Seberapa Penting Kursus Pranikah?

News | Senin, 18 November 2019 14:02
Seberapa Penting Kursus Pranikah?

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Lingkup materi kursus pranikah akan diperluas.

Dream - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, kursus pranikah merupakan pengembangan dari program bimbingan perkawinan yang ada di Kementerian Agama.

" Justru program ini merupakan pengembangan dari yang sudah dilakukan oleh Kemenag," ujar Muhadjir, Senin, 18 November 2019.

Dia mengatakan, jangkauan program bimbingan perkawinan dianggap masih terlalu kecil. Menurut Muhadjir, hanya ada tujuh persen pertahun pasangan yang melakukan bimbingan perkawinan.

" Capaiannya terlalu kecil, dari sekitar 1.900 calon pengantin pertahun, hanya sekitar tujuh persen yang bisa ikut," ucap mantan Mendikbud ini.

Selain itu, lanjut dia, materi yang akan disampaikan dari kursus pranikah juga akan dikembangkan Tidak hanya mengenai hubungan hak dan kewajiban pasangan suami istri dalam agama.

" Lingkup materinya juga diperluas, tidak hanya masalah keagamaan dan harus ada eksekusi tindak lanjut bila memang ada permasalahan yang dihadapi calon pengantin," katanya lagi.

Calon pengantin yang sudah mengikuti kursus pranikah nantinya akan diberikan sertifikat. Rencananya, sertifikat itu digunakan sebagai salah satu syarat menikah.

2 dari 7 halaman

Menag Dukung Usulan Kursus Pranikah dari Menteri Muhadjir

Dream - Kementerian Agama mendukung usulan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengenai kursus pranikah. Sebab, Kemenag sudah dua tahun menjalankan program bimbingan perkawinan untuk menciptakan keluarga sakinah melalui Ditjen Bimas Islam.

" Bimbingan Perkawinan digelar untuk membekali calon pengantin dalam merespon problem perkawinan dan keluarga," ujar Menteri Agama, Fachrul Razi, dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat 15 November 2019.

Menurut Fachrul, bimbingan pranikah dilakukan secara tatap muka dan berlangsung selama dua hari. Dalam bimbingan itu, calon pengantin akan diberi pembekalan mengenai hak dan kewajiban sebagai pasangan suami istri.

Materi yang disampaikan dalam bimbingan pranikah mengenai fondasi keluarga sakinah, penyiapan psikologi keluarga, manajemen konflik, tata kelola keunagan keluarga, dan cara mencetak generasi berkualitas.

Pada 2018, bimbingan perkawinan ini telah diikuti 125.132 calon pengantin di seluruh Indonesia. " Sampai Oktober 2019, penyelenggaraan bimbingan prakawin yang masuk laporan sudah 59.291 calon pengantin," ucap dia.

3 dari 7 halaman

Ajak Lembaga dan Kementerian

Meski demikian, Fachrul mengakui program bimbingan pranikah belum menjangkau seluruh calon pengantin. Tercatat, setiap tahun rata-rata pernikahan di Indonesia mencapai dua juta pasangan.

" Sampai saat ini, Kemenag sudah memiliki 1.928 fasilitator bimwin yang sudah lulus bimbingan teknis. Ini hanya dari unsur Penghulu dan Penyuluh Kemenag, serta ormas Islam," kata dia.

Fachrul berharap, dengan adanya usulan program kursus pranikah Muhadjir, calon pengantin lebih terjangkau lagi. Sehingga, harapan untuk menciptakan keluarga sakinah dapat terwujud dengan cepat.

Selain program keluarga sakinah di Ditjen Bimas Islam, ada juga bimbingan keluarga Sukinah (Ditjen Bimas Hindu), keluarga Kristiani (Kristen), keluarga Bahagia (Ditjen Bimas Katolik), dan keluarga Hittasukhaya (Ditjen Bimas Buddha).

Fachrul mengajak seluruh kementerian dan lembaga untuk turut serta bersinergi menjalankan program tersebut. Tujuannya, untuk menciptakan keluarga sakinah yang dapat menghadirkan generasi penerus yang unggul.

4 dari 7 halaman

Tren Perceraian Meningkat, Kemenag Gencarkan Kursus Pranikah

Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan akan menggalakkan bimbingan pranikah bagi para calon pengantin. Lukman berharap seluruh calon pengantin mengikuti kursus ini.

" Mimpi dan cita-cita kita semua, setiap anak remaja kita mengikuti Bimbingan Perkawinan, sebelum melangsungkan perkawinan. Ini penting, karena akhir-akhir ini, angka perceraian cenderung tinggi dan kekerasan dalam rumah tangga meningkat," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id.

Lukman mengatakan selama ini para calon pengantin tidak mendapat pembekalan cukup mengenai pernikahan. Sehingga, bimbingan pernikahan perlu kembali digiatkan mulai tahun ini.

Menag pun menyempatkan diri turun ke lapangan untuk mengamati proses bimbingan yang berlangsung. Bahkan, dia melihat antusiasme pasangan muda cukup tinggi untuk mengikuti kursus tersebut.

" Terlebih, pendekatan yang dipakai para Bimbingan Perkawinan adalah partisipatoris dan menghindari ceramah, jadi peserta terlibat langsung," kata Lukman.

5 dari 7 halaman

Beberapa Persyaratan

Tidak hanya bagi calon pengantin, bimbingan juga perlu diberikan kepada orangtua. Sebab, masalah kerap muncul dari keluarga, sehingga perlu diberi bekal pengetahuan menjadi orang tua yang baik.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul 'Aisiyah, Diyah Puspitarini, mengatakan pihaknya siap menjalin kerja sama dengan Kemenag untuk memberikan Bimbingan Pernikahan.

" Beberapa persyaratan seperti modul telah kami persiapkan dan siap dipresentasikan," kata Diyah.

Diyah mengatakan pihaknya juga aktif dalam kegiatan advokasi pernikahan dini, terutama di bawah usia 15 tahun. Menurut dia, pihaknya telah menjalankan pendekatan edukasi ke sejumlah daerah.

" Kami telah melakukan pendekatan edukasi di beberapa tempat antara lain di Gunung Kidul DIY, NTB dan beberapa tempat di Kalimantan. Insya Allah seluruh penjuru Nusantara," kata Diyah.

6 dari 7 halaman

Bikin Perjanjian Pranikah, Ini Pandangan Hukum Islam

Dream - Perkawinan merupakan sarana bagi sepasang pria dan wanita membangun rumah tangga. Tujuan utamanya adalah meraih keridhaan Allah SWT.

Ketika menikah, rezeki yang peroleh dimanfaatkan untuk keluarga. Baik suami maupun istri yang bekerja, penghasilan mereka digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama.

Belakangan banyak terjadi kasus pernikahan berujung perceraian. Lalu timbul masalah mengenai pembagian harta maupun hak asuh.

Menyadari hal itu, sebagian pasangan berpikir untuk membuat perjanjian perkawinan. Ini untuk mengantisipasi apabila terjadi perceraian, harta dapat dibagi sesuai kesepakatan.

Lantas, bagaimana sebenarnya status perjanjian perkawinan dalam Islam?

7 dari 7 halaman

Praktik Perkawinan di Indonesia

Dikutip dari bincangsyariah.com, perjanjian perkawinan dibuat oleh pasangan untuk memisahkan harta perkawinan. Jika tidak dibuat, seluruh harta yang diperoleh adalah milik bersama dan dibagi sama.

Berbeda dengan dibuatnya perjanjian perkawinan. Maka harta dapat dibagi sesuai kesepakatan.

Dalam Islam, perjanjian ini adalah mubah dan dapat dilakukan sebelum, ketika, ataupun sesudah akad nikah. Perjanjian ini dikenal dengan taklik talak.

Taklik talak adalah perjanjian yang dibacakan oleh suami. Isinya, talak jatuh apabila suami melanggar ikrarnya.

Dalam hukum perkawinan di Indonesia, taklik talak diatur melalui Maklumat Kementerian Agama Nomor 3 Tahun 1953. Bunyinya biasanya tercantum dalam bagian akhir dari buku nikah.

Taklik talak dibolehkan untuk dibaca maupun tidak. Tetapi begitu akta nikah ditandatangani, maka perjanjian tersebut berlaku secara sah.

Selengkapnya...

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone
Join Dream.co.id