Mengenal Ploonet, Satelit 'Nakal' yang Mengorbit di Planet Lain

News | Senin, 15 Juli 2019 08:00
Mengenal Ploonet, Satelit 'Nakal' yang Mengorbit di Planet Lain

Reporter : Maulana Kautsar

Bulan akan menjadi ploonet?

Dream - Ilmuwan mendapat julukan baru yaitu " ploonet" . Para ilmuwan sebelumnya mengusulkan istilah " moonmoons" untuk menggambarkan fenomena ini.

Istilah ploonet untuk menggambarkan exomoon yang dapat mengorbit di bulan lain di tata surya yang jauh.

Exomoon merupakan istilah untuk menggambarkan bulan extrasolar atau satelit alami yang mengorbit di planet ekstrasurya atau ekstrasolar non-bintang lain.

Ploonet merupakan exomoon yang dalam keadaan tertentu menjadi 'nakal'. Dia meninggalkan orbit dan menjadi satelit bintang inang.

Menurut laman Live Science, dalam makalah baru yang diterbitkan dalam Earth and Planetary Astrophysics, peneliti mengeksplorasi skenario exomoon besar yang teratur meninggalkan setelah pasang surut momentum sudut dengan planet induknya.

Uniknya, hipotesis para peneliti mengarah pada kondisi bumi. Mereka menyebut, bahwa bulan yang mengitari bumi, mungkin merupakan hasil dari exoplanet " Jupiter" besar yang bermigrasi ke bintang inangnya.

Survei exoplanet telah mendeteksi beberapa planet memiliki sifat seperti itu.

Bulan, satelit Bumi, mungkin suatu hari akan menjadi ploonet. Bulan perlahan-lahan merayap menjauh dari Bumi pada kecepatan yang sangat lambat, dan ada kemungkinan akan memasuki orbit yang jauh dan lebih tidak stabil.

2 dari 6 halaman

Asteroid Raksasa Bergerak Mundur Masuk ke Tata Surya

Dream - Para ahli astronomi dibuat bingung dengan kemunculan asteroid antar bintang asing di Tata Surya. Batu angkasa raksasa itu merupakan asteroid alien kedua yang masuk ke Tata Surya.

Sebelumnya sebuah asteroid antar bintang berbentuk cerutu yang disebut Oumuamua muncul pertama kali pada tahun lalu. Disebut dengan 2015 BZ509, asteroid antar bintang kedua ini memiliki keunikan tersendiri.

Menurut pengamatan ahli astronomi, asteroid antar bintang kedua ini berbagi orbit dengan Planet Jupiter.

Anehnya, asteroid ini mengorbit dalam gerakan mundur sambil mengitari Matahari bersama Planet Jupiter sejak tersedot ke Tata Surya.

Asteroid itu memiliki lebar 3,2 kilometer dan tersedot pada saat-saat pertama setelah sistem Tata Surya terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu.

Temuan asteroid antar bintang kedua ini telah diterbitkan dalam jurnal Royal Astronomical Society.

" Bagaimana asteroid itu bergerak dengan cara itu, ketika berbagi orbit dengan Planet Jupiter hingga kini masih menjadi misteri," kata Dr Fathi Namouni, penulis utama studi ini.

Menurut Namouni, jika 2015 BZ509 adalah asteroid asli Tata Surya, maka gerakan orbitnya seharusnya sama dengan semua planet dan asteroid dalam sistem kumpulan benda langit tersebut.

" Selain itu, asteroid ini seharusnya juga mewarisi awan gas dan debu yang membentuk kumpulan benda langit di Tata Surya," tambah Namouni.

Namouni menjelaskan, asteroid bisa melakukan imigrasi antar sistem bintang karena Matahari awalnya terbentuk dalam gugusan bintang yang sangat padat.

" Di mana setiap bintang dalam gugusan itu memiliki sistem planet dan asteroid sendiri-sendiri," ujar Dr Helena Morais, kolega Namouni dalam studi ini.

(ism, Sumber: Metro UK)

[crosslink_1]

3 dari 6 halaman

Geger Asteroid Berbentuk Cerutu di Tata Surya, Pesawat Alien?

Dream - Para ilmuwan dibuat penasaran oleh asteroid dengan bentuk unik, menyerupai cerutu. Mereka segera menggelar penyelidikan untuk mengetahui apakah asteroid aneh ini merupakan kapal pengintai alien atau benda angkasa biasa.

Asteroid tersebut dinamai A / 2017 U1, atau Oumuamua. Asteroid ini pertama kali terdeteksi di Galaksi Bima Sakti setelah melaju melalui ruang antar bintang.

Dilaporkan Mirror UK, asteroid ini memiliki lebar 400 meter dan panjang 800 meter. Oumuamua diyakini meluncur melalui ruang angkasa selama ratusan juta tahun sebelum terjebak tarikan gravitasi matahari.

Warna asteroid tersebut merah cerah. Warna itu muncul karena hujan sinar kosmis yang terus menerus menggempurnya selama perjalanan di ruang angkasa.

Tapi, para ilmuwan dari proyek Breakthrough Listen memiliki asumsi lain. Mereka berpendapat ada kemungkinan pesawat tersebut merupakan pesawat ruang angkasa yang dibangun peradaban lebih maju dari Bumi.

 

4 dari 6 halaman

Kecepatan tempuh asteroid mencapai 60.000 mil per jam

Oumuamua melesat melalui tata surya kita dengan kecepatan sekitar 60.000 mil per jam sebelum terlontar ke luar angkasa kembali.

Sementara itu, Avi Loeb, astrofisikawan dari Universitas Harvard berpendapat, ada kemungkinan asteroid itu akhirnya bisa memecahkan misteri apakah manusia sendirian di alam semesta ini.

" Mungkin alien memiliki kapal induk berjalan cepat dan melepaskan pesawat luar angkasa mini yang dengan bebas keluar masuk ke dalam sistem planet dalam sebuah misi pengintaian," kata Loeb kepada Scientific American.

" Dalam kasus seperti itu, kita mungkin bisa mencegat sinyal komunikasi antar pesawat antariksa yang berbeda," ujar dia.

Sayangnya, para pemburu alien tidak terlalu bersemangat. Oumuamua dianggap hanyalah asteroid biasa yang kebetulan melewati tata surya kita.

Para ahli baru-baru ini berspekulasi Oumuamua, bisa jadi, merupakan reruntuhan sebuah planet yang hancur.

5 dari 6 halaman

Jepang Gali Asteroid, Rahasia Apa yang Akan Diungkap?

Dream - Pesawat ruang angkasa milik Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang, Hayabusa 2, sukses mendarat di asteroid berukuran delapan kali lapangan bola pada Kamis 4 Juli 2019.

Pendaratan itu merupakan bagian dari misi mengumpulkan sampel bawah tanah asteroid Ryugu untuk mencari petunjuk asal usul tata surya.

Menurut laman Japan Today, pada April lalu, Hayabusa 2 telah membuat kawah pendaratan dengan menjatuhkan alat penggali yang terbuat dari tembaga.

Pendaratan pada Kamis pekan lalu tersebut merupakan bagian misi untuk mencari sampel di bawah tanah yang sangat berharga.

Hayabusa 2 merupakan pesawat luar angkasa pertama yang berhasil mengumpulkan sampel bawah tanah dari asteroid.

6 dari 6 halaman

Hayabusa 2 Akan Kembali Tahun Depan

Anggota misi Hayabusa 2, Takashi Kubota, mengaku bangga karena pesawat ulang alik itu dapat menggali sampel tanah asteroid tersebut.

" Itu sukses besar. Kami mencapai kesuksesan sesuai prosedur yang dijadwalkan," Kubota.

Namun, tambah Kubota, Hayabusa 2 tidak betul-betul mendarat. Hayabusa 2 melayang di ketinggian 30 meter di atas asteroid.

`Pendaratan` Hayabusa 2 hanya untuk memperpanjang tabung sampel tanah. Dari tabung tersebut, peluru seukuran bola pinball ditembakan untuk memecahkan permukaan dan menyedot puing-puing tanah asteroid.

Hayabusa 2 rencananya akan meninggalkan asteroid itu dan kembali ke Bumi akhir tahun depan.

Terkait
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id