Kebakaran Lahan Terluas Ada di NTT, Mencapai 108.368 Hektar

News | Rabu, 25 September 2019 17:03
Kebakaran Lahan Terluas Ada di NTT, Mencapai 108.368 Hektar

Reporter : Maulana Kautsar

Lahan terbakar di Sumatera Selatan tertinggi keenam.

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis daftar jumlah area yang terbakar di delapan provinsi selama 2019.

Luas area yang terbakar tertinggi yaitu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Kepala BNBP, Doni Monardo, luas area yang terbakar di NTT yaitu 108.368 hektar.

" Meskipun NTT luas lahan terbakarnya yang terbesar, namun terbakarnya di lahan mineral bukan di lahan gambut," kata Doni, dalam keterangan resminya, Selasa, 24 September 2019.

Doni menyebut, wilayah Sumatera Selatan mengalami kebakaran terbesar keenam. Luas wilayah yang terbakar yaitu 7.109 hektar di tanah mineral dan 4.717 hektar di tanah gambut.

Doni mengatakan, Sumatera Selatan memiliki lahan gambut terbesar kedua di Pulau Sumatera, setelah Riau.

" Poinnya adalah kenali ancamannya, siapkan strateginya. Ketahui masalahnya carikan solusinya," ucap dia.

 

2 dari 6 halaman

Kembalikan Fungsi Lahan

Doni mendesak, pengembalian fungsi gambut. Dia juga meminta masyarakat mengubah perilaku dengan tidak membakar hutan.

Sumber Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut, ada delapan provinsi luas lahan terbakar 2019. Diantaranya, NTT, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Seltaan, Jambi, dan Jawa Timur.

Dansatgas Karhutla Sumsel, Kolonel Arh Sonny Septiono mengatakan, Satgas Karhutla selalu disiagakan, dengan dukungan 12.922 satgas gabungan.

" Babinsa beroperasi dan menggunakan open kamera saat melakukan patroli sehingga posisinya akurat," ucap dia.

Selain pemadaman, Sonny mengatakan, juga tindakan pencegahan. " Kami mensiagakan 15 orang untuk menjaga 74 ribu hektar. Selain itu sudah menangkap 27 orang tersangka," ucap dia. (ism)

3 dari 6 halaman

296 Orang dan 9 Perusahaan Jadi Tersangka Kebakaran Hutan

Dream - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, sebanyak 296 tersangka perorangan dan sembilan korporasi ditetapkan sebagai tersangka pembakaran hutan.

Status tersangka diberikan berdasarkan pemeriksaan penyidik kepolisian terhadap ratusan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

" Ada 262 kasus terkait tindakan karhutla," ujar Dedi, dilaporkan Liputan6.com, Senin, 23 September 2019.

Dedi mengatakan, tersangka pembakaran lahan ditangani Polda Riau sebanyak 58 orang, Polda Aceh terdapat 1 orang, Polda Sumatera Selatan sebanyak 25 orang, dan Polda Jambi terdapat 20 orang.

Sementara itu, Polda Kalimantan Selatan menetapkan 21 orang sebagai tersangka, Polda Kalimantan Tengah 79 orang, Polda Kalimantan Barat 68 orang, dan Polda kalimantan Timur ada 24 orang tersangka.

 

4 dari 6 halaman

Segel Perusahaan

Sedangkan tersangka korporasi yang ditangani Satgas Karhutla Bareskrim Polri sebanyak 1 perusahaan, Polda Riau menangani 1 korporasi, Polda Sumatera Selatan 1 korporasi, Polda Jambi 1 korporasi, Polda Kalimantan Selatan 2 korporasi, Polda Kalimantan Tengah 1 korporasi, dan Polda Kalimantan Barat 2 korporasi.

" Jumlah tersangka korporasi ada sembilan tersangka. Bareskrim tersangka korporasi adalah PT AP, Polda Riau PT SSS, Polda Sumsel PT HBL, Polda Jambi PT MAS, Polda Kalsel ada 2 itu PT MIB dan PT BIT, Kalteng PT PGK, Kalbar PT SAP dan PT SIS," kata Dedi.

Saat ini, Polda Kalimantan Tengah sudah menyegel 33 korporasi terkait kebakaran hutan dan lahan.

Penyidik akan mendalami ada tidaknya unsur kesengajaan dalam kebakaran yang terjadi di atas lahan yang dimiliki perusahaan tersebut.

" Berubah status dari penyelidikan dan penyidikan kalau sudah terbukti," ucap dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

5 dari 6 halaman

Terancam Punah, Hewan Ini Muncul Saat Kebakaran Hutan di Riau

Dream - Kebakaran hutan yang melanda Sumatera dan Kalimantan tak hanya mengakibatkan kesehatan warga terdampak. Kebakaran hutan juga membuat sejumlah binatang keluar dari habitatnya.

Menurut warga Desa Bayas, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dua harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), yang tergolong langka, keluar dari habitatnya.

Menurut World Wildlife Fund (WWF) dan Global Tiger Forum, selama 2015, harimau Sumatera tersisa 192 ekor.

" Saya dapat laporan dari sejumlah warga, mereka melihat dua ekor harimau berlari keluar dari hutan. Mungkin karena sudah panas di dalam hutan yang terbakar," kata Riswanto, diakses dari , Senin, 23 September 2019.

Riswanto mengingatkan, warga yang berada di lokasi kebakaran untuk berhati-hati. Sebab, lokasi kebakaran lahan merupakan area dan jalur perlintasan harimau Sumatera.

 

6 dari 6 halaman

Harimau Sumatera Muncul, Pemadam Diminta Hati-hati

 Harimau Sumatera

Selain warga, dia juga meminta petugas pemadaman kebakaran hutan untuk berhati-hati.

" Iya kami tetap waspada, karena yang dihadapi adalah hutan. Kita enggak tahu rimba apa saja isinya. Tapi tujuan kami niat baik memadamkan api," kata dia.

Riswanto juga tak lepas berdoa kepada Tuhan saat akan melakukan pemadaman api. Apalagi pemadaman dilakukan di hutan.

" Dalam hati minta izin aja sama penghuni hutan, agar izinkan kami membantu memadamkan api," ucap dia.

(ism, Sumber: Merdeka.com/Abdullah Sani)

Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya
Join Dream.co.id