Masjidil Haram Ditutup Saat Hari Arafah dan Idul Adha

News | Kamis, 23 Juli 2020 14:00
Masjidil Haram Ditutup Saat Hari Arafah dan Idul Adha

Reporter : Ahmad Baiquni

Ibadah di Masjidil Haram kembali ditangguhkan.

Dream - Asisten Komandan Pasukan Keamanan Haji Arab Saudi, Mayor Jenderal Mohammed bin Wasl Al Ahmadi, menyatakan, masjid paling sicu untuk umat Muslim itu akan ditutup saat Hari Arafah dan Idul Adha 1441 H. Ibadah di Masjidil Haram ditangguhkan untuk menekan peningkatan kasus Covid-19.

" Penangguhan ibadah di Masjidil Haram dan bagian luar akan dilanjutkan. Kami mengundang umat Islam berbuka puasa Arafat di rumah masing-masing," ujar Al Ahmadi.

Hari Arafat menandai puncak pelaksanaan ibadah haji yang datang satu hari sebelum Idul Adha. Keesokan harinya, umat Islam merayakan Idul Adha untuk mengenang Nabi Ibrahim AS yang ikhlas mengorbankan putranya sebagai bentuk kepatuhan terhadap perintah Allah SWT.

Dalam dua hari tersebut, Masjidil Haram biasanya agak sepi. Sebagian besar jemaah haji berada di padang Arafah untuk melaksanakan wukuf.

 

2 dari 5 halaman

" Tahap pertama perencanaan penyelenggaraan haji sudah selesai," kata Al Ahmadi.

Sebagai bagian dari langkah pencegahan, ucap Al Ahmadi, jalur khusus untuk ritual tawaf dan sai sudah disiapkan.

Hanya orang dan pejabat resmi yang diizinkan masuk ke area Masjidil Haram di Hari Arafah dan Idul Adha nanti.

" Kami fokus pada aspek kesehatan untuk tahun ini mengingat keadaan yang luar biasa. Persiapan selanjutnya akan dijalankan beberapa hari ke depan," kata Al Ahmadi.

Sumber: Alarabiya.

3 dari 5 halaman

Masuk Zulhijjah, Bagian Bawah Kiswah Kabah Diangkat

Dream - Memasuki bulan Zulhijjah, pengelola Masjidil Haram mulai mengangkat bagian bawah Kiswah Kabah. Pengangkatan Kiswah ini sekaligus menandai segera dimulainya prosesi haji.

Prosesi pengangkatan Kiswah biasanya berlangsung dalam beberapa hari. Kegiatan ini dimulai di menit-menit awal tanggal 1 Zulhijjah yang tahun ini jatuh pada Selasa Maghrib, 21 Juli 2020.

Lebih dari 50 petugas didampingi Presiden Jenderal Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syeikh Abdurrahman As Sudais melaksanakan pengangkatan tersebut. Setelah itu, bagian bawah Kiswah ditutup dengan kain putih.

4 dari 5 halaman

Kiswah dibuat menggunakan kain sutera hitam dengan berat mencapai 670 kilogram. Selain itu, benang emas untuk penghias seberat 120 kilogram dan benang perak 100 kilogram.

Benang emas dan perak tersebut digunakan untuk menjahit kaligrafi ayat Alquran pada kain sutera hitam.

 

5 dari 5 halaman

Syeikh Sudais mengatakan tahun ini pihaknya menerapkan pengaturan khusus untuk pengiriman Kiswah Kabah dari pabrik pembuatannya di Komplek Raja Abdul Aziz menuju Masjidil Haram. Pengaturan tersebut sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Selain itu, skema operasional haji difokuskan pada tindakan pencegahan untuk memastikan kesehatan jemaah. Menurut Syeikh Sudais, kesehatan jemaa merupakan prioritas utama.

Sebagai catatan, puncak ibadah haji akan berlangsung pada 29-30 Juli 2020 yaitu ketika wukuf di Arafah. Ibadah haji tahun ini diikuti jemaah yang sangat terbatas, sebanyak 10 ribu orang dari 160 negara.

Sumber: Alarabiya

Join Dream.co.id