Lingkungan. Badan tersebut menyatakan pekerjaan penyemprotan dan sterilisasi dilakukan pada 103 sumber air terbuka, 48 titik DAS, 217 fasilitas toilet, dan 55 saluran drainase air hujan.

Mekah Bersiap Umroh, Masjidil Haram Disiram 70 Ribu Liter Disinfektan Tiap Hari
Petugas Sedang Membersihkan Kawasan Mina Usai Musim Haji (SPA)
2 dari 4 halaman

Bersih-bersih Total

Selain itu, pembersihan dan sterilisasi juga dilakukan di tiga kantor pemerintah di Arafat. Sebanyak 62 mata air terbuka, 13 daerah aliran sungai, 103 fasilitas toilet, 24 saluran drainase air hujan dan kantor pemerintah di Muzdalifah juga disemprot dan disterilkan.

Saudi akan mengizinkan jemaah untuk melaksanakan umroh mulai tanggal 1 Muharram. Syaratnya, calon jemaah sudah divaksinasi penuh.

Anggota Komite Nasional Haji dan Umroh Arab Saudi Hani Ali Al-Amiri mengkonfirmasi kepada Al Arabiya bahwa ada lebih dari 6.000 agen umrah eksternal, dan sekitar 30 situs web dan platform tersedia bagi umat Islam di luar negeri yang ingin mendaftar umroh.

Selama beberapa tahun terakhir, Arab Saudi telah membatasi jumlah peserta yang diizinkan untuk melakukan haji hanya 60 ribu warga dan penduduk karena pandemi Covid-19, dikutip dari Alarabiya.

3 dari 4 halaman

Saudi Buka Kembali Umroh Untuk Jemaah Luar Negeri, Indonesia Diizinkan?

Dream - Otoritas Haji dan Umroh Arab Saudi mengumumkan pembukaan kembali penyelenggaraan ibadah umroh untuk jemaah luar negeri. Ibadah umroh ditetapkan dimulai pada 1 Muharram 1443 H, yang jatuh pada 10 Agustus 2021.

Pengumuman ini diunggah pada akun resmi Pengelola Dua Masjid Suci, Haramain Sharifain baik Facebook maupun di Twitter.

" Arab Saudi mengumumkan dimulainya kembali umroh untuk jemaah internasional pada 1 Muharram 1443 H," demikian pengumuman tersebut.

Dalam pengumuman tersebut dinyatakan jemaah dari berbagai negara diizinkan untuk melaksanakan umroh dengan penerbangan langsung ke Saudi. Pengecualian diberikan kepada jemaah dari sembilan negara termasuk Indonesia.

Delapan negara lainnya adalah India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Pengecualian dimaksud adalah jemaah dari kesembilan negara itu harus menjalani karantina terlebih dahulu selama 14 hari di negara ketiga sebelum masuk ke wilayah kerajaan Saudi.

" Perlu menjalani karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di wilayah Kerajaan," lanjut pengumuman tersebut.

Dalam penjelasan lebih lanjut di kolom komentarnya, ketentuan ini berlaku untuk jemaah haji yang pernah singgah maupun tinggal di kesembilan negara yang dikecualikan tersebut.

4 dari 4 halaman

Pakai Vaksin Buatan China Boleh, Tapi...

Selain itu, vaksinasi Covid-19 dengan dosis penuh menjadi syarat wajib umroh. Vaksin yang dibolehkan yaitu dosis penuh Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J. 

Sementara untuk negara-negara yang menggunakan vaksin buatan China diharuskan mendapat suntikan booster dari produsen empat vaksin yang diizinkan.

" Dosis penuh dari vaksin buatan China dengan suntikan booster dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J," demikian pengumuman tersebut.

Syarat lainnya, jemaah harus berusia 18 tahun ke atas. Jemaah juga diharuskan menggunakan biro perjalanan umroh yang telah mendapatkan akreditasi dari Kementerian Haji dan Umroh Saudi.

Saat dikonfirmasi terkait pengumuman tersebut, pihak Kementerian Agama belum dapat memberikan komentar lebih jauh.

" Belum ada, Mas," ujar Plt Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag, Yayat Supriyadi.

Join Dream.co.id