Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil Berdiri di Aljazair

News | Selasa, 21 Juli 2020 13:02
Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil Berdiri di Aljazair

Reporter : Ahmad Baiquni

Monumen ini menandai hubungan persahabatan Indonesia dan Aljazair yang sudah terjalin lama.

Dream - Patung Soekarno resmi berdiri di Alger, sebagai bukti persahabatan antara Indonesia dan Aljazair yang sudah terjalin lama. Patung monumen rancangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu diresmikan pada Sabtu pekan lalu.

Monumen Soekarno merupakan bentuk rasa syukur rakyat Aljazair untuk Presiden Soekarno. Soekarno menjadi inspirasi Aljazair untuk mendeklarasikan kemerdekaan pada Konferensi Asia Afrika di Bandung.

Bagi Indonesia, Monumen Soekarno merupakan bentuk apresiasi Indonesia kepada Aljazair sebagai negara yang terus mendukung prinsip perdamaian dan kemakmuran dunia berdasarkan kemerdekaan dan kesetaraan hak.

" Monumen Soekarno akan menjadi pengingat bagi rakyat Aljazair dan Indonesia, terutama generasi muda, untuk menjaga prinsip-prinsip patriotisme, persatuan, perjuangan kemerdekaan, perdamaian dan kemakmuran dunia," ujar Duta Besar Indonesia untuk Aljazair, Safira Machrusah, dikutip dari Liputan6.com.

 

2 dari 3 halaman

Monumen Soekarno didesain dengan bentuk bulan sabit dilengkapi lima pilar bintang terpasang berkeliling. Desain ini menggambarkan bulan sakit yang terdapat dalam Bendera Aljazair.

 Monumen Soekarno© Liputan6.com

Monumen Soekarno di Alger, Aljazair (Liputan6.com)

Di setiap pilar bintang, tersemat teks Dasasila Bandung yang merupakan hasil kesepakatan yang diraih dalam momen Konferensi Asia Afrika 1955.

Teks tersebut dideklarasikan bersama oleh seluruh perwakilan negara yang hadir dalam konferensi tersebut, menyuarakan kemerdekaan, kesetaraan dan perdamaian dunia.

 

3 dari 3 halaman

Desain monumen ini merupakan karya Ridwan Kamil. Sedangkan pengerjaan dilakukan oleh seniman patung kontemporer Indonesia, Dolorosa Sinaga.

Pembangunan monumen ini tidak lepas dari dukungan BUMN Indonesia yang aktif di Aljazair. Beberapa di antaranya seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero).

Diharapkan Monumen Sukarno ini dapat menjadi sejarah monumental yang dapat membangun dasar kepercayaan yang kuat untuk membangun dialog politik, ekonomi dan budaya serta kepentingan lainnya baik secara bilateral maupun multilateral, khususnya antara Indonesia dan Aljazair.

Sumber: Liputan6.com/Benedikta Miranti Tri Verdiana

Join Dream.co.id