Menag: Vaksinasi Tersertifikasi WHO Jadi Syarat Umroh Ramadan

News | Rabu, 14 April 2021 19:01
Menag: Vaksinasi Tersertifikasi WHO Jadi Syarat Umroh Ramadan

Reporter : Syahid Latif

Jemaah harus sudah divaksin sebelum melaksanakan umroh.

Dream - Arab Saudi telah membuka kembali kesempatan bagi umat Islam yang ingin menjalankan umroh Ramadan di tengah pandemi. Tentunya berlaku sejumlah syarat, salah satunya sudah divaksin.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan jemaah yang ingin umroh diharuskan sudah divaksin Covid-19. Vaksin yang digunakan sendiri juga diharuskan tersertifikasi WHO.

" Vaksinnya itu harus sudah certified atau disertifikasi oleh WHO," ujar Gus Yaqut, dikutip dari Kemenag.

Mengenai vaksin Sinovac yang belum disertifikasi oleh WHO, Gus Yaqut mengaku sudah mengetahui hal itu. Tetapi menurut dia, belum tersertifikasi tersebut bukan berarti tidak tersertifikasi karena bisa jadi masih dalam proses registrasi oleh WHO.

 

2 dari 6 halaman

Upayakan Komunikasi Langsung

Sementara terkait haji, Gus Yaqut menyatakan pihaknya terus melakukan korespondensi dengan Saudi. Dia mengupayakan agar komunikasi dapat terjalin dengan Menteri Urusan Haji dan Umroh yang baru.

" Kita belum komunikasi langsung dengan Arab Saudi, karena sejak Pak Saleh Benten direshuffle, kita belum mendapat akses ke menteri yang baru," kata dia.

Selebihnya, Gus Yaqut menegaskan terus mengupayakan akses komunikasi langsung. " Selama ini kita komunikasi hanya korespondensi saja, surat menyurat," kata dia.

Persiapan pelaksanaan haji di tengah pandemi Covid-19 terus dilakukan Kemenag. Langkah ini sembari menunggu keputusan resmi dari Saudi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 6 halaman

Saudi Terbitkan Panduan Umroh dan Ibadah Ramadan di Dua Masjid Suci

Dream - Otoritas Arab Saudi membuka kembali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Ramadan 1442H/2021M meski masih dalam pandemi. Jemaah diizinkan untuk melaksanakan umroh atau ibadah Ramadan di dua masjid suci tersebut.

Kementerian Haji dan Umroh Saudi telah menerbitkan panduan dan protokol ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama Ramadan. Panduan itu menyatakan jemaah yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 menjadi prioritas utama yang dibolehkan masuk ke dua masjid tersebut, sementara yang belum divaksin sama sekali dilarang.

 Umroh Pandemik
© Facebook/@haramain.info

Izin hanya diberikan melalui aplikasi Tawakkalna dan Earmarna dan tidak untuk individu belum divaksin. Dalam versi yang telah diperbaharui, aplikasi Tawakkalna dilengkapi kode warna dan kode baris yang secara spesifik mendeteksi status kesehatan pemohon.

Kendaraan yang tidak sah akan dilarang berada di pusat kota Mekah. Pengunjung Masjidil Haram dan Masjid Nabawi diharuskan datang tepat waktu atau risiko kehilangan jatah waktu kunjungannya.

Anak-anak dilarang masuk masjid. Juga dilarang berada di halaman sekitar masjid.

4 dari 6 halaman

Tarawih Dibatasi 10 Rakaat

Kementerian Dalam Negeri Saudi memperingatkan adanya denda sebesar 10 ribu riyal, setara Rp38,9 juta bagi jemaah yang melaksanakan umroh tanpa izin. Juga denda 1.000 riyal, setara Rp3,8 juta untuk pengunjung yang mencoba masuk dua masjid suci di luar waktu sholat.

Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan menetapkan sholat Tarawih dan Qiyamul Lail dilaksanakan tidak lebih dari 30 menit. Hal ini berlaku untuk semua masjid di kawasan Kerajaan.

Ketetapan ini menyusul keputusan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz, yang mengizinkan sholat Tarawih digelar di dua masjid suci. Tetapi, rakaatnya dikurangi menjadi 10 rakaat, dikutip dari Arab News.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

5 dari 6 halaman

150 Ribu Jemaah Boleh Sholat dan Umroh Ramadan di Masjidil Haram

Dream - Otoritas Arab Saudi akan membuka Masjidil Haram untuk ibadah selama Ramadan. Sebanyak 150 ribu orang diizinkan melaksanakan sholat maupun umroh.

Dikutip dari Arab News, jumlah tersebut dirinci menjadi 100 ribu jemaah sholat. Sisanya, 50 ribu jemaah boleh melaksanakan umroh, sebagai bagian rencana peningkatan kapasitas operasional selama pandemi Covid-19.

 Umroh Pandemik
© Umroh Pandemik (Shutterstock.com)

Kementerian Urusan Islam, Bimbingan dan Dakwah Saudi menyusun prosedur yang harus dipatuhi jemaah untuk ibadah di Masjidil Haram. Seperti, izin umroh hanya diberikan kepada jemaah berusia maksimal 65 tahun dan sudah divaksinasi Covid-19.

Kepala Kepresiden Umum Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Abdulrahman As Sudais, menyatakan suntikan vaksin merupakan syarat untuk masuk ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

6 dari 6 halaman

Buka Puasa, Sahur, dan Iktikaf dalam Masjid Ditangguhkan

Menteri Urusan Islam Saudi, Abdullatif Al Asheikh menerbitkan arahan tindakan pencegahan untuk menekan penularan Covid-19 sepanjang Ramadan. Disebutkan buka puasa, sahur dan iktikaf di dalam masjid selama Ramadan ditangguhkan sementara lokasi untuk Sholat Idul Fitri akan ditambah.

Wakil Menteri Urusan Haji dan Umroh Saudi, Abdel Fattah Mashat, mengatakan masyarakat yang ingin melaksanakan umroh Ramadan diharuskan mengajukan permohonan izin melalui aplikasi Tawakkalna, bukan Eatmarna. Izin akan diberikan beberapa hari ke depan setelah pengajuan.

Izin akan diberikan setiap pekan selama Ramadan kepada jemaah yang ingin sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Masa pengajuan izin akan dibuka kembali jika terdapat pembatalan.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Terkait
Join Dream.co.id