Mulai Abai Prokes, Menko Luhut Ingatkan Ancaman Gelombang Ketiga Pandemi

News | Selasa, 19 Oktober 2021 07:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Saat ini Pemerintah sedang berjaga-jaga menghadapi kemungkinan terjadinya gelombang ketiga Covid-19.

Dream - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta masyarakat untuk terus waspada dan tidak abai terhadap protokol kesehatan. Kordinator Pelaksanaan PPKM di Jawa-Bali ini juga mengingatkan kemungkinan datangnya gelombang ketiga pandemi.   

" Presiden tadi mengingatkan juga sudah banyak kegiatan-kegiatan yang kadang agar mengabaikan protokol kesehatan, baik itu di pernikahan maupun di kegiatan lain," ujar Luhut dalam konferensi pers perkembangan PPKM di Sekretariat Presiden.

Luhut juga mengingatkan masyarakat untuk selalu taat Prokes meski perkembangan kasus menunjukan penutunan. Apalagi, diprediksi akan terjadi gelombang ketiga di Indonesia.

" Hendaknya masyarakat patuh karena kita masih berjaga-jaga terhadap kemungkinan datangnya gelombang ketiga yang mungkin terjadi pada Natal Tahun Baru mendatang," kata dia.

Terkait kondisi saat ini, Luhut menjelaskan terjadi perkembangan cukup baik. Jumlah kasus Covid-19 terus menurun ke angka yang rendah.

" Rendahnya kasus konfirmasi harian menyebabkan kasus Covid-19 nasional dan Jawa-Bali terus menurun dan saat ini hanya tersisa 18 ribu nasional dan 7.000-an di Jawa-Bali," ucap Luhut.

Mulai Abai Prokes, Menko Luhut Ingatkan Ancaman Gelombang Ketiga Pandemi
(Foto: Instagram @TMCPoldaMetro)
2 dari 6 halaman

PPKM Diperpanjang Lagi, Ini Penyebab Status Jabodetabek Masih Level 3

Dream - Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali untuk dua pekan ke depan. Sejumlah daerah terpaksa naik level akibat tidak mampu mencapai target vaksinasi.

" Dalam penerapan PPKM level selama dua minggu ke depan, masih terdapat 20 kabupaten kota yang bertahan di level 2," ujar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden.

Daerah tersebut didominasi wilayah aglomerasi Semarang Raya dan Solo Raya. Sementara jumlah kabupaten kota yang naik dari level 2 ke 3 justru bertambah dari 84 kabupaten kota menjadi 107 kabupaten kota.

" Mereka belum mampu, saya ulangi, belum mampu meningkatkan jumlah capaian vaksinasi," kata Luhut.

 

3 dari 6 halaman

2 Juta Vaksin Bakal Disuntikkan Per Hari

Mengenai aglomerasi Jabodetabek, Luhut mengungkapkan, statusnya tertahan di Level 3. Ini akibat capaian vaksinasi di tiga kabupaten belum bisa memenuhi target untuk turun level.

" Aglomerasi Jabodetabek belum turun, ada di Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi, ini masih kekurangan vaksinasi level 3," ucap Luhut.

Terkait hal ini, Luhut menyatakan segera melakukan task force. Dalam beberapa pekan ke depan, akan ada 2 juta vaksin per hari disuntikkan di tiga kabupaten tersebut.

" Setelah ini akan kita matangkan untuk pelaksanaannya," kata dia.

4 dari 6 halaman

Hasil Evaluasi PPKM 21-27 September: Kasus Turun, Mobilitas Meningkat

Dream - Hasil evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada pekan ini menunjukkan perbaikan secara signifikan. Berbeda dengan sebelumnya, pelaksanaan PPKM kali ini berlangsung dua munggu mulai 21 September 2021 hingga 4 Oktober mendatang.

Meski pelaksanaan PPKM diperpanjang dua pekan, pemerintah telah melakukan evaluasi mingguan untuk menilai hasil dari penerapan kebijakan tersebut.

Berikut hasil evaluasi PPKM terhitung 21 September hingga 27 September 2021 yang disampaikan pemerintah.

5 dari 6 halaman

1. Situasi Semakin Membaik

Pemerintah melaporkan kondisi pandemi menunjukkkan perbaikan. Hal ini terbukti dari menurunnya angka kasus aktif hingga reproduksi virus Corona.

Secara nasional, kasus aktif Covid-19 turun hingga 92,6 persen dibanding puncaknya pada 24 Juli 2021. Per Senin, 27 September 2021 kasus aktif nasional berada di angka 40.270. Angka ini lebih rendah dibandingkan September tahun lalu mencapai 43.059 kasus.

" Kasus aktif Jawa-Bali turun 96 persen ari puncak (24 Juli 2021). Kasus aktif 26 Septmber (15.895 kasus), lebih rendah dari angka 27 Juni 2020 (16.362 kasus)," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers virtual disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin 27 September 2021.

Penambahan kasus harian juga menurun. Secara nasional, pada Senin 27 September 2021, bertambah 1.390 kasus Covid-19 dalam sehari.

Lebih lanjut ia menerangkan, wilayah Jawa-Bali juga mengalami penurunan dengan jumlah penambahan kasus turun hingga 98 persen dibanding pada puncak penambahan kasus yakni 15 Juli 2021 lalu.

Hal ini tentu berimbah pada turunnya tingka reproduksi virus corona. Di Jawa, angka reproduksi virus berada di angka 095 persen. Sedangkan di Bali, tingkat reproduksi yakni 1,01 persen.

Sementara di Sumatera, tingkat reproduksi Dovid-19 mencapai 0,98 persen.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto menyamoaikan, kasuss aktif Covid-19 mayoritas berasal dari luar wilaya Jawa-Bali.

" Kasus aktif nasional 42.769 kasus (pada 26 September 2021), distribusi luar jawa sebesar 62,84 persen," terangnya pada Senin, 27 September 2021.

Ia juga mengungkapkan, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa-Bali lebih rendah dari rata-rata nasional, sedangkan angka kematian pasian di luar Jawa-Bali melebih rata-rata nasional.

" Kesembuhan nasional yang 95,62 persen di luar Jawa-Bali adalah 94,96 persen. Tingkat kematian nasional 3,36 persen dan di luar jawa-Bali adalah 3,08 persen," ujarnya.

6 dari 6 halaman

2. Terjadi Lonjakan Mobilitas

Dengan kondisi yang kerap membaik, pemerintah melakukan pelonggaran pembatasan PPKM. Pelonggaran dilakukan di berbagai sektor, mulai dari perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata. Kebijakan tersebut secara cepat memberikan dampak pada mobilitas warga.

" Peningkatan mobilitas terutama terjadi di aktivitas ritel dan recreation park," kata Luhut dalam konferensi pers yang sama.

" Ini mobilitas tetap menunjukkan peningkatan waluapun sudah diambil langkah-langah, mulai genap ganjil dan sebagainya," tambahnya.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian bersama. Sebab, peningkatan mobilitas warga berpotensi menyebabkan lonjakan virus corona.

" Mungkin orang sudah sangat lelah untuk tinggal di rumah. Itu tinggal pengaturannya harus kita sama-sama perhatikan karena berbahaya kalau tidak ditangani dengan baik," ujarnya.

 

Join Dream.co.id