Fakta-fakta Anggota DPRD Bangun Tembok Tutup Akses Rumah Penghafal Alquran

News | Sabtu, 24 Juli 2021 14:44

Reporter : Nur Ulfa

Begini duduk perkaranya dan penyebabnya.

Dream - Pintu belakang rumah Tahfiz Alquran yang tertelak di Jalan Ance Daeng Ngoyo, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, tiba-tiba ditutup dengan dibangun tembok.

Dikabarkan jika orang yang menutup akses untuk masuk ke rumah Tahfiz Al-Quran tersebut adalah Amiruddin seorang anggota DPR Kabupaten Pangkep.

" Pak Amiruddin namanya, anggota DPRD Pangkep. Tiap Sabtu-Minggu, biasa baru datang ke sini di rumahnya," kata Ketua RW setempat, Abdul Azis seperti yang dilansir dari Liputan6.com, Sabtu 24 Juli 2021.

 

Fakta-fakta Anggota DPRD Bangun Tembok Tutup Akses Rumah Penghafal Alquran
Rumah Tahfiz Alquran Di Makassar (Foto Liputan6.com)
2 dari 7 halaman

Alasan Dirikan Tembok

Katanya alasan dibangun tembok, karena dia merasa terganggu dengan suara lantunan al-quran yang dibacakan para anak tahfiz.

" Alasannya Amiruddin tutup karena ini anak-anak tahfiz ribut katanya karena sering mengaji di sini," ujarnya.

Azis menceritakan rumah Amiruddin memang berada di belakang rumah tahfiz Al-Qur'an itu. Jalan setapak yang berada di belakang rumah penghafal Al-Qur'an itu pun juga sering menjadi lokasi bermain para santri setelah belajar mengaji dan mengafal Al-Qur'an.

" Ini anak-anak Tahfiz, sering belajar ngaji di sini sambil bermain. Di sini juga mereka sering lewat kalau ke masjid untuk Salat Ashar," imbuh dia.

 

3 dari 7 halaman

Tidak Berhak

Meski jalanan di depan Rumah Tahfiz Al Quran itu bisa diakses, namun dia merasa tidak etis seorang anggota DPR melakukan hal itu.

" Sebenarnya anak-anak bisa lewat depan, tapi kan kasihan mereka jauh mutar, kalau mau ke masjid. Dan, ini lokasi memang Fasum sebenarnya," ujar dia.

Sementa itu, Camat Panakkukang Thahir Rasyid juga membenarkan ihwal penutupan pintu belakang Rumah Tahfiz Al-Qur'an Nurul Jihad. Rumah bagi para penghafal Al-Qur'an tersebut diketahui dihibahkan untuk dipergunakan masyarakat setempat sebagai lokasi tempat belajar dan menghafal Al-Qur'an bagi anak kurang mampu.

" Iya benar. Rumah itu milik salah satu warga yang dipergunakan untuk menghapal Alquran," kata Thahir.

 

4 dari 7 halaman

Memang Amiruddin

Dia juga membenarkan kalau Amirrudin yang menembok jalanan pintu belakang rumah Tahfiz Al-quran itu.

" Rumah ini ditutup dengan menggunakan batu di pintu belakangnya, akibatnya tidak bisa dilewati," kata dia.

Katanya dalam waktu dekat tembok itu akan segera dirobohkan, karena memang itu bukan tanah milik Amiruddin.

" Kita akan surati pagar itu dirobohkan agar anak-anak bisa menghafal Al-Qur'an lagi. Kalau surat kami tidak ditindaklanjuti, maka kami akan tempuh jalur hukum," ujar dia.

 

5 dari 7 halaman

Akan Diperiksa Polisi

Sementara itu Kapolsek Panakkukang, AKP Andi Ali Surya menyebutkan akan memanggil Anggota DPRD Pangkep Amiruddin untuk diperiksa di Polsek Panakkukang.

Pihak kepolisian mendapat informasi bahwa sempat terjadi pengancaman saat Amiruddin hendak menutup pintu belakang Rumah Tahfiz Al-Qur'an Nurul Jihad.

" Kita akan panggil, kita mau periksa dia terkait tindak pidana pengancamannya," kata Ali.

 

6 dari 7 halaman

Amiruddin Buka Suara

Melihat hal ini yang cukup heboh, Amiruddin akhirnya buka sura. Menurut dia tembok tersebut dua dibangun sejak lama, hanya saja pihak rumah tahfiz quran membongkarnya, kemudian dia tutup lagi.

" Sebenarnya ini sudah tiga tahunan, dulu sudah ada. Tetapi dibobol karena mereka mau simpan materialnya. Jadi dibiarkan dibobol dengan janji akan ditutup kembali," ujar Amiruddin.

Belakangan tembok tersebut ternyata tidak dibangun kembali. Amiruddin pun berinisiatif untuk mendirikan kembali tembok tersebut.

" Padahal semua kotorannya itu ke halaman saya dan janjinya juga mereka yang akan tutup sendiri. Karena ini memang bukan jalanan, jalanan itu ada di depannya pondok tahfiz, rumah saya di belakangnya," ucap dia.

7 dari 7 halaman

Tembok yang menutup pintu belakang rumah penghafal Alquran (tahfiz) di Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya dibongkar. Beberapa pekerja akhirnya merobohkan tembok tersebut pagi tadi sebelum anggota DPRD Pangkep, Amiruddin, yang mendirikan tembok, tiba di lokasi.

Setelah tembok ini dibongkar, Amiruddin akan melakukan klarifikasi atau tabayun dengan sejumlah pihak.

Amiruddin juga telah memberikan klarifikasinya. Dia menyebut menembok rumah bukan karena tidak senang mendengar anak-anak tahfiz sedang mengaji, tetapi karena mereka sering membuang sampah di depan rumahnya.

Join Dream.co.id