Masa Karantina Diperpanjang Jadi 10 Hari, Pejabat Dilarang ke Luar Negeri

News | Kamis, 2 Desember 2021 11:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Kebijakan ini diambil mengingat semakin banyak negara yang melaporkan adanya penularan kasus varian Omicron.

Dream - Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengumumkan masa karantina Warga Negara Asing (WNA) maupun Warga Negara Indonesia diperpanjang menjadi 10 hari. Sebelumnya, masa karantina telah diperpanjang menjadi 7 hari dari 3 hari.

" Berdasarkan arahan Presiden, masa karantina bagi WNA dan WNI pelaku perjalanan dari negara-negara di luar 11 negara yang dilarang masuk kemarin, ditambah menjadi 10 hari dari sebelumnya 7 hari," ujar Luhut melalui keterangan tertulis, dikutip di Maritim.go.id.

Perpanjangan ini resmi berlaku mulai 3 Desember 2021. Luhut menjelaskan keputusan ini diambil mengingat semakin banyak negara yang mendeteksi varian Omicron.

" Tentunya kebijakan yang diambil ini akan terus dievaluasi secara berkala sambil kita terus memahami dan mendalami informasi tentang varian baru ini," kata Luhut.

 

Masa Karantina Diperpanjang Jadi 10 Hari, Pejabat Dilarang ke Luar Negeri
Ilustrasi (merdeka.com)
2 dari 6 halaman

Pejabat Dilarang ke Luar Negeri, Masyarakat Masih Imbauan

Selain itu, para pejabat untuk sementara waktu dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri. Larangan ini berlaku untuk para pejabat di semua tingkatan, kecuali sedang menjalankan tugas penting negara.

" Bagi masyarakat umum sifatnya masih imbauan. Jadi WNI diimbau agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dulu," kata Luhut.

Cara ini untuk mencegah potensi terjadinya penularan varian Omicron. Di samping larangan ke luar negeri, Luhut menyatakan Pemerintah tengah menyiapkan booster vaksin untuk kelompok rentan.

" Pemberian booster akan segera dijadwalkan dan mulai dilaksanakan pada periode Januari tahun depan," ucap Luhut.

3 dari 6 halaman

Aturan Masuk Indonesia Diubah Cegah Varian Omicron, Wajib Karantina 7 Hari

Dream - Pemerintah kembali mengubah aturan perjalanan internasional menyusul munculnya virus corona varian Omicron. Mulai 29 November 2021, masa karantina kedatangan dari luar negeri ditetapkan menjadi 7 hari setelah sebelumnya berlaku 3 hari.

Aturan baru ini dituangkan dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. Setiap WNI yang datang dari luar negeri wajib karantina berdasarkan kriteria yang ditetapkan Pemerintah

" Bagi WNI, yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar/mahasiswa, atau pegawai pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah," demikian bunyi ketentuan dalam SE yang salinannya diunggah pada laman Covid19.go.id.

Bagi WNI di luar kriteria tersebut menjalani karantina di akomodasi karantina. Hal ini juga berlaku bagi WNA, termasuk diplomat asing selain kepala perwakilan asing dan keluarga.

Akomodasi karantina diharuskan telah mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 dan telah memenuhi syarat kebersihan (cleanliness), kesehatan (health), keamanan (safety), dan kelestarian lingkungan (environment sustainability) yang ditetapkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia dan Kemenparekraf untuk Jakarta atau Dinas Pariwisata untuk luar Jakarta.

 

4 dari 6 halaman

Wajib PCR dan Larangan Masuk WNA

Saat kedatangan, baik WNI maupun WNA wajib menjalankan tes PCR sebelum karantina. Jika hasilnya positif maka wajib menjalani perawatan di rumah sakit dengan biaya ditanggung Pemerintah bagi WNI, sedangkan WNA dengan biaya mandiri.

Bagi WNI dan WNA yang melakukan karantina diharuskan menjalani tes PCR ulang pada hari ke-6 untuk masa 7 hari. Sedangkan untuk masa karantina 14 hari dites PCR ulang di hari ke-13.

SE tersebut juga menyatakan larangan masuk kedatangan dari negara-negara yang terkonfirmasi penularan varian Omicron. Negara tersebut yaitu Afrika Selatan, Botswana, Hong Kong, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, dan Lesoto.

" Menutup sementara masuknya WNA, baik secara langsung maupun transit di negara asing, yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi dalam kurun waktu 14 hari," demikian bunyi edaran tersebut.

5 dari 6 halaman

Cegah Varian Omicron, Indonesia Larang Masuk Pendatang dari 8 Negara Afrika

Dream - Pintu masuk perjalanan luar negeri resmi diperketat, menyusul kemunculan virus corona varian Omicron yang sedang melanda Afrika. Untuk sementara, kedatangan luar negeri dari Afrika dilarang.

Keputusan itu dituangkan dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan mulai berlaku pada 29 November 2021. SE itu melarang kedatangan dari delapan negara di Afrika.

Keputusan tersebut diambil untuk mencegah masuknya varian B11529 yang dinamai Omicron. Varian tersebut saat ini sudah menyebar di sejumlah negara Afrika.

" Penangguhan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas bagi warga negara Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, dan Nigeria," demikian bunyi keputusan tersebut.

Penangguhan ini juga berlaku kepada orang yang baru singgah dari delapan negara tersebut. Baik WNI ataupun warga negara lain yang sempat datang ke daftar negara tersebut kemudian terbang menuju Indonesia.

 

6 dari 6 halaman

Syarat Masuk Indonesia

Pendatang baru dibolehkan masuk Indonesia juga sudah 14 hari meninggalkan delapan negara tersebut. Tetapi, aturan ini tidak berlaku bagi pendatang yang berkaitan dengan dengan KTT G20.

" Surat edaran ini berlaku pada tanggal 29 November 2021 dan akan dievaluasi lebih lanjut," bunyi edaran tersebut.

WHO menetapkan Omicron dalam daftar varian yang diwaspadai. Varian ini menunjukkan terjadinya peningkatan risiko penularan.

Varian ini dilaporkan pertama kali muncul di Afrika Selatan pada 24 November 2021. Dalam waktu relatif singkat, infeksi varian ini sudah muncul di Botswana, Belgia, Hong Kong, hingga Israel, dikutip dari Merdeka.com.

Join Dream.co.id