Momen Haru Iriana Sesenggukan di Pelukan Jokowi Saat Umroh

News | Rabu, 17 April 2019 07:46
Momen Haru Iriana Sesenggukan di Pelukan Jokowi Saat Umroh

Reporter :

Ia menutupi wajahnya dan membenamkannya di pelukan Jokowi.

Dream - Presiden Joko Widodo menjalani ibadah umroh setelah selesai kampanye beberapa hari lalu. Bersama istri dan dua anak lelakinya, Gibran serta Kaesang, ia juga diberi kesempatan memasuki ka'bah dan mencium Hajar Aswad dengan pengamanan eksklusif dari Kerajaan Arab Saudi.

Sebuah momen haru terekam kamera saat Iriana diberi kesempatan mencium Hajar Aswad. Ibu negara ini tampak menunggu giliran di belakang suaminya.

Saat gilirannya, Iriana memasukkan kepalanya ke bagian Hajar Aswad. Tampaknya mencium batu surga tersebut sangat mengharukan bagi Iriana.

Tubuhnya sampai terguncang. Ia menutupi wajah dan membenamkannya di pelukan Jokowi. Sang suami lalu berusaha menenangkannya dengan memegang punggung Iriana.

Momen tersebut dibagikan dalam video yang diunggah di Instagram Jokowi. Setelah Iriana mencium Hajar Aswad, bergantian Gibran menciumnya.

Hajar Aswad sendiri merupakan delapan batu kecil yang tersusun melekat dengan kemenyan Arab.

2 dari 6 halaman

Menatap Lebih Dekat Hajar Aswad

Dream - Setiap tahun, jemaah Islam dari seluruh penjuru dunia berkunjung ke Ka'bah di Mekah, Arab Saudi. Mereka melaksanakan ibadah haji atau umroh.

Dikutip dari Alarabiya, sepanjang pelaksanaan ritual ibadah, banyak orang cenderung mencari Batu Hitam yang terletak di sudut timur Ka'bah. Batu ini lebih dikenal sebagai Hajar Aswad.

Mungkin banyak yang menganggap Hajar Aswad adalah sebongkah batu hitam utuh dalam bingkai perak. Sebenarnya, Hajar Aswad terdiri dari delapan batu kecil yang tersusun melekat dengan kemenyan Arab.

Ukuran batu terkecil tidak lebih dari 1 cm, sedangkan yang terbesar tidak lebih dari 2 cm. Rangka perak hanya berfungsi untuk melindungi batu.

Catatan sejarah menyebut Hajar Aswad ditempatkan di Ka'bah oleh Nabi Ibrahim setelah mendapat pesan yang disampaikan Malaikat Jibril. Batu itu diyakini berasal dari surga.

Dalam ritual haji atau umroh, seseorang memulai thowaf dengan lebih dulu mencium Hajar Aswad atau menunjuk ke arah batu itu jika tidak memungkinkan.

Dalam catatan sejarah para nabi, umumnya batu itu dicium. Awalnya, Hajar Aswad berbentuk utuh. Diameternya diperkirakan sekitar 110 cm.

Batu itu pecah akibat tragedi perampokan dan penjarahan gerombolan Qaramitah pada 399 Hijriyah. Batu itu sempat dibawa ke Al Ahsa dan Irak sebelum akhirnya dihancurkan.

Potongan-potongan batu itu kemudian dibawa kembali ke Mekah. Setelah disatukan menggunakan kemenyan Arab, Hajar Aswad dipasang kembali di Ka'bah. (ism)

3 dari 6 halaman

Keistimewaan 24 Penjaga Hajar Aswad di Kabah

Dream - Tiap tahun, ribuan peziarah menjalani perjalanan spiritual ke Tanah Suci, baik berhaji maupun umroh. Setiap tahun para jemaah yang datang ke Masjidil Haram, Mekah, berharap dapat mencium atau menyentuh Hajar Aswad.

Di depan batu yang diperoleh Nabi Ibrahim dari malaikat Jibril itu, berdiri seorang penjaga yang memantau dan membantu peziarah mencapai batu tersebut.

Pejabat keamanan Arab Saudi mengatakan kepada Al Arabiya, terdapat 24 penjaga yang melindungi batu hitam itu. Para penjaga dipilih berdasarkan kriteria khusus untuk pekerjaan itu. Secara fisik, petugas keamanan harus mampu bertahan dalam kondisi panas.

 Memberikan wewangian kepada Hajar Aswad

Banyak yang beranggapan Hajar Aswad merupakan batu utuh. Tetapi, sebetulnya, terdapat delapan batu kecil yang dijadikan satu. Batu itu dulunya memang utuh, namun kemudian pecah setelah dicuri.

Hajar Aswad berlokasi di sudut Kabah. Berukuran sekitar, 1,5 meter dari tanah. Dikelilingi rangka yang terbuat dari perak murni.

Hajar Aswad menjadi penanda awal dan berakhirnya tawaf.

Selain para penjaga terdapat, para petugas dari Hubungan Umum Masjidil Haram yang membersihkan Kabah dengan doa pembersih, air mawar, aroma gaharu, dan pembersih yang dibuat khusus. Masjidil Haram juga dibersihkan selama 24 jam melalui alat penyiram.

[crosslink_1]

4 dari 6 halaman

Mengapa Hajar Aswad Selalu Dijaga 24 Jam? Ternyata...

Dream - Seorang penjaga selalu berdiri di sebelah Hajar Aswad, batu yang terpasang di salah satu sudut bangunan Kabar. Batu tersebut memang tak pernah dibiarkan tanpa penjagaan.

Menurut laman Saudi Gazette, Senin 19 Juni 2017, selalu ada 24 penjaga yang melindungi Hajar Aswad dalam sehari. Sehingga, dalam waktu sehari semalam atau 24 jam, ada 24 penjaga yang berbeda.

Mereka bergiliran menjaga batu yang diyakini berasal dari surga itu. Masing-masing penjaga berdiri di dekat Hajar Aswad sekitar sejam lamanya. Mereka fokus mengawasi apapun yang terjadi di sekitarnya.

Penjaga yang berdiri di dekat Hajar Aswad juga memperingatkan petugas lain bila menemukan jemaah atau pengunjung yang pingsan kelelahan atau kepanasan.

" Penjaga Hajar Aswad ditugasi berbagai pekerjaan. Dia ditugaskan untuk menjaga keamanan pengunjung dan mengajari mereka cara yang tepat untuk mencium Hajar Aswad. Dia juga bertanggung jawab untuk mengatur antrean jemaah yang ingin mencium batu itu," kata juru bicara Masjidil Haram, Mayor Sameh Al-Sulami.

5 dari 6 halaman

Hajar Aswad Semula Berwarna Putih Susu, Mengapa Jadi Hitam?

Dream - Hajar Aswad merupakan batu yang dimuliakan. Sebagian besar umat Islam, terutama yang menunaikan ibadah haji dan umrah, berusaha menciumnya, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Batu hitam ini berukuran sekitar 10 sentimeter dengan luas lingkaran pita peraknya sekitar 30 cm. Tingginya dari lantai dasar Masjid al-Haram sekitar 1,5 meter. Hajar Aswad pernah dipecahkan menjadi 8 bagian dengan ukuran kecil-kecil.

Dalam hadis riwayat Tarmidzi, sahih menurut Syaikh Albani, Nabi Muhammad mengatakan bahwa semula Hajar Aswad berwarna putih susu. Dalam hadis itu disebutkan bahwa Hajar Aswad menjadi hitam karena dosa-dosa manusia.

Baca selengkapnya kisah Hajar Aswad di sini.

6 dari 6 halaman

Ini Malaikat Pembawa Hajar Aswad dari Surga ke Bumi

Dream - Hajar Aswad sangat familiar bagi umat Islam. Batu yang kini berwarna hitam ini menjadi bagian yang tidak pernah terlewatkan ketika melaksanakan ibadah Umroh dan Haji.

Jutaan manusia ingin memegang serta menciumnya, seperti yang dahulu dilakukan Nabi. Bukan hanya berdasarkan sabda Nabi, penelitian pun mengungkapkan jika batu ini berasal dari luar bumi.

Nabi Muhammad SAW mengungkapkan, Hajar Aswad berasal dari surga. Sebelum kiamat, batu ini akan diangkat oleh Sang Pemilik ke tempat semula.

Hajar Aswad diturunkan dari surga ke bumi pada masa kehidupan Nabi Ibrahim dan Ismail. Sang utusan membawa batu itu menyerahkannya kepada Nabi Ismail, ketika ayah dan anak ini membangun Kabah. Siapa utusan itu sebenarnya?

Dijelaskan oleh Nabi SAW bahwa Hajar Aswad diturunkan dari surga oleh sang pembawa utusan. Ternyata, yang mendapat tugas mulia ini adalah Malaikat Jibril, sang pemimpin malaikat.

Dari Abdullah bin Amru berkata, " Malaikat Jibril telah membawa Hajar Aswad dari surga lalu meletakkannya di tempat yang kamu lihat sekarang ini. Kamu tetap akan berada dalam kebaikan selama Hajar Aswad itu ada. Nikmatilah batu itu selama kamu masih mampu menikmatinya. Karena akan tiba saat di mana Jibril datang kembali untuk membawa batu tersebut ke tempat semula. (HR Al-Azraqy)

Kisahnya berawal ketika............selengkapnya baca di sini. 

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id