Madrasah di Semarang Gunakan Kode QRIS untuk Bayar SPP

News | Senin, 13 Januari 2020 09:00
Madrasah di Semarang Gunakan Kode QRIS untuk Bayar SPP

Reporter : Maulana Kautsar

Untuk memudahkan wali murid.

Dream - Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Akhlaqiyah Semarang, Jawa Tengah resmi menggunakan kode QRIS, untuk melakukan pembayaran. Kode QRIS untuk madrasah ini terbit pada 9 Januari 2020.

" Alhamdulillah kode terbit hari ini, dan langsung dapat di-share karena memang sudah ditanyakan oleh wali murid juga," kata M. Miftahul Arief, Kepala Sekolah MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang, di laman resminya, Jumat, 10 Januari 2020.

Dengan terbitnya kode QRIS ini, pembayaran SPP bisa dilakukan melalui aplikasi pembayaran resmi, seperti Link Aja, Dana, OVO, Go Pay, dan platform lainnya.

Menurut M. Miftahul Arief selaku kepala sekolah menyatakan bahwa kode QRIS telah lama dinanti, baik oleh madrasah maupun wali murid.

" Ini tentunya menjadi terobosan terbaru yang memudahkan wali murid," kata dia.

2 dari 5 halaman

Bisa Buat Dana Pengganti Konsumsi

Sebelumnya diberitakan, MI Miftahul Akhlaqiyah menggunakan metode pembayaran dengan GoPay untuk biaya Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB).

Penggunaan GoPay bertujuan untuk memudahkan orangtua. Selain itu penggunaan GoPay tersebut digunakan untuk dana pengganti konsumsi dan saat anak-anak dan orangtua melakukan screening.

" Untuk pendaftaran saat ini, tepatnya untuk ganti konsumsi dan nanti saat anak-anak dan orangtua screening" , ujarnya saat dihubungi Merdeka.com, Senin, 2 Desember 2019.

3 dari 5 halaman

Kemenag Dorong Siswa Madrasah Minimal Kuasai 3 Bahasa Asing

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) berencana mempersiapkan program bagi lulusan madrasah agar berdaya saing tinggi. Direktur Kurikulum Saranan Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A. Umar menyebut agar berdaya saing, siswa madrasah diwajibkan untuk menguasai minimal tiga bahasa asing.

“ Untuk meningkatkan daya saing, Pak Menteri mintanya satu, anak madrasah harus menguasai satu di antara tiga bahasa asing,” kata Umar, di kantornya, di Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.

Tiga bahasa asing yang harus dikuasai siswa yaitu, bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin.

Umar mengatakan, setiap sekolah tidak harus mewajibkan anak didiknya memilih bahasa Mandarin. Siswa bisa menggantinya dengan bahasa asing lainnya, seperti bahasa Perancis, Italia, dan Jerman.

“ Tidak harus bahasa Mandarin,” ucap dia.

Pemilihan bahasa yang harus dikuasai yaitu yang lebih sering digunakan dan menyesuaikan.

Umar juga menerangkan, tiga bahasa ini akan berguna untuk nantinya saat melamar pekerjaan dan akan lebih mempunyai kompetensi penilaian yang lebih bagus.

Ke depan, Kemenag juga akan meningkatkan daya saing siswa madrasah dengan memberikan eduksi untuk menguasai IT serta tambahan Pendidikan Vokasi.

(Sah, Laporan: Diah Tamayanti)

4 dari 5 halaman

Jalur Tanpa Tes Kampus Islam Negeri Bukan Hanya untuk Madrasah

Dream - Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam (Ditjen Pendis), Kementerian Agama kembali membuka pendaftaran Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perjuangan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tiggi Keagamaan Islam (UM-PTKIN).

Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi mengatakan, dua jalur pendaftaran itu khusus diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag). Menurutnya, pendaftaran calon mahasiswa baru ke PTKIN setiap tahunnya selalu mengalami lonjakan.

" UM-PTKIN sejak 2010 dan SPAN PTKIN 2013 terus meningkat. Jumlah pendaftar SPAN adalah 2018, 840 dan UM-PTKIN 149.144, sedangkan total pendaftar 2019 menjadi 395.610 peserta sebuah peningkatan yang luar biasa," ujar Fachrul di Kemenag, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019.

 Menteri Agama Fachrul Razi (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an)Menteri Agama Fachrul Razi (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an) © Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an

Menteri Agama Fachrul Razi (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an)

Di lokasi yang sama, Dirjen Pendis Kamaruddin Amin mengatakan, SPAN ini menjadi sarana siswa berprestasi untuk masuk ke PTKIN tanpa melewati tes.

" Ini SPAN seleksi prestasi tidak tes. Jadi hanya di tes prestasinya misalnya dia juara olimpiade atau juara lain dan juga rapotnya. Jadi khsusus untuk seleksi anak-anak," kata Kamaruddin.

5 dari 5 halaman

Bukan Hanya untuk Siswa Madrasah

Kamaruddin menerangkan, SPAN dan UM-PTKIN ini tidak hanya diperuntukkan untuk siswa Madrasah Aliyah (MA) saja, namun juga siswa SMK dan SMA juga dipersilakan mendaftar.

Pada seleksi 2020, kuota SPAN dan UM-PTKIN sebanyak 125 ribu. Panitia seleksi menargetkan jumlah pendaftar mencapai 275 ribu orang.

Proses pendaftaran SPAN-PTKIN akan dimulai pada 3 Februari hingga 28 Februari 2020 dan akan diumumkan pada 10 April 2020. Sementara pendaftaran UM-PTKIN akan dimulai 15 April-29 Mei 2019.

Pelaksanaan ujian tulis UM-PTKIN akan dilakukan pada 15 Juni-24 Juni 2020 dan akan diumumkan pada 3 Juli 2020.

Terkait
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id