Misteri Kunci Kos Deudeuh `Tata Chubby` Terungkap

News | Jumat, 17 April 2015 19:19
Misteri Kunci Kos Deudeuh `Tata Chubby` Terungkap

Reporter : Sandy Mahaputra

Ini menjadi bukti utama untuk memenuhi berkas perkara.

Dream - Pelaku pembunuhan Deudeuh Alfisahrin (26), M Prio Santoso (24) ternyata membuang kunci kamar kos korban di sebuah selokan, samping Stasiun Cawang.

Hal itu terungkap saat pelaku menjalai Pra-Rekonstruksi di rumah kos Deudeuh di Jalan Tebet Utara 15 C, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat 17 April 2015.

Pelaku lalu membuang kunci yang memiliki gantungan plastik berwarna kuning bernomor 2B di sebuah selokan kering, samping Stasiun Cawang di Jalan Tebet Timur Dalam XI, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Usai membuang kunci, pelaku langsung masuk ke stasiun. Selama di kereta menuju Bogor ia terus merenung, bingung dan takut aksinya ketahuan.

Menurut Kepala Unit Direskrim Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Budi Towoliu, kunci kos Deudeuh berhasil ditemukan. Ada dua kunci, satu kunci utama, satu kunci duplikat pintu kamar kosan korban. " Ini menjadi bukti utama untuk memenuhi berkas perkara," ujar Budi.

Diteriaki Warga

Prio sempat diteriaki warga ketika dibawa polisi ke lokasi pembunuhan untuk pra rekonstruksi.

Begitu pelaku diturunkan dari mobil dengan kawalan petugas bersenjata lengkap, warga yang sudah berkerumun langsung menyorakinya. " Ini toh yang bunuh. Buka saja pak polisi mukanya. Kasih liat saja," teriak seorang warga di lokasi.

Prio harus menembus kerumunan warga, lalu masuk ke dalam kos. Dua polisi bersenjata laras panjang berjaga di depan pintu kos. Sementara warga tetap ramai berkerumun di depan kos korban. (Ism) 

[crosslink_1]

2 dari 6 halaman

Mengapa Barang Deudeuh Masih Disimpan Pembunuhnya

Mengapa Barang Deudeuh Masih Disimpan Pembunuhnya

Dream - Setelah membunuh Deudeuh Alfisahrin (26), pelaku M Prio Santoso (24) juga mengambil barang-barang berharga milik korban, yakni empat handphone, 1 unit MacBook, uang Rp 2,8 juta dan satu unit iPad.

Kepada polisi, pelaku mengaku mengambil barang-barang Deudeuh yang ada di atas meja kamar kos korban karena takut ketahuan. Ia kemudian memasukkannya ke tas ransel.

Awalnya pelaku sempat berniat menjual barang-barang itu untuk keperluan dia. Mengingat sang istri tengah hamil dan orangtuanya sedang sakit.

Tapi niat itu diurungkan lantaran takut ketahuan. Barang-barang itu pun disimpan di rumah pelaku. Si istri pun tidak mengetahuinya.

" Semua barang-barang korban yang diambil pelaku belum sempat digunakan, sehingga berhasil disita secara utuh oleh petugas," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Polisi Albert Tedy Sianipar, Kamis 16 April 2015.

Kepolisian masih menaruh curiga jika ‎motif pembunuhan korban oleh tersangka tidak hanya karena masalah sakit hati. Sebab, tersangka mengambil barang-barang milik korban usai menghabisi nyawanya. " Kita masih dalami lagi," kata Albert.

Diketahui, keduanya berkenalan lewat Twitter. Pelaku dengan akun @santo06yoyomenghubungi Deudeuh yang memiliki akun @tata_chuby. Setelah bertukar nomor telepon, akhirnya mereka bertemu di kos-kosan korban.

Lewat twitter akun @santo06yoyo, pelaku sempat me-mention akun korban, @tata_chuby, menanyakan kapan bisa menggunakan jasanya, sebelum akhirnya bertemu dan nyawa Deudeuh dihabisi.

Pelaku diketahui bekerja sebagai guru privat di sebuah bimbingan belajar (bimbel) di kawasan Kedoya, Jakarta Barat.

Dia ditangkap tanpa perlawanan pada Rabu dini hari tadi sekitar pukul 03.30 WIB di kawasan Batu Tapak, Bojonggede, Bogor. Adapun motif pelaku membunuh lantaran kesal dibilang bau badan oleh korban saat sedang bercinta.

Pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun. (Ism) 

 

3 dari 6 halaman

Yang Dilakukan Pembunuh Deudeuh Selama Pelarian

Yang Dilakukan Pembunuh Deudeuh Selama Pelarian

Dream - M Prio Santoso (24), pelaku pembunuhan Deudeuh Alfisahrin (26) rupanya tak terlalu yakin pelariannya bisa berjalan mulus. Yang terjadi sebaliknya, malah meninggalkan jejak dari polisi.

Saban hari pelaku mengaku ketakutan usai menghabisi nyawa korban. Ia terus memantau perkembangan kasus Deudeuh lewat media televisi dan online, untuk menentukan langkah selanjutnya.

Diketahui setelah membunuh Duedeuh, Prio membawa barang-barang berharga milik korban. Ia kabur begitu melihat indekos korban sudah sepi.

Dalam perjalanannya pulang ke rumah di Bojonggede, Bogor, pelaku sempat membuang kunci kosan korban.

" Saya pulang ke rumah terus sempat beli tas di stasiun Bojong untuk membawa laptop supaya tidak dicurigai sang istri," ujar Prio yang kini mendekam di tahanan Polda Metro Jaya.

Dari situ pemberitaan soal Deudeuh makin gencar. " Saya sudah yakin sih akan tertangkap. Makanya saya tak mau juga kabur jauh," ungkap ayah satu anak itu.

Tapi Prio tetap berusaha menghilangkan jejak. Dia membuang seluruh kartu yang ada di dalam empat ponsel korban yang ia bawa kabur.

Lalu ia juga mengganti kartu ponselnya yang digunakan untuk menelepon korban " Saya punya dua kartu ponsel. Nah yang untuk menelepon korban sudah tak saya pakai lagi. Saya hanya pakai yang bisa untuk berhubungan dengan keluarga termasuk istri."

Pri sempat berniat menjual barang-barang milik korban untuk keperluan dia. Mengingat sang istri tengah hamil dan orangtuanya sedang sakit.

Tapi niat tersebut diurungkan lantaran takut ketahuan. Barang-barang itu lantas disimpan di rumah pelaku, tanpa diketahui sang istri.

Pelarian guru privat bimbingan belajar (bimbel) ini akhirnya berakhir. Dia ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya, Rabu dini hari 16 April 2015. Polisi juga berhasil mengamankan barang-barang milik korban yang diambil pelaku.

Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Budi Towoliu mengatakan akan segera melakukan rekonstruksi pada pekan depan. " Hari ini dilakukan pra rekonstruksi," tuturnya.

Saat ini, motif korban belum berubah. Dia membunuh karena sakit hati karena diejek badannya bau, dekil dan kotor.

" Untuk pasal perampokannya kita kenakan karena dia memang membawa kabur barang-barang korban," kata Budi. (Ism) 

 

 

4 dari 6 halaman

Sikap Deudeuh Saat Pertama Bertemu Pembunuhnya

Sikap Deudeuh Saat Pertama Bertemu Pembunuhnya

Dream - M Prio Santoso (24) menceritakan ikhwal pertemuam pertama dia dengan Deudeuh Alfisahrin (26). Menurutnya, korban bersikap cuek dan judes.

Diketahui keduanya kenalan lewat sosial media, Twitter pada 26 Maret lalu. Dan berlanjut bertemu di indekos Deudueh Jalan Tebet Utara, 15-C, Nomor 28, RT 7/10, Tebet Timur, Jakarta Selatan, beberapa hari setelah itu.

Tapi rupanya guru privat bimbingan belajar ini tetap ingin menggunakan 'jasa' Deudeuh untuk kedua kalinya. Hingga akhirnya pada Jumat 10 April dia kembali ke indekos korban.

" Saya penasaran, lagipula karena saya juga tidak punya wanita lain karena dia (deudeuh) yang pertama," kata Prio yang kini mendekam di Polda Metro Jaya.

Pada pertemuan kedua itu, pelaku tega menghabisi nyawa janda beranak satu itu lantaran kesal dibilang bau badan saat bercinta.

" Dia ngomong terus dan cerewet, waktu dia bilang mau pingsan karena baunya. Saya gelap mata dan langsung saya cekik dia," ujar ayah satu anak itu.

Korban sempat meronta-ronta bahkan menggigit tangannya. Namun, sekitar dua menit tubuh korban lemas.

Ketika sudah tak berdaya, pelaku kemudian mengambil kabel pengering rambut untuk menjerat leher Deudeuh hingga tak bernyawa. Kemudian mulut korban disumpal dengan kaus kaki.

Pembunuhan terjadi sekitar pukul 19.00-20.00 WIB. Usai membunuh pelaku juga mengambil barang-barang milik korban; empat handphone, iPad, laptop dan uang 2,8 juta. 

Dalam pelariannya, ia langsung pulang ke rumahnya ke kawasan Bojonggede, Bogor. Lima hari kemudian, Prio berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

Dia dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun. (Ism) 

 

5 dari 6 halaman

Hantu Deudeuh Takuti Pelaku

Hantu Deudeuh Takuti Pelaku

Dream - Pembunuh Deudeuh Alfi Sahrin (26), M Prio Santoso (24) ingin menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban.

Prio sangat menyesali perbuatannya. Ayah satu anak ini mengaku dihantui bayangan wajah Deudeuh pada detik-detik kematiannya saat dibunuh.

" Saya selalu kebayang muka tata dan matanya yang melotot saat saya cekik," kata Prio tertunduk lesu di ruang penyidik Unit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat, 17 April 2015.

Di tengah penyesalannya, Prio juga harus siap menghadapi segala kondisi yang akan terjadi padanya. Termasuk, risiko ditinggal sang istri dan putra yang begitu dicintainya.

" Saya sebenarnya takut ditinggal istri, tapi seandainya memang seperti itu mau tidak mau saya harus terima," kata dia pelan.

Prio terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara atas kejahatannya membunuh dan merampas harta milik korban yang tak lain wanita yang dikencaninya.

Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya, Bogor, Rabu dini hari 16 April 2015. Polisi juga berhasil mengamankan barang-barang milik korban yang diambil pelaku.

Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Budi Towoliu mengatakan akan segera melakukan rekonstruksi pada pekan depan. " Hari ini dilakukan pra rekonstruksi," tuturnya.

Saat ini, motif korban belum berubah. Dia membunuh karena sakit hati karena diejek badannya bau, dekil dan kotor.

" Untuk pasal perampokannya kita kenakan karena dia memang membawa kabur barang-barang korban," kata Budi. (Ism) 

6 dari 6 halaman

Sebelum Meregang Nyawa, Deudeuh Gigit Tangan Pelaku

Sebelum Meregang Nyawa, Deudeuh Gigit Tangan Pelaku

Dream - Deudeuh Alfi Sahrin (26 tahun) alias Tata Chubby sempat mengigit tangan pelaku RS saat dicekik di kamar kosnya Jalan Tebet Utara 15 C No. 28 RT 07/10 Kel. Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Polisi, Albert Tedy Sianipar mengatakan, tersangka mencekik korban karena tersinggung korban mengatakan dia bau badan ketika sedang berhubungan.

Tapi korban sempat melakukan perlawanan dengan menggigit tangan tersangka. Pelaku yang emosi semakin mengencangkan cekikan, hingga akhirnya Deudeuh terbaring lemas dan tak tersadarkan diri karena kehabisan nafas di atas ranjang.

Ketika tahu korban belum meninggal, tersangka lalu mengambil kabel pengering rambut dan melilitkan di leher korban hingga tewas.

" Tersangka juga sempat menyumpalkan kaos kaki miliknya ke mulut korban. Pembunuhan terjadi sekitar pukul 19.00-20.00 WIB," kata Albert dalam keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu 15 April 2015.

Setelah memastikan korban tewas, RS langsung melarikan diri dengan membawa kabur uang dan barang-barang korban, yakni empat handphone, iPad, laptop dan uang 2,8 juta. Semuanya belum sempat digunakan sehingga berhasil disita secara utuh oleh polisi.

" Saya sempat mendengar ada yang mengetuk pintu, tapi saya diamin. Setelah merasa aman saya langsung keluar dan kabur ke Bogor naik kereta," kata tersangka RS yang dihadirkan polisi.

RS diketahui bekerja sebagai guru privat di sebuah bimbingan belajar (bimbel) di kawasan Kedoya, Jakarta Barat.

Dia ditangkap pada Rabu dini hari tadi sekitar pukul 03.30 WIB di kawasan Batu Tapak, Bojonggede, Bogor. RS dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun. (Ism)

 

 

Join Dream.co.id