Kepala KSP Moeldoko: New Normal Bukan Back To Normal

News | Senin, 15 Juni 2020 17:30

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

'New normal' beda ya dengan 'back to normal'. Kalau 'back to normal' repot kita semuanya.

Dream - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, mengungkapkan bahwa ada kesalahpahaman istilah new normal terkait pandemi Covid-19. Banyak orang mengartikan new normal dengan makna back to normal atau kembali normal.

"New normal beda ya dengan back to normal. Kalau back to normal, repot kita semuanya," kata Moeldoko ketika menjadi pembicara webniar "New Normal & You" yang diselenggarakan oleh Dream, Senin 15 Juni 2020.

New normal, kata Moeldoko, adalah tatanan baru untuk melakukan aktivitas ekonomi sosial tetap produktif. "Namun tetap menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19," sambung dia.

Menurut Moeldoko, new normal adalah upaya pemerintah dalam menyeimbangkan aspek kesehetan dengan aspek lainnya, termasuk ekonomi dan sosial. Jadi tidak ada salah satu yang dikorbankan.

"Kita lakukan adjustment dengan kebijakan new normal. Kalau kita menutup diri, malah memunculkan persoalan baru. Semuanya harus tetap berjalan beriringan," ucap Moeldoko.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

#NewNormalAndYou

A post shared by Dream.co.id (@dreamcoid) on

Kepala KSP Moeldoko: New Normal Bukan Back To Normal
Dr Moeldoko (instagram)
2 dari 3 halaman

Kepala KSP Moeldoko Bekali 150 Boks Masker Buat Jurnalis

Dream - Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko, menilai jurnalis termasuk profesi yang sangat rentan terpapar virus corona baru, Covid-19. Salah satu alasannya, jurnalis seringkali memiliki jarak yang cukup dekat dengan sumber penyebaran virus tersebut.

Demi membantu para jurnalis agar terhindar dari wabah virus yang membahayakan tersebut, Moeldoko menyalurkan 150 boks masker yang masing-masing berisi 50 lembar. Masker tersebut dititipkan kepada Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) sebanyak 35 boks,

Sementara 115 boks sisanya akan dikirimkan ke sejumlah media online yang berasosiasi dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

" Saya melihat wartawan sebagai profesi yang rentan terpapar," ujar Moeldoko di Gedung Bina Graha Komplek Istana Negara, Rabu 18 Maret 2020.

Moeldoko mengatakan masker tersebut merupakan sumbangan dari rekan-rekannya yang semula akan digunakan di Kantor Staf Kepresidenan. Tetapi, jumlah masker yang terkumpul ternyata melimpah.

Dia berinisiatif untuk memberikan kepada jurnalis. Rupanya, inisiatif tersebut disambut penuh antusias.

" KSP masih akan mencoba menghubungi pihak-pihak yang punya kelebihan masker. Jika nanti terkumpul, rencananya akan diberikan kepada masyarakat yang berisiko terpapar Covid-19," kata dia.

3 dari 3 halaman

Prosesi Sederhana

Bantuan masker tersebut diserahkan dalam prosesi sederhana di kantor Moeldoko. Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana yang juga Pemimpin Redaksi iNews, Pimred CNN Indonesia Titin Rosmasari, Sekjen IJTI Indria Purnamahadi dari Emtek Group, Dewan Pertimbangan IJTI Atika Suri, Wakil Pemimpin Redaksi tvOne Totok Suryanto, Wakil Pemimpin Redaksi RTV Makroen Sanjaya.

Selain itu hadir pula Pimred Berita Indonesia Link Ronny Kusuma dan Pimred Sindo Trijaya Gaib Maruto Sigit. Keduanya merupakan perwakilan AMSI.

 Moeldoko salurkan masker
© istimewa

Ketum IJTI Yadi menyampaikan terima kasih atas kepedulian KSP terhadap jurnalis. Masker tersebut akan dibagikan kepada 17 kantor redaksi televisi, masing-masing mendapatkan 100 lembar masker atau dua boks.

" Kita mendapatkan hal-hal langka. Bukan nggak mampu beli tapi susah cari barangnya," ujar Yadi.

Sementara perwakilan AMSI Ronny, mengatakan pihaknya segera mendistribusikan masker ke anggota. Masker tersebut akan disalurkan ke 31 media online baik di Jakarta maupun daerah.

" Karena tugas awak media dilapangan cek ke rumah sakit dan lain- lain, masker menjadi penting," kata dia.

Join Dream.co.id