Malaysia Larang Warga Asing Sholat di Masjid

News | Senin, 6 Juli 2020 08:02
Malaysia Larang Warga Asing Sholat di Masjid

Reporter : Ahmad Baiquni

Masjid dan mushola sudah bisa untuk sholat jemaah, tapi hanya untuk warga lokal Malaysia.

Dream - Kementerian Agama Malaysia sudah membuka kembali seluruh masjid dan mushola untuk sholat jemaah. Tetapi, hanya warga lokal yang diizinkan sholat di dalamnya, sementara warga asing belum dibolehkan.

Menteri Agama Malaysia, Zulkifli Mohamad Al Bakri, mengatakan perlu mengkaji laporan pihak berwenang seperti Dinas Agama Islam Negara Bagian (Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan/JAWI), terkait pelaksanaan sholat jemaah di masjid selama masa new normal.

" Kami ingin lihat laporan JAWI dan beberapa tempat lain. Apabila (kondisi) stabil dan tidak ada masalah, maka saat itu kami akan ambil keputusan," ujar Zulkifli, dikutip dari Siakapkeli.

Zulkifli menyatakan secepatnya mengambil terkait masalah ini.

" Kami pikir dalam waktu satu dua bulan lagi kita selesaikan masalah ini (membolehkan warga asing sholat jemaah di masjid)," kata dia melanjutkan.

Selain itu, Zulkifli juga mengatakan pelaksanaan sholat Jumat di masa penerapan Perintah Kontrol Pergerakan Pemulihan (di Indonesia dikenal Pembatasan Sosial Berskala Besar Transisi) diperluas. Seluruh mushola dan dewan yang berwenang dibolehkan untuk melaksanakan sholat Jumat.

Dia menambahkan Sholat Jumat dijalankan dengan memaksimalkan penggunaan ruang sholat di masjid dan mushola yang sebelum pandemi Covid-19 rutin menggelar ibadah mingguan umat Islam tersebut.

2 dari 5 halaman

Seperti Indonesia, Malaysia Juga Tak Kirim Jemaah Haji Tahun Ini

Dream - Malaysia juga tidak mengirimkan jemaah haji ke Tanah Suci tahun ini akibat pandemi Covid-19. Keputusan ini diambil setelah dua negara tetangganya, Indonesia dan Singapura memutuskan tak memberangkatkan jemaah haji ke Arab Saudi.

Setiap tahun, Malaysia mengirimkan puluhan ribu jemaah ke Mekah dan Madinah untuk ritual ibadah tahunan tersebut. Malaysia berupaya mencegah warganya bepergian ke luar negeri untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19 selama vaksin belum ditemukan.

" Saya harap jemaah dapat bersabar dan menerima keputusan ini," ujar Menteri Agama Malaysia, Zulkifli Mohamad Al Bakri, dikutip dari Aljazeera.com.

Arab Saudi menangguhkan ibadah haji dan umrah hingga pemberitahuan selanjutnya dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. Sementara jemaah Malaysia memiliki waktu tunggu hingga 20 tahun untuk dapat menjalankan haji sesuai kuota yang ditetapkan Saudi.

3 dari 5 halaman

31.600 Jemaah Haji Malaysia Gagal Berangkat

Dalam pernyataan terpisah, Tabung Haji yang merupakan badan pengelola dana jemaah haji menyatakan pembatalan tersebut berdampak pada sedikitnya 31.600 calon jemaah yang dijadwalkan berangkat tahun ini.

Malaysia melaporkan kasus positif Covid-19 sebanyak 8.369 pasien, dengan angka kematian mencapai 118 orang.

Pekan lalu, pembatalan pemberangkatan haji juga diumumkan Menteri Agama Indonesia Fachrul Razi. Sementara beberapa pekan sebelumnya Singapura juga membuat keputusan yang sama.

Sekitar 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia akan berkumpul di Mekah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji yang puncaknya jatuh akhir Juli nanti. Musim haji juga memberikan pendapatan yang sangat signifikan kepada Saudi.

4 dari 5 halaman

Indonesia Tiadakan Ibadah Haji 2020

Dream - Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji 2020 ke Arab Saudi di tengah pandemi Covid-19. Keputusan ini diambil berdasar hasil kajian dengan sejumlah pihak.

" Berdasarkan kenyataan tersebut, pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada 1441 Hijriah," ujar Menteri Agama Fachrul Razi di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Selasa 2 Juni 2020.

Ia menjelaskan selain persyaratan ekonomi dan fisik, kesehatan dan keselamatan jemaah harus diutamakan. Karena pandemi mengancam keselamatan jemaah. Kata dia, agama mengajarkan menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan.

" Resiko keselamatan dan kesehatan jemaah menjadi pertimbangan kami. Jadi tahun ini tidak ada pemberangkatan haji Indonesia bagi seluruh WNI," tutur dia.

 

5 dari 5 halaman

Arab Saudi Juga Tak Kunjung Membuka Akses

Kementerian Agama juga telah melakukan konsultasi dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) terkait pembatalan keberangkatan jemaah haji di masa pandemi. Selain itu juga menjalin komunikasi dengan mitra Komisi VIII DPR-RI.

Pemerintah Indonesia sebelumnya memutuskan untuk menunggu kejelasan dari Saudi sebelum menentukan sikap terkait haji tahun ini. Awalnya, Indonesia memberi waktu hingga akhir April bagi Saudi.

Namun hingga 29 April, Saudi tak kunjung memberi kabar. Kemenag pun mengundur batas waktu hingga 20 Mei. Hal yang sama pun terjadi, tak ada kepastian dari Saudi.

" Pihak Arab Saudi juga tak kunjung membuka akses bagi jemaah haji dari seluruh dunia. Akibatnya pemerintah tidak punya cukup waktu untuk melakukan persiapan utamanya perlindungan jemaah," imbuhnya.

Join Dream.co.id