Misteri Pulau Bersadi yang Ditinggalkan Penduduknya

News | Jumat, 20 September 2019 11:00
Misteri Pulau Bersadi yang Ditinggalkan Penduduknya

Reporter : Maulana Kautsar

Benarkah kisah turun temurun itu berkaitan dengan bencana alam?

Dream - Anda tentu kerap mendengar cerita tentang raibnya sebuah pulau. Pulau-pulau itu seolah menjadi legenda, karena terkadang kisah itu dituturkan secara turun-temurun tanpa catatan. Namun banyak pula yang terabadikan dalam sebuah laporan.

Di Indonesia, juga terdapat cerita tentang pulau yang hilang: Pulau Bersadi. Menurut Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cerita pulau itu disampaikan turun-menurun dalam masyarakat Kepulauan Tanimbar, Maluku.

" Berdasarkan cerita rakyat dari generasi ke generasi ini dijelaskan bahwa dulu rakyat Tanimbar berdomisili di suatu pulau yang namaya Pulau Bersadi. Pulau Bersadi terletak di antara Pulau Tepa dan Pulau Marsela," tulis Daryono di akun Instagram.

Namun, lanjut dia, Pulau Bersadi tenggelam setelah terjadi musibah, sehingga masyarakat yang menghuninya harus pindah untuk mencari selamat.

" Tragedi tenggelamnya Pulau Bersadi konon terjadi pada malam hari. Dengan adanya tragedi itu maka masyarakat Tanimbar mulai mencari selamat ke pulau lain dan meninggalkan Pulau Bersadi," tambah dia.

Menurut Daryono, sejumlah catatan menyebutkan bahwa musibah yang membuat Pulau Bersadi tenggelam adalah tsunami. Berdasarkan catatan itu, Pulau itu disapu air laut, setidaaknya lima kali.

" Menurut Soloviev and Go (1974); Wichmann (1918); Sieberg (1932); Heck (1934); Iida et al. (1967); Berninghausen (1969), di wilayah Kepulauan Tanimbar dan sekitarnya pernah terjadi tsunami pada tahun 1629,1673, 1710, 1763, dan 1852," tulis Daryono.

Meski demikian, Daryono juga belum sepenuhnya yakin apakah Pulau Bersadi ditinggalkan oleh penghuninya gara-gara tsunami sebagaimana catatan itu. " Sangat menarik untuk kita cari bukti-buktinya," tutup Daryono.

2 dari 7 halaman

Hubungan Folklore dengan Bencana Tsunami

      View this post on Instagram

MISTERI PULAU BERSADI YANG DITINGGALKAN (The Mistery of abandoned island) Di masyarakat Kepulauan Tanimbar, ada cerita rakyat yang turun temurun (folklore) tentang kisah tenggelamnya Pulau Bersadi. Berdasarkan cerita rakyat dari generasi ke generasi ini dijelaskan bahwa dulu rakyat Tanimbar berdomisili di suatu pulau yang namaya Pulau Bersadi. Pulau Bersadi terletak di antara Pulau Tepa dan Pulau Marsela. Namun dengan adanya musibah yang menimpa Pulau Bersadi maka pulau tersebut tenggelam dan masyarakat yang tinggal di pulau tersebut mulai mencari selamat. Tragedi tenggelamnya pulau Bersadi konon terjadi pada malam hari. Dengan adanya tragedi itu maka masyarakat Tanimbar mulai mencari selamat ke pulau lain dan meninggalkan Pulau Bersadi. Apakah sebenarnya tragedi yang terjadi pada malam hari itu, hingga menyebabkan tenggelamnya pulau Bersadi dan kemudian pulau ini ditinggalkan oleh para penghuninya? Menurut Soloviev and Go (1974); Wichmann (1918); Sieberg (1932); Heck (1934); Iida et al. (1967); Berninghausen (1969), di wilayah Kepulauan Tanimbar dan sekitarnya pernah terjadi tsunami pada tahun 1629,1673, 1710, 1763, dan 1852. Adakah folklore ditinggalkannya Pulau Bersadi oleh penduduknya akibat salahsatu peristiwa tsunami besar tersebut di atas? Sangat menarik untuk kita cari bukti-buktinya…. Dr. DARYONO BMKG

A post shared by Daryono BMKG (@daryonobmkg) on

"Apakah sebenarnya tragedi yang terjadi pada malam hari itu, hingga menyebabkan tenggelamnya pulau Bersadi dan kemudian pulau ini ditinggalkan oleh para penghuninya?" ujar dia.

Daryono mengatakan, menurut beberapa literatur dan penelitian, wilayah Kepulauan Tanimbar dan sekitarnya pernah terjadi tsunami pada 1629, 1673, 1710, 1763, dan 1852.

Daryono menduga kumungkinan folklore itu muncul sebagai penanda terjadinya bencana besar. "Adakah folklore ditinggalkannya Pulau Bersadi oleh penduduknya akibat salahsatu peristiwa tsunami besar tersebut di atas?" kata dia memantik.

3 dari 7 halaman

Pulau Misterius Muncul di Samudra Pasifik

Dream - Sebuah daratan baru muncul di menghubungkan dua pulau kecil di Samudra Pasifik sebelah selatan. Pulau itu terbentuk dari letusan gunung berapi di bawah laut.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 5 Februari 2019, pada Desember 2014, para ilmuwan badan antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan kemunculan daratan baru akibat aktivitas vulkanik di bawah perairan Tonga, Samudra Pasifik.

Erupsi itu berhenti pada akhir Januari 2015 dengan ditandai munculnya daratan baru yang membentang antara dua pulau kecil yang lebih tua, Hunga Tonga dan Hunga Ha'apai.

Ilmuwan NASA yang fokus mengamati penginderaan jarak jauh satelit, Slayback, sangat tertarik dengan fenomena itu. Dia bertekat mengunjungi pulau baru itu dan benar-benar melaksanakannya pada Oktober 2018.

“ Kami semua seperti anak sekolah yang kegirangan," kata Slayback.

" Benar-benar menakjubkan pandangan saya, betapa berharganya berada di sana untuk beberapa hal," imbuh dia.

4 dari 7 halaman

Saat Didekati

Pulau muda ini mampu bertahan dengan cara tidak biasa. Sebagian besar pulau menghilang hanya dalam beberapa bulan, seperti yang diperkirakan akan terjadi oleh para ahli.

Tetapi analisis yang dilakukan pada tahun 2017 oleh NASA merevisi harapan hidup pulau baru itu, yakni antara enam dan 30 tahun. Pulau ini adalah satu dari tiga pulau vulkanik yang hidup lebih lama, beberapa bulan dalam 150 tahun terakhir.

“ Pulau ini juga pulau pertama yang sanggup bertahan sejak armada satelit mulai mengamati permukaan Bumi,” jabar Slayback.

Tapi, saat para ilmuwan menginjakkan kaki di pulau baru, ekspektasi mereka tidak sesuai gambaran pada satelit. Perubahan ketinggian lebih dramatis daripada yang diperkirakan para peneliti, misalnya.

Data yang dikumpulkan tim di darat akan membantu para ilmuwan mengasah model yang mereka gunakan untuk mengubah gambar satelit ke ketinggian, menurut NASA.

Slayback juga mengumpulkan sampel batuan dengan izin dari perwakilan Tonga. Para peneliti mengatakan, ia berharap bahwa data yang dikoleksi selama ia melakukan perjalanan di pulau 'bayi' tersebut akan membantu para ilmuwan lain dalam memahami jangka yang dibutuhkan pulau itu bisa bertahan.

5 dari 7 halaman

Termahal di Dunia, Sebuah Pulau Dijual Rp6 Triliun

Dream – Sebuah pulau dijual dengan harta teramat mahal. Pulau tersebut menawarkan pemandangan pantai yang indah, beberapa hotel bintang lima, dan pemandangan mengagumkan dari Teluk Arab.

Dikutip dari Mynewshub, Jumt 15 Februari 2019, pulau tersebut adalah pulau buatan. Lokasi ini dijual seharga 360 juta pound atau sekitar Rp6,51 triliun.

Pulau buatan berharga fantastis itu bernama Pulau Al Marjan. Pulau tersebut terdiri dari gabungan empat pulau buatan manusia di kawasan paling utara Uni Emirat Arab.

Pembeli yang sanggup membelinya, akan mendapatkan tanah seluas 5 juta kaki persegi dengan banyak kelab, hotel, dan resort tepi pantai yang siap dibangun.

Keempat pulau buatan yang dimaksud adalah Pulau Dream, Pulau Breeze, Pulau Treasure, dan Pulau View. Empat pulau itu menawarkan pemandangan yang menakjubkan dan suasana yang mewah.

Iklan tersebut diunggah untuk menarik pembeli asing. Untuk memikat calon pembeli, pulau ini dijual tanpa dikenakan pajak penjualan.

6 dari 7 halaman

Pulau Kalimantan Paling Aman dari Gempa Bumi dan Tsunami?

Dream - Sejumlah wilayah Indonesia sedang diterpa musibah. Beberapa waktu lalu, sejumlah gempa mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Getarannya terasa sampai Bali dan Jawa.

Yang terbaru, wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, juga diguncang gempa dan tsunami. Tak hanya gempa dan tsunami, Palu juga mengalami likuifaksi yang menyebabkan tanah kehilangan kekuatan, berubah menjadi lumpur.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar, mengatakan, berdasarkan peta wilayah kerawanan bencana yang sudah dibuat, hampir seluruh wilayah di Indonesia rawan bencana karena berada di ring of fire.

" Hampir boleh dikatakan mulai Sumatera, Jawa, NTT, Maluku, Sulawesi, Papua, hampir sama tingkat kegempaannya," kata Rudy di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.

Meski demikian, ada satu wilayah yang potensi bencana lebih rendah dibanding yang lain. " Kecuali (pulau) Kalimantan yang agak rendah," ucap dia.

Rudy menjelaskan, meski sudah ada peta kerawanan, terjadinya bencana alam seperti gempa bumi tidak dapat terprediksi. " Satu tempat dengan tempat lain pasti berbeda, secara geologis berbeda," ujar dia.

7 dari 7 halaman

Ini Penyebab Terjadinya Fenomena Likuifaksi 'Tanah Bergerak' di Palu

Dream - Pasca gempa 7,4 Skala Richter dan tsunami di Sulawesi Tengah, wilayah Petobo dan Balaroa mengalami fenomena likuifaksi. Peristiwan ini ditandai dengan tanah yang kehilangan kekuatannya dan berubah menjadi lumpur.

Tercatat, ada 1.747 rumah di Balaroa dan 744 rumah di Petobo yang ditelan lumpur. Diduga, ratusan orang yang juga ikut terhisap di bawah lumpur tersebut.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudy Suhendar menjelaskan, likuifaksi terjadi disebabkan kawasan yang berada di Petobo dan Balaroa berada di tanah aluvium.

" Bahasa geologinya tanah yang masih muda. Itungan mudanya ratusan tahun," kata Rudy di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.

Menurutnya, lapisan tanah yang masih muda itu sangat mudah lepas akibat guncangan gempa yang sebelumnya terjadi.

"  Kenapa ada likuifaksi, karena ada goncangan. Likuifaksi ini mengakibatkan terjadinya lepasnya daya dukung tanah," ucap dia.

Baca juga: Detik-detik Mencekam Warga Palu Gelantungan di Kabel Listrik Kala Tanah Terbelah

Rudy menjelaskan, potensi tanah yang mengalami likuifaksi akan menjadi lebih besar jika lapisan pasirnya lebih tebal.

" Tanah kan ada beberapa lapisan, ada lapisan pasir. Itu tergantung ketebalan ada 25 sentimeter ada 60 sentimeter," ujarnya.

Meski demikian, Badan Geologi baru memiliki peta rawan likuifaksi di wilayah yang sudah terjadi fenomena tersebut saja.

Baca juga: Gempa Terganas: Kampung Petobo Palu Terseret 2 Kilometer, Lenyap Ditelan Bumi

" Kami sudah sebagian wilayah melakukan pemetaan likuifaksi, karena harus melakukan pengeboran" .

Terkait
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-
Join Dream.co.id