LP Ma'arif NU Tegaskan Takkan Gabung Lagi ke Organisasi Penggerak Kemendikbud

News | Jumat, 7 Agustus 2020 19:01
LP Ma'arif NU Tegaskan Takkan Gabung Lagi ke Organisasi Penggerak Kemendikbud

Reporter : Ahmad Baiquni

Ketua LP Ma'arif NU, Arifin Junaidi, membantah pernyataan Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf ketika bertemu dengan Mendikbud Nadiem Makarim.

Dream - Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Arifin Junaidi, mengatakan pihaknya tidak akan kembali bergabung dengan Program Organisasi Penggerak yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dia membantah pernyataan Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf yang mengungkapkan NU akan bergabung lagi dengan Kemendikbud.

Arifin menyatakan rapat membahas polemik POP memang digelar di PBNU pada Selasa, 4 Agustus 2020. Tetapi, dia menegaskan hasilnya tidak lantas diputuskan NU akan kembali bergabung ke dalam POP.

" Rapat PBNU Selasa 4 Agustus yang saya ikuti hasilnya tidak seperti itu," ujar Arifin, dikutip dari Merdeka.com.

Dia mengaku tidak mengetahui bagaimana pembicaraan yang terjadi antara Yahya dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Hingga akhirnya muncul pernyataan NU kembali gabung.

" Saya tidak tahu menahu hal itu. LP Ma'arif NU tetap pada sikapnya seperti dinyatakan pada Selasa, 4 Agustus kemarin (tidak gabung POP)," kata Arifin.

 

2 dari 5 halaman

Syarat Gabung Lagi

Selanjutnya, dia menyatakan LP Ma'arif PBNU tetap berpegang pada tiga poin sikap terkait POP Kemendikbud. Poin pertama yatu LP Ma'arif PBNU meminta Kemendikbud mematangkan konsep POP dan menunda pelaksanaannya tahun depan.

LP Ma'arif PBNU mempertimbangkan bergabung kembali dalam POP usai mempelajari dan mencermati konsep revisi program tersebut.

Poin kedua, jika POP dipaksakan tahun ini, LP Ma'arif PBNU tidak akan bergabung. Sedangkan poin ketiga, LP Ma'arif PBNU tahun ini tetap melaksanakan peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru serta inovasi pendidikan secara mandiri.

 

3 dari 5 halaman

Minta LP Ma`arif Tak Dicantumkan

Untuk itu, LP Ma'arif PBNU meminta Kemendikbud tidak mencantumkan nama lembaga tersebut dalam daftar penerima POP tahun ini.

" Sampai saat ini, LP Ma'arif NU tetap pada pendiriannya untuk tidak gabung ke POP sampai ada revisi komprehensif atas konsep POP Kemendikbud," kata Arifin.

Lebih lanjut, Arifin menerangkan secara struktural LP Ma'arif NU merupakan lembaga di bawah koordinasi langsung Pengurus Tanfiziyah NU. Sehingga, LP Ma'arif NU patuh pada instruksi Ketua Umum Tanfiziyah PBNU.

Sumber: Merdeka.com/Bachtiarudin Alam.

4 dari 5 halaman

NU Kembali Gabung Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Dream - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf, mengunjungi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim untuk bersilaturahim. Pertemuan berlangsung di ruangan kerja sang menteri pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Ulama yang akrab disapa Gus Yahya menyampaikan pertemuan sebagai ikhtiar untuk mengurai kekusutan komunikasi yang pernah terjadi. Juga untuk memikirkan bersama jalannya pendidikan di tengah pandemi saat ini.

" Dalam suasana prihatin akibat pandemi dan masyarakat sangat membutuhkan jalan keluar dari berbagai kesulitan, sangat tidak elok kalau kontroversi yang tidak substansial dibiarkan berlarut-larut," ujar Gus Yahya, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Menurut Gus Yahya, NU tetap akan terlibat dalam Program Organisasi Penggerak (POP) yang diinisiasi Kemendikbud. Hal ini sudah diputuskan dalam rapat PBNU pada Selasa setelah adanya dua klarifikasi.

 

5 dari 5 halaman

Pertama yaitu Organisasi Penggerak merupakan program laboratorial, bukan akar rumput. Melalui program ini, kata Gus Yahya, Kemendikbud hanya bermaksud membeli model inovasi yang ditawarkan sejumlah lembaga dengan terlebih dulu diukur kelayakan gagasan dan perencanaan eksekusinya.

" Pihak manapun bisa ikut tanpa harus bergantung pada ukuran organisasi atau keluasan konstituennya. Untuk menyentuh akar rumput, termasuk warga NU, Kemendikbud menyiapkan sejumlah program lain, misalnya, program afirmasi," kata Gus Yahya.

Sedangkan klarifikasi kedua terkait pelaksanaan program yang dimulai pada Januari 2021. Menurut Gus Yahya, ada waktu cukup untuk menyelesaikan program sepanjang tahun depan.

" Kami mendukung upaya Mendikbud untuk mengambil langkah-langkah kongkret sebagai jalan keluar dari kesulitan-kesulitan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan," kata Gus Yahya.

" Kami juga mendukung upaya-upaya pembaruan untuk memperbaiki kapasitas sistem pendidikan kita dalam menjawab tantangan masa depan. Tentu saja sambil tetap kritis terhadap kekurangan-kekurangan yang ada," ucap Gus Yahya melanjutkan.

Join Dream.co.id