Masjid Istiqlal Belum Gelar Sholat Jumat Jelang New Normal

News | Jumat, 29 Mei 2020 11:41
Masjid Istiqlal Belum Gelar Sholat Jumat Jelang New Normal

Reporter : Ahmad Baiquni

Menag Fachrul Razi akan mengumumkan new normal untuk tempat ibadah pada Jumat sore.

Dream - Masjid Istiqlal hingga saat ini belum melaksanakan Sholat Jumat. Meski masa New Normal akan diterapkan di DKI Jakarta.

" Istiqlal masih tutup," ujar Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, dikutip dari Liputan6.com.

Demikian pula dengan berbagai kegiatan ibadah lainnnya. Abu mengatakan Masjid Istiqlal belum membuka layanan ibadah, kegiatan sosial, maupun menerita kunjungan wisatawan baik domestik maupun asing.

" Belum ada pelayanan ibadah dalam bentuk apapun," kata dia.

Sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, Masjid Istiqlal tertutup untuk umum. Seluruh aktivitas ibadah ditiadakan untuk mencegah penularan virus corona.

 

2 dari 5 halaman

New Normal Tempat Ibadah

Menteri Agama Fachrul Razi akan mengumumkan perberlakukan new normal untuk tempat ibadah pada Jumat sore nanti. Arahnya, masjid dan mushola kembali difungiskan untuk ibadah.

" Rencana kami akan menerbitkannya besok Jumat sore. Kenapa Jumat sore? Karena yang agak komplek adalah mempersiapkan Sholat Jumat," kata dia.

Jumat sore dipilih agar masyarakat dapat melaksanakan Sholat Jumat pekan berikutnya. Dengan begitu, sholat Jumat tidak disiapkan secara buru-buru.

" Sehingga kalau Jumat sore kami umumkan masih ada satu pekan untuk mempersiapkan pada Jumat berikutnya. Mudah-mudahan ini kebijakan yang cukup adil," kata dia.

Sumber: Liputan6.com

3 dari 5 halaman

Persiapan New Normal, Menag: Rumah Ibadah Dibuka Secara Bertahap

Dream - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan rumah ibadah akan dibuka secara bertahap Ini menyusul rencana pemerintah menerapkan new normal di masa pandemi Covid-19.

" Kami membuat konsep umum adalah secara bertahap kegiatan ibadah di rumah ibadah dibuka kembali dengan tetap mentaati prosedur standar tatanan baru new normal yang telah dinyatakan oleh Bapak Presiden pada tanggal 15 Mei 2020 yang lalu," kata Fachrul, dikutip dari Liputan6.com.

Dia mengatakan ada sejumlah pertimbangan hingga akhirnya rumah ibadah dibuka kembali. Salah satunya, pemerintah menyadari banyak masyarakat yang rindu beribadah di rumah ibadah secara berjemaah.

" Kita tahu sholat jamaah itu kan pahalanya lebih tinggi daripada sholat perorangan, mudah-mudahan dengan ini kita bisa meningkatkan ibadah kita lagi," ucap Fachrul.

Selain itu, dia menilai pembukaan kembali rumah ibadah ini dapat memberikan ketenangan batin untuk masyarakat. Kemudian, memberikan apresiasi kepada daerah yang telah berhasil menekan angka penularan Covid-19.

" Jadi yang sudah bisa berhasil memang kita kasih reward," ujarnya.

 

4 dari 5 halaman

Pembukaan Direkomendasikan Camat

Fachrul menegaskan hanya rumah ibadah yang relatif aman dari virus corona saja yang dapat dibuka kembali. Hal itu dibuktikan dengan adanya rekomendasi dari camat setempat.

" Kenapa kami katakan untuk di camat yang bisa rekomendasi? Karena kalau bupati atau gubernur terlalu jauh di atas. Sehingga kadang-kadang mungkin ada tempat-tempat yang memang sebetulnya aman sama sekali tapi oleh mereka mungkin bisa digeneralisasikan seolah-olah belum aman," jelas dia.

" Sehingga kewenangan itu kami sarankan untuk atau kami himabu untuk diambil oleh tingkat kecamatan saja," sambung Fachrul.

 

5 dari 5 halaman

Izin Dapat Dicabut

Menurut dia, izin pembukaan rumah ibadah ini akan direvisi setiap bulannya. Apabila ada peningkatan jumlah penyebaran virus corona di wilayah itu, maka surat izin pembukaan kembali dapat dicabut.

" Kalau ternyata yang setelah dikasih izin ternyata Covid-19 nya meningkat atau penularan meningkat ya akan dicabut. Jadi betul betul kita buat sangat fair sekali sangat sangat fair," tuturnya.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

Join Dream.co.id