Mahar Nikah Segelas Air Putih, Pasangan di Aceh Bikin Haru

News | Kamis, 31 Maret 2016 15:28
Mahar Nikah Segelas Air Putih, Pasangan di Aceh Bikin Haru

Reporter : Ahmad Baiquni

Usai ijab kabul, mahar tersebut langsung diminum pengantin wanita sampai habis.

Dream - Kemarin, terdapat kabar menghebohkan seputar pernikahan. Sepasang pengantin di Malaysia menikah hanya setengah jam lalu bercerai lantaran uang seserahan dari mempelai pria dianggap kurang.

Kali ini, kabar mengejutkan sekaligus mengharukan datang dari Kabupaten Aceh Singkil, tepatnya di Kampung Pea Jambu, Kecamatan Singkohor, Aceh. Sebuah pernikahan sederhana berlangsung pada tanggal 24 Maret lalu.

Sepintas, pernikahan tersebut tampak biasa saja. Sepasang pengantin duduk di sebuah masjid, dengan mempelai wanita tengah meminum segelas air.

Ternyata, air minum itu bukan air minum biasa. Segelas air minum itu merupakan mahar yang diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita.

Momen ini diabadikan oleh pengguna Facebook Purwanto. Dia mengabadikan momen itu dalam sebuah foto yang diunggah di akun miliknya.

 

Prnikhan hari & rohani dngn mahar segelas air minum. Langsung dminum mharnya... Semoga mnjdi kluarga yg bhgia.

Dikirim oleh
Purwanto
pada 
24 Maret 2016

" Prnikhan hari & rohani dngn mahar segelas air minum. Langsung dminum mharnya... Semoga mnjdi kluarga yg bhgia," tulis Purwanto.

Dalam kolom komentar, Purwanto menyebut pengantin pria merupakan penyuluh agama honorer di Kantor Urusan Agama (KUA) Singkohol.

" Ia. Yg nikah mrupkn pnyuluh agama honorer. Prnikhan dilaksanakn dimasjid alfalah kmpung pea jambu hari kamis tnggal 24 maret 2016," tulis Purwanto.

Banyak pengguna Facebook yang kaget dengan unggahan tersebut. Mereka seperti tidak percaya pernikahan bisa terjadi hanya dengan mahar segelas air putih.

" betul itu pak? Mharnya..," tulis pemilik akun Rodli El Jundy. (Ism) 

2 dari 6 halaman

Fakta Baru Tawuran di Akad Nikah karena Uang Mas Kawin Kurang

Dream - Masih ingat dengan kasus acara akad nikah jadi arena tawuran akibat uang mas kawin dari pengantin pria kurang?

Kini si pengantin pria yang menjadi korban pemukulan dalam kasus itu, telah melaporkan keluarga pengantin perempuan ke polisi.

Setelah membuat laporan di Balai Polis Pantai Dalam, Kuala Lumpur, pada 26 Maret lalu, pengantin pria bernama Nor Izzat Norazman itu menjelaskan kronologis dari kejadian yang sangat memalukan baginya itu.

Insiden terjadi ketika kakak laki-laki tunangannya yang tidak puas dengan kekurangan uang mas kawin, meninju mukanya.

" Sewaktu saya mau keluar, kakaknya tidak senang dengan kondisi itu. Padahal saya sudah berikan uang kepada mereka untuk acara itu sebanyak RM11,000," kata Nor Izzat.

" Tetapi kakaknya mulai membuat gaduh dalam acara itu. Saya langsung keluar dari masjid itu dan kakaknya tiba-tiba meninju muka saya" .

Setelah itu datang lagi dua pria Melayu yang diduga saudara tunangannya dari arah belakang dan memukul Nor Izzat, yang sehari-hari bekerja sebagai satpam tersebut.

Nor Izzat menduga rombongannya turut dipukuli oleh keluarga pengantin perempuan, ketika mereka mencoba meleraikan pertengkaran.

Bahkan, kendaraan mereka turut dirusak sehingga meninggalkan bekas di beberapa bagian.

" Rombongan saya juga dipukuli saat mencoba meleraikan pertengkaran itu dan mobil rombongan saya juga dirusak oleh mereka, sehingga ada banyak bekas goresan," katanya.

Nor membuat laporan polisi untuk menuntut kembali ganti rugi untuk semua pengeluaran acara nikah, yang semua itu adalah uang tabungannya selama ini.

Sebelumnya seorang wanita yang mengaku saudara pengantin perempuan tampil memberi penjelasan tentang kejadian di halaman Masjid Jamek Al Khadijah itu.

" Perkelahian terjadi karena pihak pria yang memulai dengan berbicara kurang sopan dan menantang pihak perempuan," kata wanita itu dikutip dari imam yang seharusnya menikahkan pasangan pengantin tersebut.

(Ism, Sumber: Mynewshub.cc)

3 dari 6 halaman

Uang Mas Kawin Kurang, Akad Nikah Jadi Arena Tawuran

Dream - Memalukan! Itu yang dapat disimpulkan setelah sebuah video menampilkan perkelahian antara dua keluarga calon pengantin di Pantai Dalam, Kuala Lumpur pada Sabtu kemarin.

Mengutip laporan harian lokal, insiden diduga pecah ketika pengantin pria dipukul gara-gara akan meninggalkan acara akad nikah yang digelar di Masjid Jamek Al-Khadijiah, Pantai Dalam, Kuala Lumpur, Sabtu lalu.

Pria 27 tahun itu pergi lantaran dilarang meneruskan acara akad nikah oleh pihak pengantin perempuan. Peristiwa bermula saat mempelai pria tidak bisa memenuhi janjinya membawa uang hantaran atau mas kawin sebanyak RM15.000 (Rp50 juta), seperti yang telah disepakati sebelumnya.

Pria yang bekerja sebagai satpam itu hanya berpenghasilan RM1.500 (Rp5 juta) sebulan. Namun dia mengatakan setuju akan membawa uang hantaran RM15.000 (Rp50 juta) seperti yang ditetapkan keluarga pengantin perempuan ketika melamar pada Januari lalu.

" Ketika melamar pihak pria bersedia membawa RM7.500 (Rp25 juta) sebagai uang hantaran namun pihak perempuan minta RM15.000" .

" Pengantin pria setuju dengan jumlah itu. Namun meminta agar uang hantaran tersebut dibayar secara angsuran yaitu sebanyak RM10.000 sebelum pernikahan dan sisanya lagi RM5,000 dibayar setelah acara," kata satu sumber.

Menurut sumber itu lagi, pengantin pria sudah mengangsur RM10,000 sebelum pernikahan berlangsung, namun akibat gagal menyerahkan sisanya yang RM5,000 keluarga pengantin perempuan tidak mengizinkan akad nikah dilanjutkan.

" Tidak terima dengan permintaan itu, pengantin pria bersama keluarganya memutuskan untuk meninggalkan acara akad nikah sebelum dia dipukul oleh seorang anggota keluarga pengantin perempuan," katanya lagi.

Seperti yang disaksikan dalam rekaman video, kondisi di pekarangan masjid menjadi gaduh ketika terjadi baku hantam dan pergulatan antara kedua keluarga pengantin. 

(Ism, Sumber: Mynewshub.cc)

4 dari 6 halaman

Kasihan, Istri Rela Berhubungan `Terlarang` Demi Anak

Dream - Seorang istri di Surabaya rela melakukan berhubungan intim yang dilarang agama. Meski dengan sang suami.

Sang istri, maaf, rela berhubungan badan melalui dubur dengan suami. Semua dilakukan demi sang anak.

Awalnya, si istri menolak permintaan suami. Namun karena takut dicerai, akhirnya dia rela. Si istri tak mau cerai demi kebaikan anaknya yang saat ini duduk di bangku SMP. 

Namun, sang istri semakin menolak permintaan suaminya, setelah mendengar penjelasan dampak bahayanya hubungan intim terlarang itu. 

Hubungan yang dijaganya itu akhirnya berakhir juga. Penyebabnya, karena si istri sering menolak dan berujung pertengkaran (KDRT).

Dan akhirnya si suami mencarikan istrinya. Kisah selengkapnya klik di sini. (Ism) 

5 dari 6 halaman

Pidato Pilu dari Pria yang Hanya 30 Menit Jadi Suami

Dream - Bagi banyak orang, pernikahan menjadi hari bahagia. Namun tidak untuk pasangan di Malaysia ini. Mereka bercerai hanya setengah jam setelah akad nikah.

Kisah itu berawal dari kurangnya mas kawin. Pengantik lelaki memang sengaja mengurangi uang hantaran sebesar RM 1.000. Dia ingin melihat tipe seperti apa keluarga dan wanita yang dinikahi itu.

Ya benar saja, setelah menerima seserahan, keluarga mempelai wanita ribut, menghujat pengantin lelaki. Menagih kekurangan uang hantaran. Mempelai wanita pun tak kalah galak. Dengan suara tinggi dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya.

Watak asli sang perempuan dan keluarganya tampak sudah. Sang pengantin laki-laki sangat sedih dibuatnya. Dengan mata berkaca-kaca, pengantin lelaki menyambar mikrofon. Dan di depan para undangan dia mulaoi bicara.

“ Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini,” tutur pengantin lelaki, sebagaimana ditulis fotografer yang mengunggah kisah ini ke akun Facebook Boii Amani Hashim.

“ Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” tambah pengantin itu. Tak hanya mengeluarkan kata-kata. Pengantin itu juga mengeluarkan uang kekurangan hantaran itu dari dalam tas.

“ Tak apa-apa lah,” kata dia sambil terus menahan air mata, “ semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Ya, pidato lelaki itu mengakhiri tali pernikahan itu, yang masih berumur setengah jam. Di saat para undangan belum beranjak, mereka menyaksikan akad sekaligus perceraian. (Ism, Sumber: Facebook Boii Amani Hashim)

6 dari 6 halaman

Kisah Pilu Setengah Jam Jadi Suami, Ceraikan Istri Usai Akad

Dream - Menjadi fotografer pernikahan bukan berarti selalu menyaksikan momen bahagia para mempelai dan keluarga. Tapi, ada kalanya juru foto itu menyaksikan. Bahkan, mengabadikan momen-momen sedih yang seharusnya menjadi hari bahagia itu.

Simak saja pengalaman fotografer pernikahan asal Malaysia ini. Juru foto itu mengunggah kisah perkawinan yang menyedihkan melalui akun Facebook Boii Amani Hashim. Kisah suami yang menceraikan istrinya, setengah jam setelah akad nikah.

Dalam pernikahan itu, sang pengantin pria telah sepakat memberi mas kawin senilai RM 22.222,22 atau sekitar Rp 75 juta. Agak mahal memang. Tapi sang lelaki sudah setuju.

Akad nikah pun dilakukan. Dalam sekali lafal, pernikahan itu menjadi sah. Dan di pesta itu bingkisan mas kawin sudah berpindah tangan, dari keluarga pengantin pria ke keluarga pengantin perempuan.

Namun beberapa saat kemudian terdengar keributan dari keluarga pengantin perempuan. “ Duit hantaran kurang seribu,” kata keluarga perempuan mempermasalahkan mas kawin dari pengantin lelaki.

Mendengar keributan itu, pengantin permepuan pun bangkit dari duduknya. Dengan nada suara tinggi, dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya, mengapa kurang seribu. Dan pekikan itu disahut keluarganya yang turut mempertanyakan kekurangan mas kawin.

“ Sudah tahu tak punya cukup uang, tetapi kenapa sangat gatal ingin menikah,” tanya keluarga pengantin perempuan.

Mendengar cercaan itu, sang pengantin lelaki bereaksi. Meski matanya berkaca-kaca, dia tetap berusaha tersenyum. Lantas dia mengambil mikrofon dan berkata, “ Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini.”

“ Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” kata pengantin lelaki itu sambil mengambil gepokan uang dari tas.

“ Tak apa-apa lah,” kata dia, “ semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Kisah ini diunggah, karena di negeri jiran itu tengah hangat masalah perkawinan yang batal karena kurangnya mas kawin dari pengantin laki-laki. Beberapa waktu lalu, pernikahan yang dilangsungkan di masjid itu berubah menjadi kericuhan. (Ism) 

Join Dream.co.id