Mantan Wasekjen PBNU yang Juga Kepala LPPM IPB Meninggal Dunia

News | Rabu, 25 Maret 2020 15:10
Mantan Wasekjen PBNU yang Juga Kepala LPPM IPB Meninggal Dunia

Reporter : Mutia Nugraheni

Aji sempat menjadi Wakil Sekretaris Jenderal PBNU periode 2010-2015 dan merupakan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB.

Dream - Kabar duka datang dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan juga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Aji Hermawan, salah satu putra terbaiknya baru saja meninggal dunia pagi dini hari tadi tepatnya pukul 03.00 WIB.

Pria yang sempat menjadi Wakil Sekretaris Jenderal PBNU periode 2010-2015 dan merupakan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB mengembuskan napas terakhirnya di RS Hermina.

Kabar duka disampaikan oleh Mustholihin Majid, Ketua LPNU 2010-2015 melalui status Facebooknya. “ Semoga almarhum husnul khatimah diampuni segala dosa2 nya ditempatkan yang terbaik disisi Allah SWT.... Mohon ziyadah doa-doa..... Aamiin YRA,” tulis Mustholihin.

 Kabar duka Aji Hermawan© Facebook

Dikutip dari NU Online, kabar duka ini juga disampaikan Muhammad Zimamul Adly, mahasiswa S2 IPB. Menurut Adly, Aji masuk rumah sakit sejak Kamis seminggu lalu karena menderita serangan jantung.

" Beliau adalah pembina KMNU IPB. Beliau adalah orang baik. Semoga almarhum mendapat tempat paling layak di sisi Allah. Segala dosa diampuni Allah dan yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan. Amin," ungkap Adly.

2 dari 5 halaman

Ceramah di IPB, Ketum PBNU: Saatnya Negara Berbuat Adil kepada Rakyat

Dream - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siraj, menyatakan saatnya negara berbuat adil kepada rakyat dengan cara mewujudkan kesejahteraan.

 Ceramah di IPB, Ketum PBNU: Saatnya Negara Berbuat Adil kepada Rakyat© Dream

Seruan itu disampaikan Kiai Said saat menjadi pembicara dalam Seminar Kebangsaan Pancasila dengan tema " Inspirasi, Kreasi Untuk SDM Unggul" di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen Istitut Pertanian Bogor, Minggu, 19 Januari 2020.

" Banyak kekayaan alam di negeri ini dikangkangi oleh sekelompok orang yang memiliki kekuasaan dan konglomerat," ujar Said, dikutip dari Santrinews.com.

Said menyoroti masih banyaknya masyarakat Indonesia yang hidup dalam keadaan miskin. Terutama mereka yang berada di daerah pinggiran.

 

3 dari 5 halaman

Kondisi Bertolak Belakang

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah. Sayangnya, kekayaan tersebut dikuasai segelintir orang.

" Sumber daya hutan, air, energi, dan kekayaan alam Indonesia lainnya banyak dikendalikan dan dikuasai oleh segelintir orang," ucap Said.

Lebih lanjut, Said mengingatkan agar masyarakat Indonesia, terutama umat Islam tidak lagi mempermasalahkan perbedaan kecil yang terjadi.

" Yang terpenting bagi kita adalah bahu membahu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat dan mengentaskan kemiskinan," kata dia.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Madrasah Kader Nahdlatul Ulama yang digelar Pengurus Cabang NU Kota Bogor. Seminar ini dihadiri Rektor IPB Arif Satria, Direktur Pengembangan Usaha dan Bisnis IPB Jaenal Effendi, Ketua PCNU Kota Bogor Ifan Haryanto, serta warga Nahdliyin.

4 dari 5 halaman

Ketum PBNU: Nabi Muhammad Dijamin Leluhurnya Tidak Berzina

Dream - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa di Masjid Istiqlal, Jakarta. Lewat acara ini, NU mengajak umat Islam untuk selalu meneladani pribadi Rasulullah Muhammad SAW.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Nabi Muhammad adalah pribadi yang terjaga kesuciannya. Dia menyebutkan sanad Rasulullah dari ayahnya, Abdullah, hingga Nabi Adam AS adalah orang-orang yang terjaga dari dosa.

" Nabi Muhammad keturunan orang baik-baik. Dijaga oleh Allah. dari Adam AS, satu pun tidak ada yang berzina. Dijamin oleh Allah leluhurnya tidak ada yang berzina dalam rangka menjaga kesucian Nabi Muhammad," ujar Said, Kamis 21 November 2019.

Said mengatakan seluruh mukjizat yang diperoleh para nabi sumbernya dari Nur Rasulullah SAW. Sehingga, kata dia, keberkahan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW sudah tidak dapat dibantah lagi.

" Mukjizat para nabi, sumbernya Nabi Muhammad," ucap dia.

Atas hal itu, Said mengatakan sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk menghormati Nabi Muhammad SAW. Tak lupa, ia juga mengajak untuk senantiasa menghormati para habaib sebagai keturunan Nabi Muhammad.

 

5 dari 5 halaman

Gelaran Mendunia

Kiai asal Cirebon peringatan Maulid Nabi merupakan acara yang tidak hanya diperingati di Indonesia saja. Melainkan di seluruh dunia.

" Saya Alhamdulillah pernah hadiri di Moskow, di Amerika ada, maulid Jepang ada, di Australia ramai. Apalagi di negara mayoritas Muslim," kata dia.

Said kemudian bercerita sejarah pertama kali Maulid Nabi dilaksanakan yakni pada 61 Hijriah. Saat itu peringatan tersebut digelar dilakukan oleh kelompok Syiah.

" Pertama kali diadakan oleh Khalifah Fathimiyyah di Mesir, pada 61 Hijriah, yang membangun kota Kairo, Jauhar. Jadi terus terang saja, nanti dikira Syiah, yang pertama kali mengadakan maulid, Fathimiyyah, bermazhab Syiah di Kairo," ujar dia.

Setelah itu, Gubernur Sunni di Irak zaman Khilafah Utsmaniyyah membuat beberapa perlombaan untuk membuat buku maulid.

" Yang menang konon Al Barzanji, maka dikirim ke Raja Aceh, dibalas dengan satu kapal rempah-rempah. Itu hadiah Raja Sultan Aceh, terima kasih atas hadiah, atas buku yang kita pakai sehari-hari," ucap dia.

Menurut Said menggelar Maulid Nabi merupakan sunah taqririyah. " Maulid Nabi sunah taqririyah, sunnah ada tiga, sunnah qauliyah, Sunnah fi'liyah, yang ketiga perkataan yang mengatakan bukan nabi, perilaku bukan nabi, tapi dibenarkan beliau  (Rasulullah). Maka menjadi sunah taqririyah," kata dia.

Ia mencontohkan ada sahabat memuji Nabi Muhammad di hadapannya secara langsung. Rasullullah sama sekali tidak melarangnya dan justru diberikan hadiah burdah, selimut yang sedang dipakai Rasulullah.

Join Dream.co.id