Menag Imbau Pembagian Daging Korban Lebih Banyak ke Fakir Miskin

News | Senin, 27 Juli 2020 11:00
Menag Imbau Pembagian Daging Korban Lebih Banyak ke Fakir Miskin

Reporter : Ahmad Baiquni

Ini untuk membantu fakir miskin yang kesulitan akibat pandemi Covid-19.

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, mengatakan ibadah kurban tahun ini berada di tengah pandemi Covid-19. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya di bidang kesehatan, namun juga ekonomi.

Fachrul pun mengimbau pembagian daging kurban lebih banyak diberikan kepada kelompok fakir dan miskin. Ini untuk mengurangi beban mereka akibat Covid-19.

" Di situasi sekarang, dianjurkan sebanyak mungkin dibagikan kepada fakir miskin," ujar Fachrul, dikutip dari Kemenag.

Menurut Fachrul, daging kurban boleh dimakan oleh orang yang berkurban. Akan lebih baik jika jatah pengkurban diserahkan sebagian kepada fakir miskin.

 

2 dari 6 halaman

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang mampu untuk berkurban. Tahun ini, banyak pihak yang membutuhkan makanan.

Terkait pelaksanaan kurban, Fachrul menyatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran. Dalam SE tersebut dijelaskan pemotongan hewan kurban harus memenuhi protokol kesehatan seperti menggunakan alat sendiri, jaga jarak, dilakukan di tempat terbuka, serta memakai masker.

" Pembagian kurban sebaiknya diantar ke rumah masing-masing, untuk menghindari kerumunan. Memang kerja akan lebih banyak sedikit, tapi lebih aman dan pahalanya juga lebih," kata dia.

3 dari 6 halaman

MUI Bolehkan Daging Kurban Dibagikan Secara Olahan

Dream - Majelis Ulama Indonesia membolehkan pembagian daging kurban dalam bentuk olahan, seperti dijadikan kornet, rendang, atau lainnya, lalu dikemas baik plastik maupun kalengan.

" Ini boleh dilakukan untuk memperluas kemaslahatan dengan syarat tidak ada kebutuhan yang sangat mendesak," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni'am Sholeh, dikutip dari Merdeka.com.

Asrorun mengatakan pada prinsipnya pendistribusian daging kurban disunahkan untuk segera dilakukan setelah disembelih. Ini agar manfaat dan tujuan kurban dapat segera dirasakan yaitu kebahagiaan menikmati daging kurban.

Dalam distribusinya disunahkan untuk dibagikan dalam bentuk mentah, berbeda dengan aqiqah, dan didistribusikan bagi yang membutuhkan di daerah terdekat," kata dia.

 

4 dari 6 halaman

Tetapi jika terdapat pertimbangan kemaslahatan, daging kurban dapat dibagikan dalam bentuk olahan. Terutama untuk mengatasi dampak akibat pandemi Covid-19.

" Bisa jadi, akibat terdampak Covid-19, orang sulit jika dibagikan dalam bentuk daging mentah karena harus memasak. Maka untuk kemaslahatan, bisa dibagikan dalam bentuk matang bahkan bisa dalam bentuk kornet atau makanan olahan siap saji lainnya," kata dia.

Selanjutnya, Asrorun juga menyampaikan daging kurban juga bisa diawetkan dan ditunda pembagian. Cara ini bisa dilakukan ketika daging kurban melimpah dan agar dapat memenuhi hajat dalam waktu yang lama.

" Menyimpan sebagian daging kurban yang telah diolah dan diawetkan dalam waktu tertentu untuk pemanfaatan dan pendistribusian kepada yang lebih membutuhkan adalah mubah dengan syarat tidak ada kebutuhan mendesak," kata dia.

5 dari 6 halaman

Gugus Tugas Imbau Sembelih Hewan Kurban di Rumah Potong

Dream - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat untuk menyembelih hewan kurban di rumah potong. Gugus Tugas kita tengah menyiapkan ketentuan mengenai pemotongan hewan kurban tersebut.

" Jika melakukan pemotongan hewan di masjid, maka ada aturan yang harus dipersiapkan masyarakat. Kalau memang harus dilakukan di masjid, maka harus ada protokol kesehatan yang harus dipatuhi, Pemerintah sedang mempersiapkan terjemahannya," ujar Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Lilik Kurniawan, dikutip dari Merdeka.com.

Lilik mengatakan ada empat aturan yang harus dipatuhi masyarakat terkait pemotongan hewan di masjid. Pertama yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) berdasarkan protokol kesehatan.

Kedua, protokol kesehatan harus disosialisasikan kepada semua pihak. Baik kepada pengurus masjid, panitia kurban, hingga masyarakat terutama yang melakukan kurban.

 

6 dari 6 halaman

Aturan ketiga, kesehatan orang yang datang ke tempat pemotongan harus dipastikan. Pengurus masjid diharuskan mengukur suhu tubuh masyarakat yang masuk ke tempat penyembelihan.

" Selain itu, masyarakat harus tetap menggunakan masker dan mencuci tangan," kata Lilik.

Sedangkan aturan keempat, masjid harus dilengkapi peralatan kesehatan yang cukup. Seperti termometer, fasilitas cuci tangan dengan air mengalir.

" Seluruh (aturan tersebut) akan kami sampaikan juga kepada semua pengurus masjid. Kemudian melalui semua provinsi di daerah-daerah yang dilakukan oleh Gugus Tugas di daerah masing-masing untuk menginformasikan hal tersebut," kata dia.

Mengenai pelaksanaan Sholat Idul Adha, pihaknya menunggu arahan dari Majelis Ulama Indonesia.

Join Dream.co.id