Luhut Perketat Pengawasan PPKM: Kalau Nanti Sudah Nyebar, Baru Pada Ribut

News | Selasa, 26 Oktober 2021 12:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Pengetatan pengawasan PPKM dijalankan lantaran mulai terjadi kelemahan di lapangan.

Dream - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta masyarakat memahami langkah pemerintah memperketat pengawasan PPKM. Ini semata untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di tengah pelonggaran yang sudah dijalankan pemerintah.

" Ini saya mohon dimengerti, jadi kalau ada langkah-langkah kami yang kelihatan ketat, kami memang mempertimbangkan betul karena kalau sudah nanti nyebar, baru pada ribut," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.

Dalam perpanjangan PPKM hingga 1 November 2021, Pemerintah memberlakukan beberapa pengetatan di tengah pelonggaran. Salah satunya, penerapan hasil tes PCR sebagai syarat penerbangan domestik yang kemudian menuai banyak protes.

Cara ini diklaim Pemerintah untuk mengontrol pergerakan masyarakat. Sehingga masyarakat tetap bisa bepergian dan Covid tetap terpantau.

" Lebih bagus kami sekarang melakukan ketat tapi longgar, misalnya saya katakan itu semua industri itu bisa kita kendalikan 100 persen buka, tapi traveling yang susah dikontrol kita lakukan pengendalian sana sini," ucap Luhut.

Luhut Perketat Pengawasan PPKM: Kalau Nanti Sudah Nyebar, Baru Pada Ribut
Menko Kemaritiman Dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan
2 dari 6 halaman

Pengawasan Mulai Melemah

Luhut pun menjelaskan pengetatan dijalankan atas instruksi Presiden Joko Widodo mengingat mulai banyak kelemahan pengawasan di lapangan. Jokowi, kata Luhut, meminta pengawasan kembali diperketat.

" Karena kunci dari penyesuaian atau pelonggaran PPKM ialah manajemen pengawasan lapangan," kata Luhut.

Dia pun menyatakan kondisi ini tidak terjadi di luar negeri. Akibatnya, gelombang demi gelombang Covid-19 terus terjadi.

" Di banyak negara itu tidak terjadi, itu sebabnya serangan gelombang bergelombang itu terus terjadi, seperti yang terjadi mulai minggu kemarin di Belanda," ucap dia.

3 dari 6 halaman

Mobilitas di Bali Sudah Seperti Libur Natal dan Tahun Baru

Dream - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, Bali mengalami peningkatan mobilitas masyarakat. Saat ini, kondisi Bali sudah seperti Libur Natal dan Tahun Baru 2020 dan diprediksi bakal terus naik.

" Di Bali saat ini sudah sama dengan Nataru tahun lalu dan akan terus meningkat sampai akhir tahun ini," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.

Menurut Luhut, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penularan Covid-19. Potensi lonjakan kasus Covid-19 bisa kembali terjadi meski bukan karena varian baru.

" Meskipun penerbangan ke Bali disyaratkan PCR, mobilitas tetap meningkat dan pada akhirnya mendorong kenaikan kasus walaupun tanpa varian Delta," kata dia.

© Dream
4 dari 6 halaman

Belajar dari Negara Lain

Luhut pun mengingatkan masyarakat untuk berkaca pada negara-negara yang terlalu cepat melonggarkan aktivitas masyarakat. Meskipun capaian vaksinasi di negara tersebut tinggi, kasus Covid-19 melonjak akibat pencabutan pengetatan terlalu cepat dan tidak adanya pengawasan.

" Contohnya seperti Inggris, Belanda, Singapura, dan beberapa negara Eropa lainnya," ungkap dia.

Dia juga meminta masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan karena kelengahan dapat memicu peningkatan kasus.

" Pastinya akan mengulang pengetatan-pengetatan yang kembali diberlakukan," ucap Luhut.

5 dari 6 halaman

Jokowi Instruksikan Tarif PCR Turun Jadi Rp300 Ribu dan Masa Berlaku 3 Hari

Dream - Pemerintah bakal menurunkan batas maksimal tarif tes PCR menjadi Rp300 ribu. Masa berlaku hasil tes juga diperpanjang menjadi 3x24 jam untuk pelaku perjalanan udara domestik.

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhur Binsar Pandjaitan, mengungkapkan rencana penurunan tersebut merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo. Arahan tersebut disampaikan saat rapat terbatas siang tadi.

" Mengenai arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp300 ribu dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," ujar Luhut dalam konferensi pers evaluasi PPKM, disiarkan Sekretariat Presiden.

Luhut mengatakan keputusan ini diambil setelah Pemerintah mendapat banyak masukan mengenai penerapan PCR sebagai syarat penerbangan domestik. Selain itu, dia juga memberikan alasan diwajibkannya PCR meski kasus mengalami penurunan dan banyak daerah sudah turun level PPKM.

" Perlu dipahami bahwa kebijakan PCR ini diberlakukan karena kami melihat risiko penyebaran yang semakin meningkat karena mobilitas penduduk yang meningkat pesat dalam beberapa minggu terakhir," ucap Luhut.

 

© Dream
6 dari 6 halaman

Bakal Diberlakukan di Transportasi Lain

Selain itu, Luhut menyatakan penetapan kebijakan PCR juga mempertimbangkan kasus yang terjadi di luar negeri. Di mana di sejumlah negara terjadi kembali lonjakan kasus Covid-19.

" Sekali lagi saya tegaskan, kita belajar dari banyak negara yang melakukan," kata dia.

Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan Pemerintah tetap menerapkan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) dan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) meski kasus Covid-19 melandai. Diharapkan tidak terjadi lagi lonjakan Covid-19 mengingat sebentar lagi akan ada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

" Secara bertahap, penggunaan tes PCR akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Nataru," ungkap Luhut.

Join Dream.co.id