Polri Sebut Situasi Wamena Sudah Kondusif

News | Senin, 30 September 2019 16:02
Polri Sebut Situasi Wamena Sudah Kondusif

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Pengungsi akan akan dikembalikan ke Wamena.

Dream - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut kondisi Wamena, Papua saat ini sudah dalam keadaan Kondusif.

" Sudah komunikasi Kapolda (Papua), beliau sampaikan kondisi Wamena kondusif ada jaminan dari TNI, Polri dan beberapa kepala suku," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 30 September 2019.

Saat ini, kata Dedi, aparat keamanan masih merehabilitasi kondisi yang menewaskan puluhan orang, baik pendatang maupun masyarakat asli Papua.

" Pengungsi nanti berangsur akan dikembalikan ke Wamena, aparat fokus rehabilitasi, melakukan pembangunan sehingga infrastruktur kembali," ucap dia.

 

2 dari 6 halaman

Kapolda Papua Baru

Dedi berujar, polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kerusuhan di Wamena.

" Dari hasi pemeriksaan lima tersangka, sebagian besar bukan pelaku dari Wamena sendiri, tapi sudah berbaur," kata dia.

Pagi tadi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian baru saja melantik Kapolda Papua baru yakni Irjen Pol Paulus Waterpauw. Paulus merupakan putra daerah asli Papua.

" Pak Paulus ahli di Papua, beliau berpengalaman jadi secara komunikasi sudah paham," ujar dia.

3 dari 6 halaman

Jokowi Belasungkawa Korban Kerusuhan Papua

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan bela sungkawa meninggalnya 33 orang akibat kerusuhan di Wamena, Papua. Jokowi mengatakan, saat ini aparat keamanan bekerja keras menjaga seluruh warga di sana.

" Pertama saya ingin mengucapkan duka yang mendalam dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya korban yang ada di Wamena 33 orang telah meninggal di sana," kata Jokowi dilaporkan , Senin, 30 September 2019.

Jokowi mengatakan, kerusuhan di Wamena adanya kelompok bersenjata yang membakar rumah-rumah warga.

" Kepala suku Lembah Baliem di Wamena sudah mengajak dan mengimbau untuk seluruh warga agar tidak mengungsi keluar Wamena, ini saya kira sebuah imbauan yang baik. Polisi juga telah menangkap beberapa tersangka yang melakukan pembunuhan dan pembakaran yang ada di Wamena," ucap dia.

4 dari 6 halaman

Siap Bertemu Tokoh

Selain menyebut kondisi terkini Wamena, Jokowi juga siap bertemu dengan tokoh kelompok The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Dia mengatakan siapapun akan ditemuinya jika tujuannya untuk bertemu.

" Ya enggak ada masalah bertemu saja. Dengan siapapun akan saya temui kalau memang ingin bertemu," kata dia.

Sebelumnya Perwakilan dari DPRD Papua Barat, Maybrat, Ferdinando Solosa menyampaikan beberapa butir masalah ke Jokowi. Salah satunya, masalah Papua bisa terselesaikan.

" Persoalan ini, harapan kami masalah di Papua bisa diselesaikan secara bertahap, dengan baik, sehingga pemerintahan dan pembangunan di sana bisa berjalan baik," kata Kantor Staf Presiden, Ferdinando, Jakarta Pusat, Selasa, 24 September 2019.

Sumber: 

5 dari 6 halaman

Jokowi Usulkan Pelantikan Presiden-Wakil Presiden Dimajukan Satu Hari

Dream - Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi mengatakan, presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo mengusulkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2019 maju satu hari.

" Pak Jokowi mengusulkan pelantikan maju satu hari," ujar Budi kepada Liputan6.com, Minggu 29 September 2019.

Menurutnya, usulan itu disampaikan oleh mantan Gubernur DKI Jakrta saat relawan Projo berkunjung ke Istana Negara pada Jumat, 27 September 2019.

" (Disampaikan) Pak Jokowi," kata dia.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asyari menjelaskan, tanggal 20 Oktober dipilih sebagai waktu pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih merupakan dilakukan sejak 2004 silam.

" Masa jabatan Presiden itu waktunya tertentu (fix term) 5 tahun dan sudah sejak Pilpres (pemilu) langsung pertama tahun 2004, pelantikan Presiden 20 Oktober 2004," kata Hasyim.

Meski 20 Oktober 2019 nanti akan jatuh pada hari Minggu, KPU tidak mempermasalahkan jika pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan pada hari libur.

" Karena itu hasil Pemilu 2019 pelantikan Presiden 20 Oktober 2019, tanpa melihat jatuh pada hari apa," ucap dia. (mut)

(Sumber: Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

6 dari 6 halaman

Jokowi Turut Berduka untuk 2 Mahasiswa Meninggal di Aksi Demo Kendari

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan duka atas meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Randi dan M Yusuf Kardawi.

Keduanya meninggal saat terjadi aksi demonstrasi menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKHUP) di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kendiri, Kamis, 26 September 2019.

" Innalillahi wainnailaihi rojiun, saya atas nama pemerintah, menyampaikan duka cita yang mendalam dan belasungkawa mendalam atas meninggalnya ananda Randy dan ananda Yusuf Kardawi," kata Jokowi dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 27 September 2019.

Jokowi mengatakan telah mendapat laporan meninggalnya dua mahasiswa tersebut dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Jokowi berharap keluarga dua mahasiswa tersebut dapat diberi ketabahan.

" Semoga apa yang diperjuangkan menjadi kebaikan bagi bangsa ini dan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi-Nya," ucap dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak
Join Dream.co.id