Masjid Al Aqsa Kebakaran

News | Selasa, 16 April 2019 10:24
Masjid Al Aqsa Kebakaran

Reporter : Maulana Kautsar

Bersamaan dengan kebakaran yang menimpa Gereja Katedral Notre Dame, Paris.

Dream - Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Palestina kebakaran pada Senin, 15 April 2019 waktu setempat. Rekaman video menunjukkan, asap dan api muncul dari atap ruangan Marwani, atau dijuluki Kandang Kuda Sulaiman.

Dilaporkan Newsweek, kebakaran terjadi di ruang penjaga di luar atap ruang Marwani, dan pemadam kebakaran dari Islamic Waqf telah berhasil memadamkan api.

Ruang Marwani terletak di bawah sudut tenggara Temple Mount, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram al-Sharif, yang berisi Kubah Batu dan Masjid Al-Aqsa.

Dirjen Departemen Wakaf Yerusalem dan Departemen Urusan Masjid Al-Aqsa, Sheikh Azzam al-Khatib mengatakan, kepada TV Jordan Al-Mamlaka, bahwa kebakaran terjadi di halaman dan informasi awal menyatakan, diduga kebakaran terjadi karena ulah sekelompok anak-anak di area itu.

Kompleks ini secara keseluruhan terletak di bagian Kota Tua Yerusalem Timur. Awalnya diduduki oleh Yordania selama konflik Arab-Israel 1948. Tetapi area ini direbut Israel selama perang kedua pada 1967.

Israel mencaplok keseluruhan kota pada tahun 1980 dalam suatu langkah yang tidak diakui oleh banyak komunitas internasional, meskipun monarki Jordan diberikan hak menjaga situs-situs suci Islam.

 

2 dari 6 halaman

Gereja Notre Dame Kebakaran

Peristiwa kebakaran di Masjid Al Aqsa, situs tersuci ketiga bagi umat Islam, berbarengan dengan kebakaran yang melanda Gereja Katedral Notre Dame.

Kantor Berita Palestina melaporkan kantor Presiden Palestina telah menyatakan duka atas peristiwa kebakaran ini. 

" Menyatakan duka yang mendalam pada hari Senin atas kebakaran yang terjadi di Katedral Notre Dame yang bersejarah di pusat ibukota Prancis di Paris, yang menyebabkan runtuhnya menara katedral."

" Kantor Kepresidenan mengukuhkan solidaritas dan simpatinya dengan teman-teman kita di Perancis atas insiden ini," kata keterangan resmi itu.

3 dari 6 halaman

Suasana Sholat Jumat Pertama Ramadan di Al Aqsa, Masya Allah

Dream - Ribuan warga Palestina dan komunitas Arab di Israel berkumpul di MasjidAl-Aqsa Yerusalem Timur untuk menggelar sholat Jumat pertama di bulan Ramadan.

Banyak jemaah dari Tepi Barat bagian tengah dan utara melewati pos pemeriksaan keamanan Qalandia yang menghubungkan Yerusalem dengan Ramallah.

Diwartakan Anadolu Agency, polisi mengizinkan pria di atas 40 tahun, anak-anak di bawah 13 tahun dan wanita segala usia masuk ke Yerusalem Timur tanpa izin. Tetapi, pria yang berumur 30 dan 40 tahun harus mendapatkan izin khusus untuk masuk.

 Sholat Jumat di Masjid Al Aqsa

Pos pemeriksaan di Bethlehem yang menghubungkan Yerusalem ke Tepi Barat melakukan langkah pengamanan serupa.

Dilaporkan sejak Jumat pagi, otoritas Israel telah meningkatkan keamanan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Ribuan tentara dikerahkan di puntu masuk Kota Yerusalem dan sepanjang jalan.

Direktur Masjid Al-Aqsa Syekh Omar Kiswani sekitar 200.000 jemaah menghadiri sholat Jumat. " Meskipun semua tindakan (keamanan) Israel, ribuan orang telah berkumpul di kompleks Masjid Al Aqsa," ujar Omar.

" Setidaknya, 100.000 orang akan melakukan sholat Tarawih dan doa hingga Subuh," ucap dia menambahkan.

 Para perempuan membaca doa di kompleks Masjid Al Aqsa

Anggota Lembaga Wakaf Islam Yordania Kiswani mengatakan telah menyediakan makanan gratis untuk jemaah.

Sementara itu warga Palestina, Jameel Barak mengatakan ini menjadi peristiwapenting dalam hidupnya. Untuk pertama kalinya dalam 25 tahun dia mengunjungi Al Aqsa.

" Saya datang ke sini hari in untuk sholat Jumat bersama istri dan dua anak saya. Putra sulung saya berusia 15 tahun, jadi dia tak bisa bergabung dengan kami," ujar dia.

4 dari 6 halaman

Imam Masjid Al Aqsa: Warga Yerusalem Terus Mengungsi

Dream – Imam Masjid Al Aqsa, Syeikh Ikrimah Sabri, mengatakan banyak warga Yerusalem, Palestina mengungsi. Mereka meninggalkan kampung halamannya karena tak kuat menanggung penderitaan.

 Suasana Sholat Jumat Pertama Ramadan di Masjid Al Aqsa

“ Mereka mengadu peruntungan dengan berniaga ke luar Palestina,” kata Ikrimah kepada Anadolu Agency, Selasa, 20 Februari 2018.

Ikrimah yang sedang bersafari dakwah di Bandung, Jawa Barat ini mengatakan lebih dari separuh Muslim di Yerusalem tidak punya pekerjaan akibat pendudukan Israel. 

“ Warga juga harus membayar pajak tanah dan bangunan serta sewa rumah yang sangat mahal kepada Israel,” kata Ikrimah.

Ikrimah meminta masyarakat dunia tidak hanya fokus ke Gaza dan Tepi Barat, namun juga di Yerusalem. Saat ini kondisi di Yerusalem sudah sangat memprihatinkan.

“ Perlu ada usaha konkret untuk meringankan beban rakyat Palestina yang tinggal di Al Quds karena mereka sedang menjaga Masjid Al Aqsa dan Kota Suci Al Quds,” kata Ikrimah.

Selain membagikan kisah tentang perjuangan warga Yerusalem, Ikrimah juga menceritakan detik-detik dia mengalami penembakan oleh militer Israel beberapa waktu lalu.

“ Saya diberondong peluru oleh pasukan penjajah. Tapi, Alhamdulillah, tidak ada yang mengenai tubuh saya secara langsung,” ucap Ikrimah.

Ikrimah mengatakan saat kejadian banyak pemuda Palestina yang melindunginya. Dengan gagah berani, kata Ikrimah, para pemuda itu menjadi tameng baginya.

“ Peluru Israel akhirnya banyak mengenai para pemuda yang berusaha melindungi saya,” ujar Ikrimah.

Ikrimah berharap dunia Arab bisa bersatu dalam menanggapi persoalan Palestina. Saat ini, kata dia, ada negara Arab yang membantu, namun ada pula yang tidak peduli dan sibuk dengan urusan masing-masing.

“ Saya berharap rakyat Indonesia terus berjuang demi kemerdekaan Palestina,” kata Ikrimah. (ism) 

5 dari 6 halaman

Konflik Al Aqsa, Menlu Retno Telepon Menlu AS

Dream - Pemerintah Indonesia terus mengupayakan dukungan internasional kepada Palestina. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia ialah mendesak Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Dewan Keamanan PBB untuk segera bersidang membahas krisis di Masjid Al Aqsa.

 Konflik Al Aqsa, Menlu Retno Telepon Menlu AS

“ Dewan Keamanan PBB dan OKI harus secepatnya bersidang untuk segera menghentikan tindakan Israel di Masjidil Aqsha,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin, 24 Juli 2017.

Lukman meminta semua pihak agar menahan diri karena kesucian Masjid Al Aqsa harus dihindarkan dari segala bentuk tindak kekerasa.

“ Siapapun harus terjamin haknya untuk beribadah di rumah ibadah. Tak boleh ada larangan terkait hal itu,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi terus mengupayakan tekanan diplomatis. Melalui sambungan telepon pada Sabu, 22 Juli 2017, Retno meminta Menlu Amerika Serikat Rex Tillerson, agar mendesak Israel menghentikan pembatasan beribadah dan tindakan kekerasan di Masjid Al Aqsa.

Dalam keterangan tertulisnya, Retno mengaku sangat khawatir dengan semakin memburuknya situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Sebab, dari serangan terakhir yang terjadi, tiga orang pemuda Palestina meninggal dunia. Dia menegaskan pentingnya agar segera mengambil langkah agar eskalasi kekerasan dan ketegangan dapat dihentikan.

" Penurunan eskalasi penting sekali dilakukan untuk mencegah situasi semakin memburuk," kata Retno.

Dalam pembicaraan telepon tersebut, Menlu AS juga menyampaikan kekhawatiran yang sama terhadap situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Menlu AS menyampaikan kalau pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Yordania, Palestina, dan Israel.

Menurut Retno, Rex mengaku sepakat dengan Indonesia mengenai pentingnya mencegah meningkatnya eskalasi di Kompleks Masjid Al Aqsa. Rex menegaskan status quo terkait status kompleks Masjid Al-Aqsa juga penting untuk tetap dipelihara.

Retno telah berkomunikasi secara intensif dengan Menlu Yordania, Palestina, Turki, dan Sekjen OKI agar situasi di Kompleks Al Aqsa tidak memburuk dan kegiatan beribadah dapat segera dipulihkan. (ism) 

6 dari 6 halaman

Kekerasan Israel di Al Aqsa, Erdogan: Negara Muslim Tak Diam

Dream - Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan, menyatakan negara-negara Islamtidak akan tinggal diam pada pelanggaran yang dilakukan Israel di Masjidil Aqsa. Erdogan mendesak militer Israel untuk menghindari kekerasan dan bertindak sesuai hukum internasional.

 Erdogan: Negara Muslim Tak Akan Diam dengan Tindakan Israel

" Al Aqsa tidak hanya milik warga Palestina, tapi juga dihormati dan merupakan tempat suci bagi 1,7 miliar Muslim di seluruh dunia," kata Erdogan, dilansir Daily Sabah.

Erdogan menegaskan sesuai pertemuan para petinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Israel harus patuh pada hukum internasional dan menghormati nilai-nilai dasar kemanusian.

" Saya garis bawahi sekali lagi (Israel) harus menghindari kekerasan. Itu akan semakin meningkatkan ketegangan," kata Erdogan.

Selanjutnya, Erdogan mengatakan Turki akan terus bekerja mewujudkan kedamaian di kawasan Yerusalem dan mendukung perjuangan kemerdekaan dan keadilan Palestina.

Dia mengatakan tindakan Israel tidak tepat ditujukan bagi warga Muslim. Erdogan pun mengaku prihatin atas insiden yang baru terjadi.

"  Dunia Islam tidak bisa lagi diharapkan untuk tidak responsif terhadap pembatasan Al Aqsa dan penghinaan terhadap kehormatan umat Islam," kata Erdogan.

Erdogan telah menghubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Israel Reuven Rivlin pada Sabtu pekan lalu membahas persoalan yang terjadi di Masjidil Aqsa. Dia juga telah menghubungi koleganya, Presiden Prancis, Emanuel Macron.

Gelombang protes meledak di Jerusalem pada Minggu kemarin, setelah Imam Masjidil Aqsa menentang pemasangan alat pendeteksi logam.

Erdogan kini tengah menghimpun dukungan dengan mengunjungi sejumlah negara anggota OKI. Dia berkunjung ke sejumlah negara kawasan Timur Tengah, di antaranya Arab Saudi, Bahrain, dan Qatar.

Erdogan pun mendesak agar negara-negara Timur Tengah mengakhiri ketegangan dengan Qatar dan meminta mereka kembali memusatkan perhatian kepada masalah yang terjadi di Masjidil Aqsa.

Summer Style 2019
Join Dream.co.id