7 Bocah di Bogor Beli Sapi untuk Kurban dari Tabung Uang Jajan 10 Bulan

News | Selasa, 23 Juli 2019 09:01
7 Bocah di Bogor Beli Sapi untuk Kurban dari Tabung Uang Jajan 10 Bulan

Reporter : Ahmad Baiquni

Selama 10 bulan, ketujuh bocah asal Kampung Ardio Bogor ini bisa mengumpulkan Rp21 juta.

Dream - Tujuh bocah asal Kampung Ardio, Bogor Selatan, Jawa Barat, membuat kagum publik. Di suai yang masih beli, ketujuh bocah berusia belasan itu menunaikan niat mereka berkurban di Idul Adha tahun ini.

Ketujuh bocah tersebut yaitu Abu Bakar, 13 tahun, Zhilal, 11 tahun, Sauqi, 11 tahun, Fauzan, 11 tahun, Sukatma, 12 tahun, Zalfa, 12 tahun dan Yudi, 18 tahun. Mereka menyisihkan uang jajan selama 10 bulan demi bisa membeli seekor sapi kurban.

Akun Facebook @bogor24jam mengunggah video mengenai tujuh bocah itu.

Niat berkurban sapi muncul dari Abu Bakar. Dia lalu mengajak enam temannya untuk sama-sama menabung agar bisa berkurban.

Selain tabungan, ketujuh anak ini mencari uang tambahan dari penampilan marawis. Mereka memang tergabung dalam grup marawis kampung dan kerap diundang untuk tampil di sejumlah acara.

 

 

2 dari 6 halaman

Bikin Haru

Upah yang didapat mereka sisihkan untuk menambah biaya membeli sapi. Proses mereka menabung juga tidak selalu mulus.

Karena sering mengalami kendala, ketujuh bocah itu memutuskan menitipkan uang mereka ke seorang warga. Setelah 10 bulan, tabungan mereka terkumpul hingga Rp21 juta.

 Patungan kurban

Mereka lalu membelanjakan uang tersebut untuk membeli seekor sapi ke peternak di daerah Ciomas. Kisah mereka membuat si pemilik sapi terharu lalu memviralkannya ke media sosial.

Tak hanya itu, si penjual sapi juga memberi potongan harga lantaran kagum dengan perjuangan mereka. Alhasil, seekor sapi seharga Rp21 juta bisa didapat dengan harga Rp19,5 juta.

3 dari 6 halaman

Saksikan Videonya

4 dari 6 halaman

Bocah Ini Rela Makan Lima Kali Sehari demi Sang Ayah

Dream - Seorang bocah sebelas tahun dari Provinsi Henan, China, Lu, makan lima kali sehari. Dia melakukan itu demi sang ayah yang sedang sakit.

Dikutip laman Shanghaiist, Selasa 16 Juli 2019, sang ayah menderita semacam leukemia yang butuh transplantasi tulang sumsum. Lu berharap dapat menjadi donor.

Untuk menyumbang sumsum tulang, Lu harus berbobot 50 kilogram. Untuk mendapatkan bobot ini, dia makan tanpa henti.

Pada Maret 2019, bobot Lu baru mencapai 30 kilogram. Tapi, saat ini beratnya berkembang pesat menjadi 48 kilogram. Akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan, Lu menyebut tak bisa tidur.

" Kadang aku terlalu kenyang saat malam hari sehingga sulit tidur, tapi aku melakukan itu semua demi ayahku," kata Lu.

Keluarganya mengaku kesulitan membayar tagihan rumah sakit. Operasi transplantasi sumsum akan menelan biaya ratusan ribu yuan lebih.

Saat ini, keluarga Lu sedang menggalang donasi. Mereka menargetkan mendapat donasi sebesar 800 ribu yuan, atau setara Rp1,6 miliar. Sementara itu, donasi yang terkumpul baru mencapai Rp162 juta.

5 dari 6 halaman

Haru, Cerita Bocah Penjual Keripik di Buah Batu

Dream - Bayu, bocah penjual keripik di Buah Batu, Bandung menggugah hati Cakra Jaka. Melalui akun Twitternya, Cakra bercerita kalau ia baru saja bertemu dengan Bayu saat berkunjung ke kawasan tersebut.

Cakra penasaran dengan kisah hidup Bayu, yang masih kecil tapi sudah berjualan. Cakra lalu mengajaknya makan di restoran siap saji. Tak disangka, Bayu lalu menangis.

Bocah itu bercerita mulai berjualan sejak ibunya meninggal.

Saat itu Bayu masih kelas 1 SD. Semenjak itu, Bayu diasuh neneknya dan membantu mencari uang. Ayahnya sudah tidak ada sejak Bayu masih balita.

Ia setiap hari berjualan kripik makaroni, sumpia, dan berbagai camilan di sekitar Buah Batu.

      View this post on Instagram

A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

Sebenernya Bayu bercita-cita ingin menjadi pesepak bola. Ia saat ini masih bersekolah dan berjualan setelah pulang sekolah. Hal itu dilakukan Bayu untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sang nenek.

Cakra pun meminta mereka yang membaca ceritanya untuk membeli dagangan Bayu. Salut!

Sumber: Makassar Iinfo

6 dari 6 halaman

Larut dalam Kesedihan Ditinggal Anjing, Pria Ini Terlilit Utang Rp1 M

Dream – Pecinta hewan ini berhadapan dengan utang senilai Rp1 miliar karena menjaga ratusan ekor anjing liar. Namun, dia tidak menyerah untuk mengurus “ anak-anak bulunya” itu.

Dikutip dari Oddity Central, Sabtu 15 Juni 2019, namanya Zhang Kai. Pria berusia 41 tahun ini berasal dari Chengdu, Tiongkok, yang punya kehidupan damai dan nyaman. Zhang merupakan manajer perusahaan properti dan baru saja membuka usaha biro travel.

Kehidupan pria ini berubah sejak anjingnya meninggal dunia pada 2003. Kejadian menyedihkan itu membuat Zhang lebih memperhatikan anjing-anjing liar di kotanya.

Semula, ada dua ekor anjing yang dipelihara dan ditaruh di kantor biro travel. Lama-lama jumlahnya mencapai 8 ekor.

Sadar anjing-anjing yang dipeliharanya itu akan berdampak kepada bisnisnya, Zhang mencari lokasi yang tepat untuk menaruh peliharaanya. Semula, dia menjadikan rumah sewa untuk dijadikan “ kandang”. Setelah mendapatkan protes dari tetangga, Zhang pindah ke kandang tua untuk dijadikan kandang raksasa untuk ratusan anjing liar.

Dulu ada 300 ekor anjing yag dijaga. Kini, sisa 260 ekor. Untuk menopang kebutuhan ratusan ekor anjing, Zhang mengandalkan pinjaman bank dan donasi.

Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri
Join Dream.co.id