21.961 Calon Jemaah Haji Belum Melunasi BPIH Tahap I

News | Jumat, 12 April 2019 19:01
21.961 Calon Jemaah Haji Belum Melunasi BPIH Tahap I

Reporter : Maulana Kautsar

Masih ada 10,77 persen jemaah yang belum melunasi.

Dream - Masa pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap I akan berakhir pekan depan pada Senin, 15 April 2019. Artinya, tinggal satu hari lagi jemaah haji melunasi pembayaran BPIH. 

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama, Muhajirin Yanis mengatakan hingga sore ini, masih ada 21.961 jemaah yang belum melunasi BPIH. Atau sekitar 10,77 persen dari total keseluruhan.

“ Sebanyak 182.039 jemaah sudah melunasi. Jumlah ini baru sekitar 89,23 persen," kata Muhajirin dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 12 April 2019.

Muhajirin telah meminta Kanwil Kemenag di setiap provinsi untuk proaktif menghubungi jemaah yang belum melunasi BPIH.

“ Kabid Haji agar cek kembali dan sekaligus menghubungi calon-calon jamaah yang telah ditetapkan berhak melunasi tapi hingga saat ini belum melakukan pelunasan,” kata dia.

“ Hal ini perlu dilakukan agar tidak ada komplain bahwa jemaah tidak melunasi karena tidak tahu, tidak dihubungi, atau alasan lainnya. Kita berharap pelunasan tahap pertama dapat selesai dengan maksimal,” ujar dia.

2 dari 2 halaman

Enam Kelompok Wajib Bayar

Muhajirin mengatakan, calon jemaah yang tak bisa melunasi biaya haji dapat melakukannya di tahap berikutnya. Pelunasan tahap ke II akan dibuka pada 30 April hingga 10 Mei 2019. Ada enam kelompok yang akan mengisi sisa kuota pelunasan tahap I dan berhak melunasi pada tahap II, yaitu,

1. Jemaah haji yang berhak melunasi pada tahap I namun pada saat proses pelunasan mengalami kegagalan pembayaran;.

2. Jemaah haji yang nomor porsinya telah masuk alokasi kuota haji 2019 yang sudah berstatus haji.

3. Jemaah haji yang akan menjadi pendamping bagi jemaah haji lanjut usia (minimal 75 tahun) yang telah melunasi pada Tahap I. Syaratnya, pendamping harus terdaftar sebelum tanggal 1 Januari 2017 dan terdaftar di provinsi yang sama;

4. Jemaah haji penggabungan suami atau istri dan anak kandung atau orang tua yang terpisah. Syaratnya, jemaah yang akan digabungkan juga harus terdaftar sebelum tanggal 1 januari 2017 dan terdaftar di provinsi yang sama;

5. Jemaah haji lanjut usia minimal 75 tahun per 7 Juli 2019 yang telah memiliki nomor porsi dan terdaftar haji reguler sebelum 1 Januari 2017.

6. Jemaah haji yang masuk nomor porsi berikutnya berdasarkan database SISKOHAT sebanyak 5 persen dari jumlah kuota provinsi dan/atau kabupaten/kota yang berstatus belum haji dan telah berusia 18 tahun atau sudah menikah (cadangan).(Sah)

Terkait
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting
Join Dream.co.id