Menkes Terawan: Vaksin Diprioritaskan untuk Usia 18-59 Tahun

News | Kamis, 1 Oktober 2020 15:02
Menkes Terawan: Vaksin Diprioritaskan untuk Usia 18-59 Tahun

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Masyarakat umum yang bekerja di lingkungan fasilitas medis juga menjadi prioritas pemberian vaksin

Dream - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengatakan prioritas penerima vaksin Covid-19 akan disuntikkan kepada tenaga medis.

Selain tenaga medis, masyarakat umum yang bekerja di lingkungan fasilitas medis juga menjadi prioritas pemberian vaksin di tahap awal.

" Prioritas vaksin akan diberikan kepada garda terdepan yaitu seluruh tenaga medis dan seluruh masyarakat yang bekerja pada fasilitas medis," kata Terawan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Program Vaksin, Jakarta, Kamis 1 September 2020.

Prioritas selanjutnya kata Terawan diberikan kepada masyarakat yang masuk kategori risk. Yakni para pekerja yang berada di rentang usia 18 tahun sampai 59 tahun.

Sehingga kebutuhan vaksinasi untuk prioritas tersebut mencapai 320 juta dosis. Dari kebutuhan tersebut, maka dosis vaksin yang dibutuhkan sebanyak 352 juta dosis.

" Dengan indeks pemakaian vaksin, maka kita harus bisa menyediakan 352 juta dosis vaksin," kata dia.

2 dari 5 halaman

Dalam rangka menyiapkan program vaksinasi, Kementerian Kesehatan telah menyusun beberapa langkah kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia.

Sejak Senin 28 September lalu , telah dilaksanakan pelatihan kepada tenaga kesehatan mengenai tata cara vaksinasi Covid-19 ini.

Selain itu, telah disiapkan dua puskesmas yang akan menjadi tempat simulasi. Puskesmas Abiansemal di Kabupaten Badung, Denpasar dan Puskesmas Tanah Sereal di Kota Bogor, Jawa Barat.

 

3 dari 5 halaman

Kapasitas Penyimpanan

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan kapasitas penyimpanan vaksin yang dimiliki BUMN saat ini baru 123 juta vaksin. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan 352 juta dosis vaksin pihkanya tengah menjalin kerja sama antar lembaga BUMN.

Secara khusus kerjasama yang dimaksud dilakukan dengan Bio Farma dan Kimia Farma sebagai produsen obat.

" Khususnya oleh Bio Farma dan Kimia Farma sebagai produsen obat, dalam pengadaan Cold Chain Equipment Inventory hingga memuat 300 juta vaksin," kata Budi.

Pengadaan Cold Chain ini disiapkan untuk datangnya vaksin dari berbagai negara. Kerja sama penyediaan vaksin ini dilakukan Kementerian Luar Negeri, Kementerian BUMN, Kepala BPOM, dan Kepala BNPB.

Sumber: Liputan6.com

4 dari 5 halaman

Jokowi Minta Rencana Vaksinasi Covid-19 Selesai Dalam 2 Pekan

Dream - Presiden Joko Widodo meminta rencana vaksinasi Covid-19 disiapkan secara rinci agar dapat berjalan lancar. Dia memberi tenggat waktu dua pekan ke depan agar jajarannya dapat menyusun rencana tersebut.

" Saya minta untuk rencana vaksinasi, rencana suntikan vaksin direncanakan secara detail, seawal mungkin. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Dalam rapat terbatas virtual hari ini, Jokowi meminta perencanaan vaksinasi harus diawali dengan membuat jadwal yang jelas. Jadwal itu di antaranya memuat siapa dari masyarakat yang akan mendapatkan suntikan pertama kali.

" Kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama, semuanya harus terencana dengan baik sehingga saat vaksin ada itu tinggal langsung implementasi, pelaksanaan di lapangan," kata Jokowi.

5 dari 5 halaman

Tahap Uji Klinis

Diketahui, saat ini Indonesia sedang menjalankan uji klinis tahap III vaksin buatan Sinovac, perusahaan farmasi asal China. Setelah uji klinis berhasil, vaksin siap diproduksi besar-besaran di Indonesia.

Sebelumnya, Jokowi berharap uji klinis dapat selesai dalam enam bulan. Sehingga, vaksin dapat segera diproduksi dan disuntikkan ke masyarakat awal 2021.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan vaksin lokal yang diberi nama Vaksin Merah Putih. Diprediksi uji vaksin ini selesai di pertengahan 2021

Riset dalam pengembangan Vaksin Merah Putih melibatkan banyak institusi. Seperti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kementerian Riset dan Teknologi, dan sejumlah universitas.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id