Kasus Covid-19 Melonjak, Malaysia Lockdown Total Hingga 6 Juni 2021

News | Selasa, 11 Mei 2021 16:01
Kasus Covid-19 Melonjak, Malaysia Lockdown Total Hingga 6 Juni 2021

Reporter : Ahmad Baiquni

Keputusan ini diambil setelah Malaysia mencatat terjadinya lonjakan Covid-19 mencapai 4.000 kasus dalam sehari.

Dream - Di tengah aksi nekat warga di Indonesia yang melanggar larangan mudik dari pemerintah, tindakan lebih tegas diterapkan pemerintah Malaysia. Lonjakan kasus Covid-19 yang meningkat memaksa negeri jiran itu memberlakukan kebijakan lockdown total.  

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengumumkan pemberlakukan Perintah Pengendalian Pergerakan (Movement Control Order/MCO) atau lockdown total di seluruh wilayah mulai 12 Mei hingga 6 Juni 2021. Kebijakan ini diambil untuk menekan potensi lonjakan kasus Covid-19, terutama selama Hari Raya Idul Fitri.

Malaysia mencatat lonjakan kasus Covid-19 cukup mengejutkan, mencapai 4.000 kasus dalam sehari. Muhyiddin menyatakan Pemerintah perlu mengambil tindakan drastis untuk mengendalikan situasi.

" Sidang Umum Majelis Keselamatan Negara mengenai Covid-19 yang saya pimpin hari ini telah membuat keputusan untuk melaksanakan Perintah Pengendalian Pergerakan di seluruh negara," ujar Muhyiddin, melalui akun Facebooknya.

Selama masa lockdown, perjalanan darat dilarang kecuali untuk tujuan tertentu. Misalnya untuk bekerja, vaksinasi, pasangan jarak jauh, dan berobat.

Semua kegiatan yang bersifat kerumunan seperti pernikahan, seminar, dan rapat dilarang. Demikian pula dengan kegiatan olahraga kecuali di area terbuka seperti joging dan bersepeda.

2 dari 2 halaman

Sekolah Tutup, Silaturahmi Tak Boleh

Seluruh lembaga pendidikan ditutup. Kecuali sekolah yang akan melaksanakan ujian nasional.

Taman Kanak-kanak (TK) dan tempat asuh anak dibolehkan tetap buka dengan menerapkan SOP yang ketat. Sementara, makan di tempat seperti restoran maupun kedai dilarang sepenuhnya.

Untuk penggunaan mobil, dalam satu mobil hanya dibolehkan ada tiga orang termasuk sopir. Ini juga berlaku untuk taksi dan taksi online.

Untuk perkantoran dianjurkan menerapkan Kerja Dari Rumah (Work From Home). Jika masuk kantor, karyawan dibatasi maksimal 30 persen di dalam ruangan pada setiap jam.

Kunjungan untuk silaturahmi di Hari Raya Idul Fitri tidak dibolehkan. Demikian pula kunjungan dalam rangka takziah kematian, dikutip dari World of Buzz.

Join Dream.co.id