Pria Ini Meninggal Saat Mudik dengan Berjalan Kaki 200 Km karena Kota Lockdown

News | Selasa, 31 Maret 2020 09:00
Pria Ini Meninggal Saat Mudik dengan Berjalan Kaki 200 Km karena Kota Lockdown

Reporter : Arini Saadah

Kematian Ranveer merupakan kasus pertama diantara puluhan ribu buruh yang memaksa mudik setelah kehilangan pekerjaan di Ibu Kota New Delhi akibat kebijakan lockdown oleh pemerintah India.

Dream – Sejumlah negara memutuskan melakuk lockdown untuk membendung penyebaran virus corona, Covid-19. Namun kebijakan itu berdampak macetnya roda perekonomian. Sejumlah orang jadi pengangguran karena tempat kerjanya tutup.

Seperti terjadi di India. Seorang lelaki 39 tahun, yang bekerja sebagai buruh restoran di ibukota India harus pulang kampung. Dia mudik karena tak lagi punya penghasilan di kota.

Tragisnya, pria bernama Ranveer Singh itu tewas di tengah jalan, saat menuju kampung halaman. Dilansir laman Times Of India, ayah tiga anak itu mudik tanpa kendaraan. Dia harus berjalan kaki sejauh 200 kilometer.

Lockdown yang dilakukan pemerintah India memang membuat operasional transportasi umum dihentikan. Meski demikian, Ranveer dan kedua rekannya memaksa mudik ke kampung halaman dengan berjalan kaki.

Selain itu, pemerintah India juga menginstruksikan kepada para pemilik toko, kantor, bahkan restoran, untuk tutup sementara waktu. Jadilah Ranveer dan kedua temannya sempat dikabarkan kelaparan di perjalanan.

Kepala Kepolisian Distrik Agra, Arvind Kumar, mengatakan, restoran di daerah Tughlakabad di New Delhi tempat Ranveer bekerja telah ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona.

2 dari 3 halaman

Menurut keterangan polisi, Ranveer ambruk di dekat Kailash Jalan Raya Nasional-2, pemilik toko perangkat keras di daerah itu sempat mendatanginya dan menawarkan teh.

“ Dia membaringkan korban di karpet dan sempat menawarkan teh serta biskuit,” ujar Arvind Kumar.

Ranveer mengeluh dadanya nyeri. Dia sempat menelepon saudara iparnya, Arvin Singh, untuk mengabarkan kondisi kesehatannya. “ Namun, sekitar pukul 06.30 malam, korban meninggal dan polisi setempat diberitahu,” tambah Arvind Kumar.

Ranveer, kata Arvind Kumar, sebelumnya berangkat ke desa asalnya dengan berjalan kaki. Kemungkinan kelelahan setelah berjalan 200 kilometer yang memicu nyeri pada dadanya.

Namun sebelum kematiannya, Ranveer telah bercerita bahwa untuk jarak tertentu dia sempat naik sebuah truk. Akan tetapi, kematiannya adalah hal yang disayangkan.

3 dari 3 halaman

Polisi mengevakuasi jenazah Ranveer untuk autopsi. Hasil autopsi mengungkapkan bahwa kematian Ranveer karena serangan jantung akibat kelelahan usai perjalanan yang sangat jauh.

Laman Times Of India mengutip saudara Ranveer, Sonu Singh, mengatakan bahwa perjalanan ketiga orang itu dilakukan sejak tiga hari sebelumnya. Ia merupakan orang miskin dan memiliki tiga anak di kampung halaman. Setelah kepergian saudaranya, Sonu merasa kasihan kepada ketiga anak Ranveer.

Perlu diketahui, kematian Ranveer ini merupakan kasus pertama di antara puluhan ribu buruh yang memaksa mudik setelah kehilangan pekerjaan di Ibu Kota akibat kebijakan lockdown oleh pemerintah India.

Join Dream.co.id