Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta Tak Potong Hewan Kurban

News | Kamis, 30 Juli 2020 11:00
Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta Tak Potong Hewan Kurban

Reporter : Ahmad Baiquni

Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari tetap menggelar Sholat Idul Adha.

Dream - Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta tidak akan menggelar pemotongan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini. Masjid yang terletak di Cengkareng, Jakarta Barat ini mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia belum juga reda.

" Anggaran Pemprov untuk kurban tahun ini dialokasikan ke penanganan Covid-19, maka kami yang biasanya kurban sembilan ekor sapi saat Idul Adha, maka untuk tahun ini kami tak mengadakannya," ujar Kepala Sekretariat Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Suprapto, dikutip dari Liputan6.com.

Kebijakan peniadaan penyembelihan hewan kurban tersebut agar warga tidak berkerumun di masjid. Meski demikian, pengurus masjid masih menerima apabila ada jemaah yang ingin menyerahkan hewan kurban.

Hewan kurban tersebut nantinya disembelih di rumah pemotongan hewan. Hal itu sesuai dengan anjuran Pemprov DKI Jakarta di masa pandemi Covid-19.

" Jadi kalau misalkan ada yang mau menyerahkan hewan kurban kami masih terima, tapi nanti akan kami bawa ke tempat pemotongan hewan milik Pemprov DKI di Cakung untuk dipotong di sana," kata Suprapto.

2 dari 6 halaman

Masjid akan tetap menggelar Sholat Idul Adha dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sholat Id hanya akan diikuti sekitar 4.000 jemaah.

Sholat dilaksanakan di dalam masjid. Jemaah diharuskan mengenakan masker, membawa sajadah sendiri, serta menerapkan jaga jarak fisik.

Pengelola masjid nantinya memasang garis di lantai sebagai shaf sholat agar jarak fisik tetap terjaga. Jemaah harus cuci tangan dan diperiksa suhu tubuh oleh petugas sebelum masuk masjid.

Sumber: Liputan6.com/Nafiysul Qodar

3 dari 6 halaman

Masjid Istiqlal Resmi Tak Gelar Sholat Idul Adha 1441H

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, resmi mengumumkan Masjid Istiqlal tidak akan  menggelar Sholat Idul Adha 1441H sebagai agenda kenegaraan. Hal ini mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda.

" Mencermati perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Istiqlal tidak akan menggelar Sholat Idul Adha," ujar Fachrul dalam keterangan tertulis diterima Dream.

Fachrul mengatakan sebagai Masjid Negara, Sholat Id di Istiqlal tentu akan diikuti puluhan ribu jemaah. Hal ini akan menyulitkan penerapan protokol kesehatan.

Misalnya, untuk pemeriksaan suhu tubuh saja membutuhkan waktu. Apalagi jika jumlah jemaahnya mencapai puluhan ribu.

" Prosesnya juga tidak mudah karena akses keluar masuk juga harus dibatasi seiring penerapan protokol kesehatan sehingga potensi kerumunan sangat tinggi," kata Fachrul.

Selanjutnya, Fachrul mengatakan renovasi Masjid Istiqlal memang sudah selesai namun pandemi belum berakhir. Dia berharap kondisi dapat segera membaik dan masyarakat bisa kembali beribadah di rumah ibadah dengan nyaman.

Sebelumnya, Kemenag menggelar Sidang Isbat dan menetapkan tanggal 1 Zulhijah 1441 H jatuh pada Rabu, 22 Juli 2020. SedangkanIdul Adha jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020.

4 dari 6 halaman

Menag Imbau Pembagian Daging Korban Lebih Banyak ke Fakir Miskin

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, mengatakan ibadah kurban tahun ini berada di tengah pandemi Covid-19. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya di bidang kesehatan, namun juga ekonomi.

Fachrul pun mengimbau pembagian daging kurban lebih banyak diberikan kepada kelompok fakir dan miskin. Ini untuk mengurangi beban mereka akibat Covid-19.

" Di situasi sekarang, dianjurkan sebanyak mungkin dibagikan kepada fakir miskin," ujar Fachrul, dikutip dari Kemenag.

Menurut Fachrul, daging kurban boleh dimakan oleh orang yang berkurban. Akan lebih baik jika jatah pengkurban diserahkan sebagian kepada fakir miskin.

 

5 dari 6 halaman

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang mampu untuk berkurban. Tahun ini, banyak pihak yang membutuhkan makanan.

Terkait pelaksanaan kurban, Fachrul menyatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran. Dalam SE tersebut dijelaskan pemotongan hewan kurban harus memenuhi protokol kesehatan seperti menggunakan alat sendiri, jaga jarak, dilakukan di tempat terbuka, serta memakai masker.

" Pembagian kurban sebaiknya diantar ke rumah masing-masing, untuk menghindari kerumunan. Memang kerja akan lebih banyak sedikit, tapi lebih aman dan pahalanya juga lebih," kata dia.

6 dari 6 halaman

Dream - Majelis Ulama Indonesia membolehkan pembagian daging kurban dalam bentuk olahan, seperti dijadikan kornet, rendang, atau lainnya, lalu dikemas baik plastik maupun kalengan.

" Ini boleh dilakukan untuk memperluas kemaslahatan dengan syarat tidak ada kebutuhan yang sangat mendesak," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni'am Sholeh, dikutip dari Merdeka.com.

Asrorun mengatakan pada prinsipnya pendistribusian daging kurban disunahkan untuk segera dilakukan setelah disembelih. Ini agar manfaat dan tujuan kurban dapat segera dirasakan yaitu kebahagiaan menikmati daging kurban.

Dalam distribusinya disunahkan untuk dibagikan dalam bentuk mentah, berbeda dengan aqiqah, dan didistribusikan bagi yang membutuhkan di daerah terdekat," kata dia.

 

Join Dream.co.id