Warga Takut Pinjamkan Cangkul, Petugas Kubur Jenazah Covid-19 Pakai Tangan

News | Rabu, 12 Agustus 2020 13:20
Warga Takut Pinjamkan Cangkul, Petugas Kubur Jenazah Covid-19 Pakai Tangan

Reporter : Ahmad Baiquni

Pemakaman terpaksa berlangsung lebih lama.

Dream - Kisah miris seputar pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 kembali terjadi. Kali ini bukan penolakan namun keengganan masyarakat meminjamkan cangkul kepada petugas yang hendak memakamkan jasad pasien meninggal karena corona.

Petugas yang menggunakan APD lengkap terpaksa menutup lubang makam jenazah Covid menggunakan tangan.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 9 Desember 2020 di Dukuh Karangtemplek, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Proses pemakaman yang dilakukan 10 petugas dari TRC BPBD Jember harus berjalan lebih dari 30 menit. Padahal, biasanya penutupan makam bisa dikerjakan dalam 15 menit jika menggunakan cangkul dan sekop.

" Padahal, menguburkan tadi kedalamannya lebih dalam, yang umumnya 1,5 meter," kata salah satu petugas enggan disebutkan namanya, dikutip dari Memontum.com.

 

2 dari 4 halaman

Petugas biasanya membawa peralatan sendiri untuk menguburkan pasien meninggal karena Covid-19. Namun hari itu ada tim lain yang juga memakamkan jenazah Covid-19 di waktu bersamaan naun di lokasi pemakamannya berbeda.

" Kan dibagi dalam dua tim. Kami di Kecamatan Ambulu dan tim lain di Kecamatan Semboro, alat cangkul dan sekop dibawa tim lain," kata dia.

Selama ini, kata petugas tersebut, warga biasanya akan meminjamkan cangkul kepada tim. Tetapi kali ini tidak.

" Mungkin warga takut virus coronanya nempel di cangkul," kata petugas tersebut berusaha memahami ketakutan warga.

 

3 dari 4 halaman

Selama meninjam alat dari warga, petugas sebetulnya selalu membersihkan dengan disinfektan sebelum dikembalikan. Sehingga keamanannya terjamin.

" Sebenarnya aman, tapi ya karena tidak dipinjami dan dibilang tidak ada, ya sudah kita pakai tangan biasa. Kita ker-ker (aduk-aduk) tanahnya untuk menguburkan padahal lubang makam sebelumnya dibuatkan warga," ucap dia.

Petugas tersebut membantah jika warga protes dengan tidak meminjamkan cangkul. Mereka, kata petugas tersebut, sudah memahami kondisi jenazah dan tidak ada protes.

" Tapi setelah kedalaman makam kurang dari 20 cm, ada warga yang meminjamkan cangkul, jadi Alhamdulillah terbantu," kata petugas itu.

 

4 dari 4 halaman

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Heru Widagdo, membenarkan hal itu. Dia menduga ada kekhawatiran warga terhadap potensi penularan Covid-19 sehingga tidak meminjamkan cangkul.

" Jember memang unik, macam-macam proses pemakaman ini. Tapi kita berusaha agar pihak keluarga tetap tabah dan proses pemakaman dapat berjalan dengan baik, karena sensitif sekali soal pemakaman menggunakan protokol Covid-19 ini," kata Heru.

Sumber: Memontum.com

Join Dream.co.id