Motif Utama Engeline Dibunuh Terkuak?

News | Kamis, 22 Oktober 2015 15:45
Motif Utama Engeline Dibunuh Terkuak?

Reporter : Ismoko Widjaya

Hakim meminta Jaksa untuk menyiapkan saksi-saksi agar dihadirkan ke muka persidangan pada Selasa pekan depan.

Dream - Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Ketut Maha Agung mendakwa Agus Tay Hamba May turut serta menyembunyikan jenazah Engeline dalam kasus pembunuhan keji itu sebagaimana tertuang dalam pasal 181 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kendati begitu, pada dakwaan primer dan subsider Agus dijerat dengan pasal 340 KUHP dan pasal 338 KUHP. Sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa Agus dilanjutkan Selasa pekan depan.

Agenda sidang selanjutnya adalah saksi-saksi setelah kuasa hukum pria 27 tahun itu tak mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU.

" Kami tak mengajukan eksepsi," kata kuasa hukum Agus, Hotman Paris Hutapea di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis 22 Oktober 2015. Ketua Majelis Hakim I Gede Ketut Wanugraha meminta JPU untuk menyiapkan saksi-saksi agar dihadirkan ke muka persidangan pada Selasa pekan depan.

Hotman menilai dari pokok persidangan, terlihat jika Margriet merupakan pelaku utama pembunuhan. " Kliennya si Hotma itu dari saksi menjadi tersangka utama. Engeline itu ahli waris bapaknya yang bule itu. Warisan itulah motivasinya," tegas Hotman Paris.

Sementara itu, kuasa hukum Agus lainnya, Haposan Sihombing mengucap syukur atas dakwaan yang disampaikan JPU. Menurut dia, yang terpenting Agus hanya didakwa dengan pasal 181 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan bulan penjara.

" Pasal 181 KUHP itu membantu menyembunyikan mayat. Peran Agus membantu menguburkan," kata Haposan. Meski faktanya benar telah terjadi pembunuhan, namun Haposan menilai Margriet lah pelaku utama pembunuhan keji tersebut.

" Walau ada pembunuhan, pembunuhan itu dilakukan oleh Margriet. Agus hanya melakukan pembukusan, mengambil boneka, tali, menggali lubang menyalakan rokok, dan Margriet yang menyulut. Margriet juga yang menendang jasad Engeline," jelas Haposan.   

(Laporan: Berry Putra)

2 dari 6 halaman

Hotma Sitompoel Dilempar Ibu Kandung Engeline di Depan Hakim

Hotma Sitompoel Dilempar Ibu Kandung Engeline di Depan Hakim

Dream - Hamidah, orangtua kandung bocah Engeline mengamuk di persidangan. Hamidah nekat melempari pengacara kondang Margriet, Hotma Sitompoel, saat sidang berjalan. Kala itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin oleh Purwanta Sudarmaji dkk usai membacakan dakwaannya.

Ketua Majelis Hakim Edward Haris Sinaga lalu menanyakan kepada kuasa hukum Margriet apakah akan memberikan nota keberatan. " Apakah akan memberikan keberatan," kata Edward di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis 22 Oktober 2015.

Kuasa hukum Margriet yang dipimpin oleh Hotma Sitompoel menyatakan telah membuat nota keberatan atas dakwaan jaksa. " Kami sudah menyiapkannya. Bisa kami bacakan sekarang," kata Hotma.

Majelis hakim lantas mempersilakan Hotma Sitompoel untuk membacakan nota keberatannya. Dalam nota keberatannya, Hotma menyebut Margriet merupakan sosok ibu yang sangat menyayangi Engeline meski bukan darah dagingnya sendiri.

" Tapi cinta kasih beliau melebihi orangtua kandungnya sendiri terhadap Engeline," kata Hotma.

Tiba-tiba Hamidah langsung melempar Hotma Sitompoel yang tengah membacakan nota keberatan sambil berdiri itu. Seketika suasana gaduh. Sidang dihentikan. " Itu siapa?" tanya Ketua Majelis Hakim Edward.

Saat dijawab jika Hamidah adalah orangtua kandung Engeline, majelis hakim meminta agar Hamidah dan keluarga Engeline untuk ke luar dulu dari ruang sidang. " Saya harap silakan dibawa ke luar dulu agar persidangan berjalan lancar," saran Edward.

Usai dibawa ke luar, majelis mempersilakan Hotma Sitompeol untuk melanjutkan kembali membaca nota keberatannya.

" Tapi saya juga minta pendamping orangtua kandung Engeline untuk dibawa ke luar juga. Harusnya dia yang bisa menjaga emosi Hamidah," kata Hotma yang disetujui oleh majelis hakim. (Ism)

3 dari 6 halaman

Apa Motif Ibu Angkat Bunuh Angeline?

Apa Motif Ibu Angkat Bunuh Angeline?

Dream - Polda Bali telah menetapkan ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe sebagai tersangka baru dalam kasus pembunuhan bocah mungil tersebut.

Margriet dijerat pasal 340 dan 338 KUHP serta pasal penelantaran anak yang sesuai pasal 77b UU Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak.

Sementara Agustinus Tai Andamai dijerat pasal 340 juncto 56 KUHP dan pasal 338 juncto pasal 56 KUHP.

Kepala Bidang Humas Polda Bali, Komisaris Besar Polisi, Hery Wiyanto mengaku polisi masih mendalami motif aksi pembunuhan keji terencana tersebut.

" Untuk motif masih kita telusuri, kita masih mendalami kasus ini," kata Hery, Minggu malam, 28 Juni 2015.

Menurut Hery, hingga kini Margriet belum dimintai keterangan sebagai tersangka. Penyidik, dia melanjutkan, juga tak mengejar pengakuan dari Margriet.

" Memang untuk keterangan dari Nyonya M (Margriet), apakah dia sebagai pelakunya tidak kita kejar sampai ke sana. Tapi, kita sudah mendapatkan alat bukti lain yang cukup untuk menetapkan dia tersangka baru kasus pembunuhan Angeline," ucapnya.

Kuasa hukum Margriet, Hotma Sitompoel mengaku kecewa dengan langkah kepolisan menetapkan kliennya sebagai tersangkan kasus pembunuhan Angeline.

" Kita kan sebagai lawyer terima dulu. Yang kami sesalkan, sesungguhnya kami tidak mau bicara menyinggung kapolda. Tapi Kapolda sudah jauh hari, belum ada bukti, belum ada apa-apa, tapi sudah bilang akan ada tersangka baru," kata Hotma saat dihubungi melalui saluran telepon.

Hotma khawatir penetapan kliennya sebagai tersangka lantaran di bawah tekanan. " Kami khawatir Kapolda mendapat tekanan dari masyarakat di luar,"  ucapnya.

(Laporan: Berry Putra)

4 dari 6 halaman

Teriakan Angeline di Kamar Khusus Ayam Sakit

Teriakan Angeline di Kamar Khusus Ayam Sakit

Dream - Mantan pembantu di rumah Margriet, Francky Alexander Maringka (46) menuturkan kisah memilukan Angeline (Engeline), bocah yang sempat dikabarkan hilang dan kemudian ditemukan tewas mengenaskan di halaman belakang rumahnya.

Tiap hari Angeline harus bekerja. Menyapu, mengepel lantai dan memberi makan ayam, kucing dan anjing adalah pekerjaan yang sering dilakoninya.

Francky seringkali mendengar celotehan Margriet kala marah dengan Angeline. " Kamu harus kerja buat saya. Kamu harus kerja, kerja, kerja," kata Francky menirukan Margriet, Rabu malam 17 Juni 2015.

Menurut Francky, Angeline adalah bocah periang. Ia sering memperhatikan bocah itu kala tengah bermain sendirian di depan rumahnya. " Imajinasinya tinggi. Dia ceritanya punyahandphone, dia telepon siapa seseorang, gitu," kenangnya.

Biasanya, lanjut Francky, Angeline akan pergi ke salah satu dari empat kamar di lantai atas rumahnya, usia dimarahi atau dipukuli Margriet.

Di kamar khusus untuk ayam yang sedang sakit itu, Angeline kemudian meluapkan emosinya. " Dia berteriak sekeras-kerasnya atau dia nangis di kamar itu" .

Setelah dari kamar itu, Angeline kembali ceria. Dia seperti melupakan peristiwa yang baru saja dialaminya. " Dia biasa lagi. Sayang-sayangan lagi sama mamanya," ujar Francky.

Penjelasan Pihak Margriet

Margriet melalui kuasa hukumnnya, Hotma Sitompul mengingatkan kepada seluruh pihak untuk tak lagi memberikan komentar negatif tanpa fakta dan bukti konkret terkait kematian Angeline. Hal itu penting agar kasus ini tidak menjadi simpang siur.

" Kami akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang bicara tanpa fakta, menyebar fitnah dan mencemarkan nama baik klien kami," kata Hotma.

Kepada wartawan Hotma juga membantah keras berita yang beredar bahwa Agustinus Tai, tersangka dalam kasus ini, mengaku dijanjikan uang Rp2 miliar oleh klienya. Hotma menegaskan, dia sudah mengkonfirmasi langsung tuduhan itu kepada Margriet dan itu tidak benar.

(Laporan: Berry Putra)

5 dari 6 halaman

Pengakuan Agus Menangis Lihat Angeline Dibunuh

Pengakuan Agus Menangis Lihat Angeline Dibunuh

Dream - Tersangka pembunuhan Angeline (Engeline), Agus Tay Hamba May memberikan pengakuan ketika melihat bocah malang itu dibunuh. Dia menangis melihat Angeline bersimbah darah saat ditemukan di kamar ibu angkatnya, Margriet Christina Megawe.

" Dia nangis dan panik melihat Angeline begitu," ujar kuasa hukum Agus, Haposan Sihombin, Sabtu, 4 Juli 2015.

Haposan mengatakan Agus sempat bertanya sebagai bentuk protes kepada Margriet. Tetapi, Margriet tidak menjawab pertanyaan Agus.

" Dia tanya, kenapa begini, Bu? Setiap ditanya, Margriet selalu jawab 'Kamu turuti saja, kamu jangan banyak tanya," kata Haposan.

Menurut Haposan, Agus masih menyesali perbuatannya lantaran mau menuruti perintah Margriet. Ketika teringat Angeline, menurut Haposan, Agus selalu menangis.

" Dia menyesal karena dia membantu. Dia sedih dan dia menangis mengenang kebaikan Angeline. Apalagi saat dia ingat Angeline panggil Om Agus, dia nangis," terang dia.

Laporan: Berry Putra

6 dari 6 halaman

Dugaan di Balik Motif Margriet Habisi Nyawa Angeline

Dugaan di Balik Motif Margriet Habisi Nyawa Angeline

Dream - Polisi masih terus mendalami motif pembunuhan keji Angeline yang dilakukan sang ibu angkat Margriet Christina, dibantu mantan pembantunya, Agus Tay Hamba May.

" Untuk motif masih kami telusuri, kami masih mendalami kasus ini," kata Kepala Bidang Humas Polda Bali, Komisaris Besar Pol Hery Wiyanto, Kamis 2 Juli 2015.

Namun sejumlah dugaan motif pembunuhan telah bermunculan. Salah satunya datang dari Aktivis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah. Ia menduga perebutan harta merupakan motif pembunuhan Angeline.

" Margriet yang sudah tua apa sih kepentingan dia untuk harta? Kan tidak ada. Tapi orang yang memiliki umur yang lebih panjang lagi yang berkepentingan terhadap hal itu," kata Siti yang 
juga kuasa hukum orangtua kandung Angeline.

Ia menduga Margriet melakukan pembunuhan Angeline demi kepentingan harta anak-anaknya. " Yang masih muda yang membutuhkan itu," kata perempuan yang akrab disapa Ipung itu tanpa merinci siapa orang yang dimaksudnya.

Ipung mengaku akan membawa saksi yang akan memperkuat dugaan motif perebutan harta seperti dituturkannya.

" Hari ini saksi saya bicara. Dia tahu soal motif keterlibatan orang lain karena harta. Dia yang akan memperjelas," kata Ipung.

Bantah

Ibu angkat Angeline, Margriet membantah suaminya telah membuat surat wasiat yang isinya mengenai pembagian harta warisan.

Lewat kuasa hukumnya, Hotma Sitompul, Margriet menegaskan, almarhum suaminya tidak pernah membuat wasiat kepada siapapun, termasuk kepada dia dan anak-anaknya.

Kata Hotma, tak ada sengketa warisan yang terjadi di keluarga kliennya, apalagi sampai menyebabkan kematian Angeline. " Sekali lagi tidak ada sengketa warisan yang terjadi di keluarga klien kami," kata Hotma.

Terkait pengangkatan Angeline sebagai anak, lanjut Hotma, itu merupakan inisiatif Margriet, bukan dari almarhum Douglas Bruce Scarborrough. " Murni inisiatif klien kami," ujar Hotma.

Hotma mengingatkan kepada seluruh pihak untuk tak lagi memberikan komentar negatif tanpa fakta dan bukti konkret terkait kematian Angeline.

" Kami akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang bicara tanpa fakta, menyebar fitnah dan mencemarkan nama baik klien kami," kata Hotma.

(Laporan: Berry Putra)

Join Dream.co.id